Gafatar Larang Salat 5 Waktu dan Puasa
Metrotvnews.com

4 years ago

Gafatar Larang Salat 5 Waktu dan Puasa

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mendadak terkenal. Organisasi tersebut dalam beberapa bulan terakhir dicatut lantaran diduga bersangkutan dengan organisasi yang dilarang Majelis Ulama Indonesia.

Tercatat, dokter Rica Tri Handayani; Diah Ayu Yulianingsih, seorang ibu putra satu anak dari Sleman; ES, seorang PNS RSUP Dr Sardjito; hingga seorang pelajar tingkat SMA, Ahmad Kevin Aprilio, dikabarkan menghilang dengan dikaitkan dengan Gafatar.

Paman dari Diah Ayu Yulianingsih, M. Faried Cahyono mengungkapkan organisasi tersebut merupakan organisasi sesat. Hal itu dibuktikan saat pemerintah melarang organsasi tersebut dengan menerbitkan surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tanggal 20 November 2012.

"Organisasi (Gafatar) ini sesat. Kesesatan mereka dibungkus rapi dengan kegiatan sosial," kata Faried di Polda Yogyakarta, Senin (11/1/2016).

Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjelaskan kesesatan Gafatar bisa dilihat dari kacamata apa yang diajarkan kepada pengikutnya. Gafatar, kata dia, mengajarkan agar pengikutnya tidak menjalankan salat lima waktu dan puasa Ramadan.

"Ayu tahun 2006 terlibat Gafatar. Organisasi ini pandai membungkus aktivitasnya dengan kegiatan sosial. Setelah suami Ayu meninggal, situasi ini dimanfaatkan untuk mempengaruhinya," kata dia.

Faried meminta mereka yang terlibat dalam Gafatar segera bertaubat. Ia juga meminta MUI, Muhammadiyah, dan NU ikut mencermati ajaran Gafatar dengan sungguh-sungguh. "Organisasi ini sudah dilarang dan mati, tapi muncul dengan organisasi baru," kata dia.

Kepala Polda Yogyakarta, Brigjen Pol Erwin Triwanto, saat konferensi persnya tak langsung menyebut nama organisasi Gafatar berkaitan langsung dengan orang yang sempat hilang dan sudah ditemukan. Namun, Erwin sempat berucap, "Iya bersangkutan dengan organisasi itu."

Erwin juga mengatakan jika organisasi itu sudah dibubarkan MUI. Meski begitu, Erwin mengaku belum bisa menindak orang yang apabila terindikasi menjadi bagian dari Gafatar. Selain itu, ia juga menyebut Gafatar sudah berganti nama menjadi Negara Karunia Tuhan. Dari informasi yang Metrotvnews.com himpun, Gafatar kini berubah nama menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam.

UWA