Jubir Wapres Beberkan Bahaya Kabar Hoaks Jemaah Umrah Positif Corona
Merdeka.com

4 weeks ago

Jubir Wapres Beberkan Bahaya Kabar Hoaks Jemaah Umrah Positif Corona

Merdeka.com - Polisi telah memastikan info dan video jemaah umrah meninggal karena Corona di Bandara Soekarno-Hatta adalah hoaks. Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlawi mengatakan, hoaks tersebut sangat berbahaya.

"Karena apa, kita negara ini menjaga sedemikian rupa bagaimana agar negara ini bebas, tetap bebas dari virus corona itu adalah taruhan yang sangat luar biasa ini. Orang luar sudah mulai banyak curiga ini bener enggak Indonesia ini betul-betul tidak terkena corona," kata Masduki di The Maj Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2).

Masduki menegaskan, berita hoaks tersebut sangat berbahaya. Terlebih masyarakat Indonesia saat ini sebagian besar sudah menggunakan smartphone.

"Jadi ketika kita sedang mempertahankan seperti itu lalu kemudian ada berita-berita hoaks itu sangat-sangat berbahaya, karena ada 267 juta penduduk, dari sejumlah itu sekitar 120-an juta sudah terakses dengan internet. Dan dari yang terakses dengan internet dengan jumlah 150 juga itu, misalnya itu 90 persen sudah menggunakan smartphone artinya smartphone kita ini sekarang sudah menjadi andalan untuk menerima informasi dan kalau informasinya hoaks itu sangat-sangat berbahaya," tegasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar dapat menyaring informasi masih terlebih dahulu, terutama tentang virus Corona.

"Maka bagaimana kita imbau kepada seluruh masyarakat ini adalah taruhan negara ini adalah taruhan bangsa Indonesia bagaimana kita tetap terselamatkan dari virus corona," ujarnya.

Selain itu, ia ingin agar semua stakeholder terkait umrah saling bekerja sama dalam mengatasi virus corona. "Umrah ini bisa terselesaikan asal semua stakeholder tidak hanya negara, tidak hanya maskapai, tidak hanya penyelenggara umrah, tapi juga masyarakat semuanya mendukung. Jangan sampai ada berita-berita tidak benar yang meracuni masyarakat," ungkapnya.

Sebelumnya, RAF (28) seorang sarjana Ilmu Komputer Dibekuk Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta lantaran menyebarkan berita bohong, dengan menyebut adanya seorang calon jemaah umrah yang meninggal lantaran terjangkit virus corona atau COVID-19.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan, RAF merupakan pelaku tunggal pembuatan dan penyebaran berita bohong ke sosial media Facebook .

ADVERTISEMENT

"Kami mendapati adanya konten media sosial yang menyebut bahwa ada korban Virus Corona yang meninggal dunia di Bandara Soekarno-Hatta, saat kita lakukan pengecekan ternyata itu tidak benar," kata Adi, Jumat (28/2).

Postingan tersebut lalu viral hingga membuat banyak pihak resah hingga menimbulkan kekhawatiran adanya Corona yang lolos dari pengawasan petugas Bandara Soekarno-Hatta. Pihaknya pun lantas melakukan penelusuran pemilik akun media sosial tersebut hingga didapati RAF.

"Kita konfirmasi juga keluarga korban yang fotonya di-posting, namun keluarga tersebut juga merasa tidak terima, padahal secara medis sudah dicek penyebabnya bukan karena virus Corona, tapi serangan jantung atau biasa disebut sudden death," ujar Adi.

Pelaku saat ini dijerat dengan pasal 14 dan atau 15 Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan tindak pidana dilarang menyiarkan berita dan atau pemberitahuan bohong yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

"Ancaman hukuman 10 tahun pidana penjara," tuturnya.

Dari pengajuan pelaku RAF, dia pertama kali mendapat video adanya seorang penumpang yang meninggal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari WhatsApp Group. Lalu saat mencari pemberitaan di media elektronik, dia menemukan foto dan mempostingnya di Facebook.

"Saya mungkin salah baca, jadi salah juga kasih caption ke postingan saya, saya sebenarnya takut juga sama (virus) Corona, makanya saya maksudnya mau kasih tahu teman-teman di Facebook saya, enggak ada niat nyebarin hoaks," katanya.

RAF tidak menyangka postingannya menjadi viral lantaran banyak yang menyebarkan. Dia pun pasrah jika memang harus dijerat hukum.

"Awalnya cuma ada yang nge-like satu orang, tapi yang nyebarin banyak saya lupa berapa, tapi ya pasrah aja saya," pungkasnya. [cob]