[POPULER NASIONAL] Rizieq Shihab Tak Boleh Keluar Arab Saudi
Kompas.com

3 weeks ago

[POPULER NASIONAL] Rizieq Shihab Tak Boleh Keluar Arab Saudi

|

JAKARTA, KOMPAS.com - "Surat pencekalan " yang diklaim Pemimpin Front Pembela Islam ( FPI ) Rizieq Shihab membuat dia tak bisa keluar dari Arab Saudi , rupanya bukan berasal dari Pemerintah Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku telah menerima salinan surat dari pengacara Rizieq. Namun, menurut dia, surat tersebut berasal dari Pemerintah Arab Saudi.

"Itu yang dikirim ke saya itu bukan surat pencekalan. Bukan alasan pencekalan. Tapi surat dari Imigrasi Arab Saudi bahwa Habib Rizieq nomor paspor sekian dilarang keluar Arab Saudi karena alasan keamanan," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

"Itu berarti kan urusan dia dengan Arab Saudi, bukan urusan dia dengan kita. Kalau ada yang dari kita, tunjukkan ke saya," sambung Mahfud.

Kabar ini menjadi terpopuler di rubrik Nasional Kompas.com sepanjang Kamis (14/11/2019).

Ia menambahkan, di dalam surat tersebut tidak ada penjelasan bahwa Rizieq dilarang keluar atas permintaan Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, ia heran, mengapa Rizieq mengklaim bahwa surat tersebut atas permintaan pemerintah.

"Enggak ada penjelasannya. Begitu saja suratnya. Kan sama, kamu mau masuk bandara, orang mau masuk bandara, lalu kamu dilarang keluar karena masalah ini, enggak ada penjelasannya," kata dia.

Menurut dia, di surat itu hanya tertulis Rizieq dilarang meninggalkan Arab Saudi karena alasan keamanan.

Oleh karena itu, Mahfud pun menegaskan pemerintah tak akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk membantu pemulangan Rizieq.

"Enggak. Itu urusan dia dengan pemerintah Arab Saudi," ujar Mahfud.

Polisi berjaga pascaledakan yang diduga bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengonfirmasi bahwa jumlah sementara korban luka-luka dalam peristiwa ledakan bom tersebut berjumlah 6 orang.

|

Kabar terpopuler selanjutnya yakni terkait terungkapnya rencana D, istri RMN, pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, untuk melancarkan teror di Bali.

"Di dalam jejaring komunikasi media sosialnya, mereka (D dan terduga teror lainnya) berencana melakukan aksi terorisme di Bali," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Markas Korps Brimob, Depok, Jawa Barat, Kamis (14/11/2019).

Penyusunan rencana ini, lanjut Dedi, dilakukan bersama seorang pria berinisial I.

Setelah ditelusuri I merupakan narapidana perkara terorisme yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II, Kota Medan, Sumatera Utara.

"Yang bersangkutan (D) cukup aktif di media sosial dan secara fisik sudah pernah berkomunikasi lewat Facebook (dengan I)," kata Dedi.

Kini, D masih diperiksa secara intensif oleh tim Densus 88 Antiteror Polri untuk pengembangan kasus bom bunuh diri sang suami beserta aksi teror yang direncanakannya.

Sebelumnya, RMN melancarkan aksinya di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Rabu (13/11/2019) pagi.

Dengan mengenakan jaket yang identik dengan jaket ojek online (ojol), RMN meledakkan diri dan meninggal dunia di tempat dengan kondisi mengenaskan.

Peristiwa tersebut mengakibatkan enam orang mengalami luka ringan. Empat orang merupakan personel Polri, satu orang pekerja PHL, sedangkan seorang lainnya masyarakat biasa.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Ihsanuddin, Achmad Nasrudin Yahya)