Arab Saudi Akan Alami Kerugian Ekonomi Bila Larangan Umrah Terlalu Lama
Merdeka.com

5 weeks ago

Arab Saudi Akan Alami Kerugian Ekonomi Bila Larangan Umrah Terlalu Lama

Merdeka.com - Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlawi mengatakan, ekonomi Arab Saudi bakal terganggu bila penghentian jamaah umrah terlalu lama. Saat ini, Pemerintah Arab Saudi sedang menghentikan ibadah umrah sejenak terhadap para jamaah.

"Jadi kita harus yakin karena bukan hanya para jemaah yang rugi, melainkan mereka (Arab Saudi) lebih rugi lagi jika hal ini berkepanjangan. Karena, ini adalah soal-soal yang berpengaruh secara ekonomi dan berfungsi strategis bagi mereka," kata Masduki di The Maj Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2).

Masduki mengaku, pemerintah terus melobi Pemerintah Arab Saudi agar jamaah bisa tetap berangkat untuk melaksanakan ibadah umrah. Selagi melobi, ia meminta jamaah bersabar dan menunggu untuk bisa berangkat umrah.

"Kita yakinkan, jemaah tidak akan kehilangan apa pun, ibadah tetap sesuai rencana tapi tertunda," ujarnya.

Ia mengungkapkan, lobi yang yang dilakukan Pemerintah Indonesia terhadap Pemerintah Arab Saudi juga untuk membuktikan jika Indonesia terbebas dari virus corona atau Covid-19.

"Hal itu perlu ditegaskan karena di berbagai belahan dunia saat ini itu sudah ada macam-macam isu yang mengatakan tidak mungkin Indonesia bebas dari corona. Itu harus kita yakinkan," ungkapnya.

Diketahui, Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara. Hal itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran virus korona atau Covid-19 di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

Berikut negara yang dicegah memasuki Saudi untuk sementara waktu: China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam.

Seperti dilaporkan, Kamis (27/2) kemlu menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus korona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Untuk itu, Saudi merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut. Saudi berupaya memerangi penyebaran virus dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk mencapai tujuan tersebut dan memastikan tingkat keamanan tertinggi bagi warga Saudi, Kemlu Arab Saudi merekomendasikan tindakan pencegahan melalui beberapa penerapan kebijakan, yakni:

1. Izin masuk untuk pelaksanaan umrah dan/atau ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah dihentikan sementara.

2. Izin masuk menggunakan visa turis dari negara-negara yang tengah mengalami wabah virus korona, dengan kriteria yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan Saudi, dihentikan sementara.

3. Penggunaan kartu identitas nasional (bukan paspor) untuk perjalanan ke dan dari Kerajaan dihentikan. Pengecualian diberikan kepada warga lokal yang meninggalkan Arab Saudi menggunakan kartu identitas nasional mereka, atau warga negara Dewan Kerja Sama Teluk yang ingin kembali dari Arab Saudi dengan menunjukkan kartu identitas nasional mereka.

Sementara itu, bagi warga pemegang kartu identitas nasional yang ingin masuk Saudi, pihak berwenang akan mempertimbangkan dari mana individu tersebut berasal serta riwayat perjalanannya. Saudi menekankan bahwa langkah-langkah tersebut bersifat sementara dan akan terus memantau perkembangan. [did]