8 Penyebab Banjir, Fenomena Alam Hingga Ulah Manusia
Merdeka.com

5 weeks ago

8 Penyebab Banjir, Fenomena Alam Hingga Ulah Manusia

Merdeka.com - Banjir masih menjadi masalah setiap tahunnya di kota-kota besar terutama saat musim hujan. Banjir sendiri merupakan suatu aliran air berlebihan yang kemudian merendam daratan. Aliran air ini merendam daratan yang biasanya tidak terendam air seperti jalanan, kota dan permukiman.

Semakin padatnya penduduk dan bangunan, banjir semakin kerap terjadi. Bahkan banjir yang melanda Jakarta pun hingga kini belum teratasi dengan baik. Kemudian apa sebenarnya yang menyebabkan banjir? Meskipun sebagian besar penyebab banjir cukup kompleks, namun berikut akan diuraikan dalam beberapa faktor yang bisa saja menjadi penyebab gabungan:

Hujan Deras

Penjelasan paling sederhana untuk banjir adalah hujan lebat. Di mana pun Anda tinggal, Anda dikelilingi oleh infrastruktur dan sistem yang dirancang untuk memindahkan air hujan ke penampungan dan reservoir yang sesuai. Dalam kebanyakan kasus, infrastruktur melakukan tugasnya, dan Anda tidak perlu memikirkan ke mana perginya hujan saat hujan turun.

Namun, ketika hujan deras, sistem-sistem itu kewalahan, dan air tidak mengalir hampir secepat yang diperlukan. Singkatnya, sistem drainase kurang bisa maksimal, dan air naik hingga akhirnya masuk ke rumah. Ini biasanya terjadi dalam kasus hujan deras yang berkelanjutan dalam waktu yang lama.

Sungai Meluap

Anda tidak perlu harus hujan deras untuk mengalami banjir di daerah Anda. Misalnya, jika Anda tinggal di sepanjang sungai dan daerah hulu dan kemudian mengalami hujan lebat, hal itu bisa menyebabkan luapan air yang serius. Sebagian besar sungai mencakup serangkaian bendungan untuk membantu mengelola curah hujan dalam jumlah besar, dan sebagian besar sistem sungai dikelola oleh otoritas pemerintah.

Namun, kadang-kadang, pihak berwenang harus membuat keputusan sulit tentang cara mengoperasikan bendungan. Mereka sering bisa mengelola air dan mencegah banjir, namun kadang juga tidak selalu berhasil.

Bendungan Rusak

Banyak infrastruktur Amerika dibangun pada abad ke-20, sehingga umurnya sangat tua. Ketika hujan lebat datang, dan ketinggian air naik, bendungan yang menua bisa gagal dan melepaskan aliran air pada rumah warga.

Ini adalah bagian dari apa yang terjadi setelah Badai Katrina menghantam New Orleans pada tahun 2005. Tanggul gagal dan membuat banjir jauh lebih buruk daripada yang seharusnya terjadi.

Cekungan Drainase Perkotaan

Banyak sebagian kota besar terbuat dari beton dan material kedap air lainnya. Saat Anda memiliki penampungan drainase perkotaan yang terbuat dari beton, tidak ada tanah untuk menampung air. Jadi, ketika bak drainase terisi, itu berarti banjir untuk daerah yang berada di dataran rendah.

ADVERTISEMENT

Hal ini sebagian besar terjadi di daerah perkotaan besar - seperti Houston dan Los Angeles. Saat hujan lebat menghantam, bak yang digunakan untuk mengalirkannya tidak selalu bisa menangani beban.

Gelombang Badai dan Tsunami

Hujan tidak selalu menjadi penyebab saat banjir. Gelombang badai yang terkait dengan badai lainnya dapat menyebabkan banjir yang signifikan, seperti halnya tsunami yang kadang-kadang disebabkan oleh gempa bumi bawah laut.

Mengingat teknologi modern, kita sering tahu tentang gelombang badai dan tsunami sebelum mereka tiba, tetapi ini tidak selalu terjadi. Misalnya, pada tahun 2004, gempa bumi di pantai lepas Aceh, Indonesia menciptakan tsunami yang memberi peringatan yang cukup sedikit sebelum terjadi.

Saluran dengan Sisi curam

Banjir sering terjadi ketika ada limpasan cepat ke danau, sungai dan waduk lainnya. Ini sering terjadi dengan sungai dan saluran lain yang memiliki sisi curam. Ini adalah masalah yang mirip dengan kekurangan vegetasi atau daerah penyerapan air, yang dijelaskan secara lebih rinci di bawah ini.

Kekurangan Pohon untuk Penyerapan

Pepohonan dapat membantu memperlambat limpasan dan mencegah banjir. Namun, ketika kekurangan pohon sebagai penyerap air, hanya ada sedikit air yang berhenti mengalir sehingga dapat menyebabkan banjir bandang. Hal ini terutama bisa terjadi saat hujan ekstrem dan kekeringan dalam waktu yang lama.

Salju dan Es yang Mencair

Musim dingin menghasilkan salju tebal dan curah hujan lainnya di negara subtropics dapat menyebabkan musim semi banjir. Ketika salju dan es mencair, mereka membutuhkan tempat penampungan air yang besar. Sebagian besar daerah pegunungan mengalami total salju yang relatif konsisten dari tahun ke tahun, tetapi curah hujan yang luar biasa deras dapat menjadi berita buruk bagi daerah dataran rendah di sekitar pegunungan saat musim semi tiba.

Sampah yang Memenuhi Sungai

Sungai terus mengalir menuju hilir. Namun apabila banyak benda yang memenuhi sungai misalnya sampah, maka akan tersumbat. Sehingga air tidak mengalir dan meluap. Hal ini terjadi banyak di kota-kota besar dengan pengelolaan dan regulasi sampah yang kurang efektif. Sehingga, saat hujan turun secara ekstrem, maupun dalam waktu yang lama, sungai akan cepat meluap dan menyebabkan banjir.

[amd]