Bukan Unggulan, PSG Malah Juara Tundukkan Perseta di Final
JawaPos.com

3 weeks ago

Bukan Unggulan, PSG Malah Juara Tundukkan Perseta di Final

JawaPos.com – Putra Sinar Giri (PSG) Gresik benar-benar tampil mengejutkan di Liga 3 Regional Jawa Timur musim ini. Sebelum kompetisi dimulai, jangankan masuk daftar kandidat juara, sekadar lolos dari babak penyisihan pun mereka tak masuk hitungan. Tetapi, di luar dugaan, PSG malah berhasil menahbiskan diri sebagai juara.

Bahkan, gelar juara itu mereka raih di Stadion Rejoagung, Tulungagung, yang merupakan kandang Perseta Tulungagung. Musuh PSG pada partai final kemarin sore (14/11). Podium tertinggi itu diduduki tim asal Kota Pudak tersebut setelah mereka mengalahkan Perseta 5-3 melalui drama adu tendangan penalti.

Penentuan juara harus melalui adu tendangan penalti setelah kedua kesebelasan bermain imbang 0-0 dalam waktu normal. Dalam adu jitu menendang penalti itu, lima algojo PSG sukses menjalankan tugasnya. Kelima penendang tersebut adalah Danny Alvianez, Rizky Dwi Laksono, Rendy Jaya Firnanda, Hasbiyanto, dan Rendika Vidyananda.

Di sisi lain, hanya tiga penendang Perseta yang sukses menyarangkan bola ke gawang PSG. Tiga penendang itu Zidan Fahmi Abdillah, Achmad Rohmatulloh Rafi, dan Agus Rudiono. Satu eksekutor lainnya, Sambung Prakoso, gagal menyarangkan bola ke gawang. Tendangannya membentur mistar gawang.

’’Kebersamaan, kedekatan, rasa saling percaya, dan tanggung jawab menjadi kunci kemenangan kami kali ini,’’ kata pelatih PSG Khoirul Anam.

Dia menambahkan, sejatinya dirinya tak terlalu terkejut dengan keberhasilan anak asuhnya meraih gelar juara itu. Sebab, begitu memastikan tiket ke final, Anam dan para pemain PSG optimistis bisa menjadi yang terbaik di Liga 3 Regional Jatim tahun ini.

’’Meski bermain di kandang lawan, kami tetap yakin karena mental pemain sangat bagus. Itu sudah mereka buktikan saat semifinal melawan Persekabpas Pasuruan,’’ tuturnya.

Ya, tiket final diraih PSG setelah mengandaskan tuan rumah Persekabpas juga lewat drama adu penalti dengan skor akhir 7-6 di Stadion R Soedarsono, Pasuruan (12/11).

Kendati tak terlalu terkejut, Anam tetap bersyukur timnya bisa meraih gelar itu. Dia pun mengapresiasi kerja keras para pemainnya. Namun, dia mengingatkan David Faristian dkk untuk tidak cepat berpuas diri. ’’Sebaliknya, gelar juara ini harus menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di pertandingan regional Jawa,’’ tegasnya.