Kasus Positif Covid-19 di DIY Melonjak Drastis, Persebaran Merata di Semua Wilayah
Merdeka.com

1 week ago

Kasus Positif Covid-19 di DIY Melonjak Drastis, Persebaran Merata di Semua Wilayah

Merdeka.com - Rabu (25/3) kasus pasien positif COVID-19 di DIY melonjak drastis. Total pasien yang positif terkena Virus Corona menjadi 18 orang. Padahal di hari sebelumnya, jumlah pasiennya hanya 12 orang. Penambahan 6 orang dalam sehari ini cukup mengejutkan.

Menurut juru bicara penanganan COVID-19 di DIY, Berty Murtiningsih, kasus-kasus positif COVID-19 tersebar merata di semua wilayah DIY. Usia pasiennya beragam. Mulai dari yang terkecil yaitu bayi empat bulan dan sampai pasien tertua yang berumur 71 tahun.

Akumulasi Uji Lab yang Belum Keluar

Dilansir dari Liputan6.com, Kamis (26/3), Berty menyebutkan melonjaknya angka pasien positif di DIY merupakan akumulasi dari hasil uji lab yang belum keluar. Sementara itu total pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah diperiksa per 25 Maret adalah 115 orang, dengan rincian 33 orang negatif dan 18 orang positif.

"Seperti diketahui oleh teman-teman bahwa BBTKLPP sempat mengalami kekosongan primer yang menjadi salah satu bahan baku uji PCR," kata Berty.

Tersebar Merata di Hampir Semua Wilayah DIY

Keberadaan 12 pasien positif baru di DIY tersebar di beberapa wilayah DIY. Pasien nomor 7-18 itu tersebar di Kabupaten Sleman (6 orang), Kota Yogyakarta (2 orang), Gunung Kidul (1 orang), Kulonprogo (1 orang).

2020 antaranews.com

Sedangkan sisanya berada di Bantul, 1 orang, dan satu pasien lagi berasal dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Usia pasiennya juga beragam. Mulai dari yang terkecil yaitu berusia empat bulan dan yang tertua berumur 71 tahun.

Pasien Meniggal

Dari 18 pasien positif yang ada di DIY, sebanyak 3 pasien dinyatakan meinggal. Satu orang yakni guru besar UGM, Prof Iwan Dwiprahasto yang berusia 58 tahun, seorang laki-laki berusia 69 tahun yang meninggal di RS Bethesda, dan seorang laki-laki berusia 54 tahun yang meninggal di RS Panti Rapih.

ADVERTISEMENT

Seorang pasien di RS Bethesda dinyatakan telah meninggal saat masih berstatus PDP, tapi hasil lab yang menyatakan ia positif COVID-19 baru keluar saat ia telah meninggal.

Pemkab Sleman Upayakan Ekonomi Tetap Jalan

Walau wilayahnya menjadi tempat terbanyak pasien positif COVID-19 di antara 4 wilayah Kabupaten/Kota lainnya, namun Pemkab Sleman berupaya agar aktivitas ekonomi di kabupaten itu tetap jalan. Salah satu upaya dilakukan dengan membuat pasar tradisional tetap aman dikunjungi.

2020 antaranews.com

"Kami beri pemahaman kepada pedagang bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan pasar sehingga masyarakat tidak takut datang ke pasar dan tempat perbelanjaan karena Corona ini," ujar Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Hardo Kiswoyo dilansir dari ANTARA, Rabu (25/3).

Siapkan Bantuan Sosial

Selain memberi pemahaman tentang kebersihan, Pemkab Sleman juga akan memberikan bantuan jaring pengaman sosial yang diharapkan dapat membantu warga yang kesulitan. Rencananya satu orang akan diberi Rp20 ribu rupiah dalam sehari.

"Kami akan menyediakan bantuan juga dan dananya sudah kami sediakan. Satu orang nilainya Rp20 ribu, sehingga kalau satu keluarga ada lima orang totalnya jadi Rp100 ribu dalam sehari," ujar Hardo dikutip dari ANTARA (25/3).

Dialog dengan Sultan

Selain itu, untuk mencari solusi tepat dalam rangka membuat kegiatan ekonomi di wilayahnya tetap berjalan, Pemkab Sleman berencana mengadakan audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk mencari treatment yang tepat.

"Aktivitas ekonomi harus tetap berjalan, tapi juga harus memperhatikan keamanan dan kesehatan masyarakat. Walaupun sekecil apapun kita tetap harus bergerak," ujar Hardo.

[shr]