Terpapar Asap Vape Orang Lain, Berbahaya atau Tidak?
Doktersehat.com

1 week ago

Terpapar Asap Vape Orang Lain, Berbahaya atau Tidak?

By Photo Source: Flickr/vaping360

DokterSehat.Com – Vape atau rokok elektrik kini semakin populer, khususnya di kalangan anak muda. Mereka bisa mengisapnya di berbagai tempat umum seperti kafe atau di pinggir jalan. Hal ini membuat kita bisa dengan mudah terpapar asap vape dari orang lain. Sebenarnya, apakah paparan asap vape ini bisa berbahaya bagi kita yang tidak mengisapnya?

Dampak Paparan Asap Vape dari Orang Lain

Sering dianggap sebagai rokok yang lebih aman dari rokok biasa, dalam realitanya vape juga bisa memberikan dampak kesehatan bagi tubuh. Tak hanya bagi pengisapnya, mereka yang menjadi perokok pasif karena terpapar asap vape juga mengalami dampak kesehatan.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada 2014 silam, disebutkan bahwa kualitas air di dalam ruangan yang dipenuhi oleh orang yang mengisap vape cenderung semakin memburuk. Bagi mereka yang tidak mengisap vape namun berada di ruangan tersebut, mereka juga sebenarnya juga mengisap kandungan beracun di dalam vape sebagaimana para perokok vape aktif.

Penelitian lain yang dilakukan pada 2018 mengungkap fakta bahwa vape tak hanya mengandung nikotin, melainkan juga logam berat, aldehida, dan glycerin. Meskipun produsen vape sudah berusaha untuk membuat produknya lebih aman dari rokok biasa, tetap saja ada dampak yang akan kita dapatkan dari terbiasa mengisap vape atau jika kita sering menjadi perokok elektronik pasif.

Dampak pertama yang bisa didapatkan dari sering terpapar asap vape adalah peningkatan risiko terkena asma . Hal ini disebabkan oleh kemampuan kandungan di dalam vape yang bisa memicu sesak napas.

Laporan yang dikeluarkan oleh Surgeon General pada 2018 menyebutkan bahwa penggunaan vape pada anak muda dan remaja cenderung semakin meningkat. Masalahnya adalah perkembangan paru dan saluran pernapasan pada anak muda dan remaja ini masih berlangsung. Paparan asap vape dikhawatirkan bisa menyebabkan gangguan pada perkembangan tersebut dan akhirnya meningkatkan risiko terkena asma dan iritasi saluran pernapasan.

Melihat fakta ini, kita memang sebaiknya lebih cermat dengan asap vape dan sebisa mungkin menghindarinya demi mencegah datangnya masalah kesehatan.

Berbagai Bahaya dari Vape

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali bahaya yang bisa didapatkan jika kita sering mengisap vape.

Berikut adalah bahaya-bahaya tersebut.

Bisa Memicu Ketagihan

Sebagaimana rokok konvensional, vape ternyata juga bisa menyebabkan kecanduan. Hal ini disebabkan oleh kandungan nikotin di dalamnya. Keberadaan nikotin ini bisa membuat hormon dopamine di dalam otak terlepas dalam jumlah yang banyak. Hal ini berarti, jika ada kabar yang menyebut vape bisa membantu berhenti merokok, sebenarnya hanya mengalihkan ketergantungan dari rokok biasa ke rokok elektronik.

Bisa Membahayakan Kondisi Paru

Keberadaan nikotin yang ada di dalam vape bisa memicu peradangan pada paru dan membuat fungsinya semakin menurun. Bahkan, ada yang menyebut kandungan di dalam vape bisa meningkatkan risiko terkena penyakit bronkiolitis obliterans yang berbahaya.

Tidak Baik bagi Jantung

Tak hanya paru-paru, jantung ternyata juga bisa mengalami dampak buruk dari kebiasaan mengisap vape. Hal ini disebabkan oleh kandungan nikotin dan bahan kimia lainnya yang bisa memasuki aliran darah dan merangsang produksi hormon epinefrin yang bisa memicu peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Hal ini tentu bisa membahayakan kondisi organ kardiovaskular, bukan?

Berbahaya bagi Ibu Hamil

Ibu hamil memang sebaiknya menghindari paparan asap rokok, baik itu rokok biasa ataupun vape demi mencegah paparan nikotin dan zat kimia berbahaya lainnya yang bisa saja mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungannya.

Risiko Ledakan

Meski kasusnya jarang terjadi, terkadang vape memang bisa meledak dan menyebabkan cedera parah yang tidak bisa disepelekan.

Sumber:

1. Roberts, Caroline. 2019. Secondhand vaping: The latest vaping health risk.cnet.com/news/secondhand-vaping-the-new-health-risk-you-didnt-even-know-was-an-issue/. (Diakses pada 3 Desember 2019).