Gak Cuma Urusan “Cuan,” Ini Alasan Youtube Buat Layanan Streaming Musik
Moneysmart.id

1 week ago

Gak Cuma Urusan “Cuan,” Ini Alasan Youtube Buat Layanan Streaming Musik

Aplikasi Youtube Music baru saja meluncur di Indonesia dan sudah bisa diunduh di Google Playstore dan iOS Apps Store. Dengan ini, Youtube pun resmi meramaikan pasar layanan streaming musik di Tanah Air.

Semua tentu tahu, dua aplikasi streaming musik yang umumnya di Install di ponsel kamu antara lain adalah Spotify dan Joox. Nah sekarang ada Youtube Music nih, hayooo.. tertarik buat pindah atau masih setia sama aplikasi yang udah pernah kamu pakai?

Dalam jumpa pers virtual yang diselenggarakan di kantor Google Indonesia pada 5 November 2019, pihak Google menjelaskan secara umum mengapa mereka akhirnya memutuskan untuk terjun ke layanan streaming musik ini, dan masuk ke Indonesia.

Mau tahu alasannya? Yuk simak ulasannya.

1. Nama Youtube gak asing bagi Indonesia

Pose Ahok ketika mendapatkan Silver and Gold Button dari Youtube (Instagram).

“Banyak peluang besar yang bisa kami dapat di Indonesia, negara ini punya populasi yang cukup besar dan Youtube memang punya hubungan erat terhadap kebudayaan Indonesia. Di sini ada sekitar 200 content creator yang meraih Gold Play Button, dan kami juga melihat suksesnya Youtube Fan Fest yang digelar di sini,” ujar Head of Music Content Partnerships, YouTube & Google Play (ANZ & SEA), Ruuben van den Heuvel.

Pria yang dulu pernah menjabat sebagai Head of Music di Nokia ini juga menegaskan bahwa, “musik” merupakan hal yang gak bisa dilepaskan dari hati masyarakat, termasuk Indonesia tentunya.

Selain itu, banyak sekali penyanyi-penyanyi Indonesia yang tenar berkat situs layanan streaming video ini. Sebut saja seperti Siti Badriyah, Andmesh, dan lainnya.

2. Mau jadi penghasil cuan terbesar di Indonesia

Youtube semakin ingin dikenal masyarakat Indonesia (Shutterstock).

“Tujuan kami (dalam meluncurkan Youtube Music) adalah untuk menjadi penghasil keuntungan nomor satu di industri musik Indonesia,” tegas Ruuben van den Heuvel.

Wuih, gak cuma jadi layanan streaming musik nomor satu ya. Melainkan juga penghasil cuan terbesar dari industri musik Indonesia.

Tapi ngomong-ngomong, gimana sih cara Youtube mendapatkan uang lewat layanan streaming ini?

Ruuben menjelaskan bahwa sebagai penyedia layanan streaming, mereka menerapkan fitur berbayar (Youtube Music Premium) yang biayanya mulai dari Rp 49 ribu. Selain dari biaya langganan itu, mereka juga bisa mendapatkannya lewat iklan.

Zaman sekarang, streaming itu sendiri memang cukup penting eksistensinya di dunia musik. Bayangin saja, dengan bermodal smartphone kamu bisa mendengarkan lagu-lagu manapun yang ada di penjuru dunia ini tanpa harus beli CD. Jika ingin diputar di speaker, tinggal colok saja.

Kamu juga gak perlu menyimpan semua lagu-lagu yang kamu suka di memory ponsel. Karena streaming ini sifatnya online.

3. Majukan industri musik Indonesia

Youtube ingin memajukan musik Indonesia (Shutterstock).

Tentu saja, pihak Google dan Youtube meluncurkan ini untuk memajukan industri musik Indonesia.

Dalam industri musik, Indonesia memang terkenal dengan tingginya kasus pembajakan. Dulu mungkin kaset dan CD bajakan, lambat laun berubah jadi download MP3 gratis.

Bayangin saja, apa gak kesel tuh yang bikin lagu. Capek-capek, keren-keren dibikin tapi ujung-ujungnya dibajak saja. Itulah pentingnya kehadiran dari layanan streaming musik.

“Kami punya perjanjian kerja sama dengan para kreator musik di Indonesia. Kami juga membayar para perusahaan-perusahaan rekaman di sini,” lanjut Ruuben.

Ada Youtube Music, apa kabar dengan Google Play Music?

Google Play Music (Shutterstock).

Nah, Google sejatinya punya layanan pemutar musik juga yang namanya Google Play Music. Kenapa akhirnya ada aplikasi baru ya? Bukannya hal ini malah jadi kanibal?

Pada kesempatan yang sama, Product Manager Google, Brandon Bilinski, mengatakan bahwa layanan Google Music Player memang gak tersedia di beberapa negara. Saat ini, pihak Google juga sangat menaruh perhatiannya untuk membesarkan Youtube Music yang sudah diluncurkan di Asia Pasific.

“Ketika masyarakat di penjuru sudah mulai beralih ke Youtube Music, pelan-pelan kami akan menutup layanan Google Play Music ini,” ujar Bilinski.

Sekedar informasi saja, Youtube Music memang sudah meluncur di beberapa negara Asia Pasifik lho. Sebut saja seperti di Australia, Jepang, hingga India.

Sayangnya, layanan ini memang belum menyediakan podcast yang tentunya bisa menguntungkan para kreator konten. Kalau di Google Music Play, podcast memang ada.

Meski demikian Bilinski menegaskan bahwa, gak menutup kemungkinan podcast juga bakal tersedia Youtube Music ke depannya.

Itulah sejumlah alasan mengapa Youtube ikut meramaikan pasar layanan streaming musik di Indonesia. Mari kita nantikan saja sepak terjangnya di dunia ini. (Editor: Winda Destiana Putri).