80 Dai Lolos Seleksi Sertifikasi Tahap Awal
Medcom.id

3 weeks ago

80 Dai Lolos Seleksi Sertifikasi Tahap Awal

Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuka gelombang pertama sertifikasi dai (pendakwah). Sebanyak 80 peserta lolos tahap awal seleksi.

"Ini baru gelombang pertama kira-kira 80 orang peserta, kita seleksi terhadap orang-orang yang selama ini sudah mempunyai pengalaman cukup," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi di acara Prime Talk Metro TV , Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

Masduki menjelaskan MUI telah menelusuri rekam jejak 80 peserta sertifikasi dai. Standardisasi lainnya, peserta harus memiliki kedalaman pengetahuan agama hingga berideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Apakah dai itu friendly dengan ideologi negara, NKRI, dan kebhinekaan? Apakah memiliki kedalaman soal agama atau dia bisa mengontekskan paham agama dengan konteks kenegaraan? Ada standar tesnya lewat berbagai metode yang disiapkan panitia," ucap Masduki.

Masyarakat yang belum memiliki pengalaman berdakwah juga dapat mendaftarkan diri. Proses seleksi dibuka untuk umum.

Mereka yang belum memiliki pengalaman sebagai pendakwah akan diberikan kursus selama tiga hari. Kursus dilakukan demi menggalang kader dai yang sesuai standardisasi MUI.

"Agar dai-dai ke depan itu ramah, pemahaman keagamaannya bagus, mempunyai pengaruh yang bagus untuk kalangan muda," terang Masduki.

Dai yang tidak lolos sertifikasi, kata dia, tidak diperbolehkan menyampaikan ajaran agama di instansi pemerintah. Hal ini untuk menangkal pertumbuhan radikalisme, khususnya di kementerian dan lembaga pemerintah.

"Kalau tidak lolos berarti dia tidak disarankan untuk melakukan ceramah di instansi pemerintahan. saya kira sangat penting untuk kita jaga (instansi pemerintah) karena surveinya relatif cukup mengkhawatirkan," imbuh Masduki.

Masduki berharap organisasi masyarakat (ormas) seperti Nadhlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mulai menerapkan sertifikasi dai. MUI tak bisa memerangi radikalisme sendirian.

"Nanti standardisasinya masing-masing dari NU, Muhammadiyah, dan ormas lainnya untuk melakukan (sertifikasi dai). Sehingga apa yang dikhawatirkan paham radikalisme ini tidak menyebar," pungkasnya.