5 Alasan Kenapa Menjadi Workaholic Juga Merugikan Orang Lain
IDN Times

1 week ago

5 Alasan Kenapa Menjadi Workaholic Juga Merugikan Orang Lain

Mungkin kamu sudah gak asing dengan istilah workaholic . Ya, workaholic atau pecandu kerja merupakan kondisi saat seseorang bekerja terlalu berlebihan hingga melupakan aspek kehidupan yang lain. Banyak sebab seseorang menjadi workaholic , seperti ingin mengejar karier, terlalu mencintai pekerjaannya, perfeksionis, dan ingin dipuji atasan.

Seorang workaholic rela kehilangan banyak waktu, bahkan mengorbankan kesehatannya. Gak cuma merugikan diri sendiri, ternyata workaholic juga merugikan orang lain, lho. Yuk, simak beberapa alasannya berikut.

1. Waktu bersama dengan pasangan dan keluarga bisa berkurang

Tanpa sadar, seorang workaholic akan mengabaikan anggota keluarga mereka karena bekerja tanpa henti. Waktu untuk pasangan dan anak pun bisa berkurang. Pasangan bisa saja akan merasa sedih karena kurang mendapatkan perhatian. Untuk anak-anak yang masih kecil, kebersamaannya dengan orangtua akan berkurang.

Selain itu, seorang workaholic juga mungkin akan melewatkan banyak momen bersama keluarga besar. Kalau sudah begini, waspadai renggangnya hubungan dengan keluarga, ya.

2. Workaholic lebih rentan sakit dan merepotkan orang lain

Bukan gak mungkin, seorang workaholic bisa jadi lebih rentan sakit. Kurangnya tidur dan abai terhadap jadwal makan serta olahraga berisiko mengundang berbagai gangguan kesehatan.

Gak cuma penyakit fisik, sakit yang timbul bisa berupa penyakit mental. Nah, kalau sudah sakit, pada akhirnya akan merepotkan orang-orang di sekitar, terutama keluarga, 'kan?

3. Kegiatan sosial bisa jadi terabaikan

Bagi seorang workaholic yang gila kerja, bukan gak mungkin ia akan melewatkan berbagai acara sosial bersama keluarga, teman, atau kerabat. Ketika diajak jalan-jalan, olahraga, atau pesta pernikahan, seorang workaholic justru memikirkan berbagai pekerjaan yang belum selesai.

Tentu saja ini bisa merugikan orang lain, terutama pihak yang mengajak atau mengundang.

4. Orang lain bisa saja merasa gak dihargai

Beberapa workaholic gak percaya dengan kemampuan orang lain. Ia akan menganggap gak ada orang lain yang bisa bekerja sebagus dirinya sehingga rentan mengambil alih pekerjaan orang lain.

Selain itu, bekerja tanpa henti akan menyebabkan seorang workaholic menjadi mudah marah dan emosi. Tentu ini bisa merugikan orang lain yang ada di sekitarnya.

5. Rekan kerja pun bisa ikut stres

Seorang workaholic bisa saja membuat rekan kerja stres, lho! Ritme kerja workaholic yang serbakeras bisa membuat rekan kerjanya merasa harus bekerja seperti itu juga.

Selain itu, seorang workaholic yang sering begadang dan bekerja di akhir pekan, bukan gak mungkin akan bertanya tentang pekerjaan ke rekan kerjanya di waktu-waktu tersebut. Hal tersebut tentu akan membuat rekanmu kesal.

Nah, itu tadi beberapa dampak negatif seorang workaholic kepada orang lain. Bagi seorang workaholic , kerja lembur tiap hari mungkin biasa saja. Namun, bagi orang lain, hal tersebut bisa menjadi hal yang menjengkelkan dan melelahkan.

Pada akhirnya, jangan lupa bahwa pekerjaan hanya satu bagian dari kehidupan. Segala sesuatu yang berlebih itu memang gak baik. Jadi, lakukan segala sesuatunya dengan sewajarnya, ya, G uys !