Biarkan Van Gaal Berdansa

Fans, kans

Ini seolah-olah, bukan sesungguhnya. Usai mengalahkan Liverpool, Louis van Gaal begitu dimabuk euforia. Seakan-akan, perjuangan sudah usai dan Manchester United menjadi yang terbaik di Premier League 2015/2016.

Bisa jadi, saat ini dia sedang berdansa dengan segelas wine di tangan, seraya menikmati musik kesukaannya: funky house.

Tak percaya? Inilah komentar Van Gaal, seperti dilansir Sky Sports News. "Ketika Anda mengalahkan Liverpool, itu sangat baik untuk para fans. Ini merupakan langkah besar dan saya tentu saja sangat senang".

Fans? Yup! Van Gaal memang dibombardir kritik oleh fans, menyusul hasil negatif MU pada laga sebelumnya, termasuk ketika Wayne Rooney dan kawan-kawan tersingkir dari Liga Champions musim ini.

So, kemenangan 1-0 atas The Reds di Anfield, Minggu (17/1) malam WIB jelas sangat menggembirakan Van Gaal. Van Gaal berharap, kemenangan berkat gol semata wayang Wayne Rooney pada menit ke-78 tersebut mengembalikan kepercayaan fans terhadap dirinya.

Fans memang wajib angkat topi, mengingat MU tak pernah kalah dalam lima laga melawan Liverpool. Dan semua itu terjadi di bawah kepemimpinan Van Gaal.

Tak bisa dibayangkan, bagaimana jika sekiranya MU kalah. Niscaya, kejengkelan fans terhadap Van Gaal semakin tebal. Soalnya, Liverpool merupakan musuh terbesar MU di Inggris. Boleh kalah dari tim lain, asalkan jangan dari The Reds.

Kemenangan atas Liverpool merupakan kemenangan penting disaat genting. Sejenak, Van Gaal keluar dari tekanan yang tengah melilitnya, yakni isu pemecatan.

Rentetan kekalahan membuat singgasana Van Gaal berguncang hebat. Sejumlah pelatih dikaitkan dengan MU, digadang-gadang siap menggantikan taktisi gaek berkebangsaan Belanda itu.

Biarkan Van Gaal bernapas lega, meski sesungguhnya perjalanan masih panjang dan sarat tantangan.

Oleh-oleh tiga angka dari Anfield menambah pundi-pundi MU, walau posisi mereka di klasemen sementara belum mengalami perbaikan yang signifikan.

Mengepak poin 37, tim yang bermarkas di Old Trafford masih terpaku di posisi kelima atau terpaut tujuh angka dari Arsenal, sang pemuncak klasemen.

"Kini semua berpulang kepada kami," kata Van Gaal. Kalimat sumir itu sarat makna, keluar dari hati yang paling dalam.

Sukses tidaknya MU musim ini, semuanya memang kembali kepada seluruh pemain, tanpa terkecuali.

Tersingkir dari Liga Champions, MU fokus ke Premier League. Mereka ingin juara, mengulang sukses seperti musim 2012/2013.

Sebagai pelatih, Van Gaal berharap kemenangan atas The Reds akhir pekan ini menjadi momen kebangkitan The Reds Devil agar tak lagi keluar dari jalur kemenangan. "Melihat pertandingan ini, saya percaya kami bisa memperbaiki performa. Kemenangan ini juga menjadi penyemangat bagi semua pemain, juga fans", kata Van Gaal.

Oleh karena itu, biarkanlah Van Gaal dimabuk kemenangan dan seolah-olah MU sudah juara.

Tambah wine-nya Van Gaal...