Lika-liku Gedung Baru KPK

4 years ago

Lika-liku Gedung Baru KPK

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya punya gedung sendiri. Presiden Jokowi meresmikan gedung 'Merah Putih' di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2015).

Pembangunan gedung baru KPK ini bukan tanpa hambatan. Sejumlah penolakan sempat terjadi, baik dari anggota Dewan di Senayan maupun warga setempat.

Berikut ini lika-liku pembangunan gedung baru KPK yang dirangkum Liputan6.com:

1. Ditolak DPR

Sejak 12 Juni 2008, KPK telah mengajukan proposal anggaran gedung baru sebesar Rp 187,9 miliar ke DPR. Namun, saat itu DPR menolak pengajuan tersebut. Penolakan DPR berlanjut pada 16 September 2008.

Pada 4 Desember 2008, Kementerian Keuangan menyurati KPK bahwa terdapat alokasi tambahan anggaran sebesar Rp 90 miliar untuk pembangunan gedung dengan syarat Komisi III DPR menyetujuinya. Namun yang terjadi, anggaran pembangunan gedung baru KPK malah diberi tanda bintang oleh DPR. Anggaran pun tak bisa langsung cair.

KPK tak menyerah dengan kembali memohonkan pembangunan gedung baru pada 11 Oktober 2012 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR. Permohonan pun disetujui dengan menghapus tanda bintang.

Anggaran pembangunan gedung KPK disetujui DPR secara tahun jamak sebesar Rp 168 miliar yang dimulai pada 2013. Untuk tahap pertama, anggaran pembangunan gedung yang sebelumnya diberi tanda bintang akhirnya bisa cair sebesar Rp 61 miliar. Komisi III berharap, alokasi ini dapat meningkatkan kinerja KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.

2. Koin dari Rakyat

Total biaya yang harus dikeluarkan KPK untuk pembangunan gedung baru ini diperkirakan menghabiskan dana Rp 215 miliar. Karena anggaran gedung baru KPK sempat ditolak DPR, rakyat pun mengumpulkan koin untuk biaya pembangunan gedung baru KPK.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan jumlah saweran rakyat yang terkumpul mencapai Rp 400 juta. Dari jumlah tersebut, diketahui ada juga masyarakat yang rela menjual mobil dan menyumbangkan demi pembangunan gedung tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih untuk bangsa Indonesia, untuk penyawer-penyawer yang membantu KPK. Akan dibentuk prasasti karena dari merekalah gedung ini dibangun sebagian. Dana itu belum cukup, tapi akan kami mulai dari yang ada, untuk bangun gedung ini, bagi mereka yang berkiprah untuk bangsa," ujar Bambang.