SEA Games 2019: Tambahan Anggaran Masih Mengambang
Kumparan.com

1 week ago

SEA Games 2019: Tambahan Anggaran Masih Mengambang

22 hari jelang bergulirnya SEA Games 2019 di Filipina, 30 November-11 Desember mendatang, masih ada saja kendala yang menghinggapi kontingen Indonesia. Salah satunya adalah tambahan anggaran yang masih belum jelas kepastiannya.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) awalnya menganggarkan dana sebesar Rp 47 miliar untuk ajang dua tahunan tersebut. Namun, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyebut dana tersebut tidak cukup jika menilik jumlah tarktual atlet dan ofisial yang diberangkatkan.

Dari yang awalnya hanya mengikuti 45 cabang olahraga (cabor), KOI nyatanya menambah jumlah itu menjadi 49 cabor. Besar kemungkinan kontingen 'Merah Putih' bakal dihuni oleh 1.276 orang.

Harry Warganegara selaku Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia di SEA Games 2019 menyebut anggaran yang dibutuhkan dengan jumlah kontingen teranyar adalah sebesar Rp 64 miliar. Sehingga ada kekurangan Rp 17 miliar dari anggaran awal yang dialokasikan.

Hingga tiga pekan sebelum perhelatan, Harry menyebut pihak Kemenpora belum memastikan jumlah tambahan anggaran yang bakal diberikan.

Chief de Mission SEA Games 2019 Harry Warganegara (kanan) bermain squash dengan pemain timnas squash Indonesia Catur Yuliana saat pelatnas SEA Games 2019 di Lapangan Squash, Kompleks GBK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

"Untuk tambahan angkanya belum ada (informasi), tapi tadi saya rapat (dengan Kemenpora) dan mereka akan bereskan di Sabtu-Minggu ini, nanti Senin Kemenpora akan umumkan," kata Harry saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Sementara itu, Plt Deputi IV Kemenpora, Yuni Purwanti, menyebut pihaknya masih merevisi beberapa anggaran untuk dialihkan ke SEA Games 2019. Namun, lagi-lagi jumlah yang bakal digelontorkan belum ada kejelasan.

"Belum ada, ini sedang direvisi dulu. Tapi, untuk memberi berapa belum tahu. Tenggat waktunya sampai sebelum berangkat harus sudah selesai. Karena ini dana hanya untuk pemberangkatan, kalau pelatnas lain," jelas Yuni.

"Alokasi ini saya potong-potong dari Deputi IV saja. Contohnya kami ambil anggaran dari belanja modal. Itu 'kan hanya untuk beli barang, kami tahan dalam dua bulan ke depan," ujarnya menambahkan.

Pemain timnas squash Indonesia mengikuti pelatnas SEA Games 2019 di Lapangan Squash, Kompleks GBK, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

"Ini revisi internal, meskipun tetap harus sampai ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang penting tak menyalahi regulasi. Tapi tak masalah, sudah diketahui semuanya bahwa kita butuh dana, tak boleh buru-buru, jadi harus sesuai aturan," pungkasnya.

Sementara itu, atlet yang akan diberangkatkan ke SEA Games 2019 diwajibkan mendapatkan suntik vaksin polio. Seluruh anggota kontingen 'Merah Putih' mulai dari atlet hingga ofisial wajib memiliki buku sertifikat vaksinasi internasional (International Certificate of Vaccinations or Prophylaxis) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai bukti bahwa mereka sudah vaksinasi polio.