Upaya Terakhir 'Bangunkan' Robot Philae di Komet 67P
Viva.co.id

4 years ago

Upaya Terakhir 'Bangunkan' Robot Philae di Komet 67P

VIVA.co.id - Lama tak ada kabar, kini robot pendarat Badan Antariksa Eropa (ESA) yang berada di permukaan komet 67P/Churyumov-Gerasimenko, yaitu Philae, diharapkan akan terbangun dari tidur panjangnya.

Akhir bulan ini, komet tersebut diperkirakan makin dekat dengan matahari, dengan demikian diharapkan bisa membangunkan Phile. Diketahui Philae merupakan robot peneliti yang berbasis tenaga surya, tetapi kini dalam mode diam karena daya habis.

Kemarin, tim German Aerospace Centre DLR telah berusaha menjalin kontak dengan robot pendarat tersebut. Tim telah mengirimkan sinyal perintah (command) melalui pesawat pengorbit komet, Rosetta untuk memastikan bisa menjalin kontak dengan roda Philae.

Upaya ini ingin memastikan apakah Philae masih stabil berada dalam posisi terakhir atau tidak. Diharapkan dengan mengetahui hal itu, Philae bisa diperkirakan bisa bergerak atau tidak dari posisi terakhir.

"Waktu habis, jadi kami ingin mengeksplorasi semua kemungkinan," kata Stephan Ulamec, manajer pendarat Philae dalam pernyataannya dikutip dari Forbes, Selasa 12 Januari 2016.

Peneliei ESA menduga saat ini panel surya Philae tertutupi debu komet. Dengan posisi komet yang bakal dekat dengan matahari, tim berharap panel itu bisa mendapatkan paparan sinar matahari.

Tim peneliti mengakui saat ini tidak mengetahui keadaan sebearnya dari Philae. Diketahui posisi terakhir, Philae masih dalam mode diam sejak robot itu mengirimkan kondisi 'kesehatannya' pada Juli 2015. Tim meyakini, setidaknya satu atau dua pemancar sinyal dan satu dari dua penerima sinyal telah mengalami kegagalan.

Diketahui, sejak mendapat di permukaan komet pada November 2014, Philae meleset dari titik pendaratan yang ditentukan. Philae memantul dan akhirnya berada di posisi yang terhalang dari paparan sinar matahari.

Sebenarnya pada Agustus 2015, komet 67P berada pada posisi terdekat dengan matahari, tetapi saat itu tak bisa dimaksimalkan oleh Philae yang telanjur 'tertidur' akibat daya energi Philae habis.

Kini, pada akhir Januari, komet diperkirakan akan lebih dari 300 juta kilometer dari matahari dan suhu permukaan komet diperkirakan kurang dari 52 derajat celsius. Tapi sayangnya, suhu itu pun masih tidak memungkinkan untuk mengoperasikan Philae.

ESA mengaku akan terus berupaya menjalin kontak dengan Philae, dengan mengirimkan dua sinyal setiap hari dalam bulan Januari ini. Tapi sayangnya, upaya itu belum membuahkan hasil, mereka tidak mendapatkan balasan dari Philae.

Momentum untuk mengontak roda Phile ini dikatakan sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan respons dari Philae. Bahkan, ESA menyebutkan kemungkinan 'usia' Philae tinggal beberapa hari lagi.

"Ada kemungkinan kecil. Kami ingin berusaha keras dengan segala daya upaya," kata ESA. (asp)