Rafael Nadal: Ini Kemenangan Satu di Antara Seribu Kemungkinan
JawaPos.com

4 weeks ago

Rafael Nadal: Ini Kemenangan Satu di Antara Seribu Kemungkinan

JawaPos.com – Tertinggal dengan dua kali break bisa menjadi sinyal kekalahan yang menyakitkan dalam olahraga tenis. Namun, itu tidak berlaku bagi Rafael Nadal. Dia berhasil keluar dari lubang keterpurukan dan membalikkan situasi menjadi kemenangan yang gilang-gemilang.

Bagi petenis mana pun di dunia ini, tertinggal 0-4, lalu 1-5 pada set penentuan seperti tinggal menunggu mati. Apalagi, sang lawan, Daniil Medvedev, sudah mencapai match point alias hanya membutuhkan satu poin lagi untuk menang.

Di situlah Nadal tiba-tiba seakan menemukan senjata pemungkasnya, lalu bangkit dan menyerang. Tanpa bisa dihentikan, petenis Spanyol tersebut memenangi lima game berikutnya secara beruntun.

Setelah memaksakan rubber game, pemilik 19 gelar grand slam itu menang 6(3)-7(7), 6-3, 7(7)-6(4). Medvedev yang terkenal punya attitude luar biasa di tengah lapangan berkali-kali mengacungkan jempol kepada Nadal. Meski tak percaya akhirnya kalah dalam laga tersebut, petenis Rusia tersebut terpaksa menerima kenyataan yang meremukkan hati itu.

’’Sorry Daniil, itu adalah kekalahan yang menyakitkan. Dia bermain jauh lebih baik dari aku di set ketiga. (Namun) inilah salah satu hari (yang buruk) itu. Satu di antara 1.000 kemungkinan bahwa seorang petenis bisa menang saat sesulit ini,’’ ujar Nadal.

Hasil itu sekaligus memperpanjang napas petenis nomor satu dunia tersebut di ajang ATP Finals. Setidaknya dia masih bisa memperjuangkan laga pemungkas fase grup melawan petenis termuda di turnamen tersebut, Stafanos Tsitsipas (Yunani).

Penampilan impresif Medvedev dini hari kemarin memang patut diacungi jempol. Bermodal servisnya yang akurat, dia sukses mencetak 21 ace. Berbanding hanya dua kali yang dibuat Nadal. Tetapi, Nadal memainkan tempo permainan dengan mengajak lawannya bermain rally. Itu terbukti ampuh membuat Medvedev mati kutu setelah leading 5-1.

’’Daniil sangat tangguh secara mental. Dia sudah menunjukkan kepada semua orang apa yang dia raih sepanjang tahun ini. Jika Anda tidak bisa menjadi sangat solid secara mental, jujur saja itu tidak akan mungkin terjadi,’’ terang petenis 33 tahun tersebut.

Medvedev sepanjang tahun ini tampil begitu impresif. Dia berhasil delapan kali melaju ke final ATP Tour 2019. Empat di antaranya berakhir dengan kemenangan. Yakni, di Shanghai Masters, St Petersburg Terbuka, ATP Masters 1.000 Cincinnati, dan Sofia Terbuka.

Empat turnamen lainnya diakhiri dengan kekalahan. Uniknya, dua kali Medvedev kalah oleh Nadal pada babak pemungkas. Yakni, di final Amerika Serikat Terbuka dan Rogers Cup.

Medvedev mengakui, masalah mental bertanding mengambil peran krusial atas kekalahannya. ’’Ada banyak hal untuk dibicarakan tentang mentalitas saya yang kurang baik. Mudah-mudahan saya tidak mengalami pertandingan seperti ini dalam karir saya. Tapi, kita tidak pernah tahu. Yang pasti, saya akan berusaha menghindari itu,’’ ujarnya via Tennis.com.

Dengan kemenangan tersebut, posisi Nadal di puncak ranking ATP lebih sulit digoyang. Dengan satu kemenangan di fase grup yang diganjar 200 poin ranking, jelas akan menyulitkan pesaing terdekatnya, Novak Djokovic, untuk mengejar ketertinggalannya saat ini. Untuk kembali ke singgasana tunggal putra dunia, Nole –sapaan karib Djokovic– wajib menjuarai ATP Finals.