Ini Alasan Nadiem Makarim Setuju Jadi Menteri Jokowi
Moneysmart.id

3 weeks ago

Ini Alasan Nadiem Makarim Setuju Jadi Menteri Jokowi

Pendiri Gojek yakni Nadiem Makarim mengakui dirinya siap membantu Presiden Joko Widodo dan mengemban tugas sebagai menteri di kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin hingga 2024 mendatang.

Kepastian ini terucap saat Nadiem di panggil oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara siang ini. Nadiem mengatakan, dirinya akan mundur dari perusahaan yang dibesutnya selama ini, dan tidak memiliki posisi apapun, dan juga kewenangan di Gojek.

“Sudah pasti dari posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Saya sepenuhnya mundur dari GoJek, tidak lagi membuat keputusan strategis agar fokus menjalankan jabatan,” kata Nadiem.

Saat bertemu dengan Presiden siang ini, Nadiem mengungkapkan, dirinya diajak berbicara banyak isu bersama Presiden. Mulai dari reformasi birokrasi, transformasi ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, hingga investasi.

“Banyak diajak bicara mengenai isu yang disampaikan Pak Presiden pada saat pisato kemarin,” ungkapnya.

Bukti Pengakuan Gojek

Nila Marita, Chief Corporate Affairs mengatakan, dipanggilnya Nadiem Makarim oleh Presiden Joko Widodo menjadi bukti nyata pengakuan negara terhadap keberhasilan Gojek saat ini.

“Hari ini Nadiem dipanggil Presiden Joko Widodo untuk hadir di Istana Negara untuk menjadi bagian dari kabinet baru. Kami sangat bangga karena founder Gojek akan turut membawa Indonesia maju ke panggung dunia.

Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, dimana visi seorang pendiri startup lokal mendapat pengakuan dan dijadikan contoh untuk pembangunan bangsa,” kata Nila.

Sementara itu, untuk pengganti Nadiem, Nila mengatakan Gojek telah menyiapkan pengganti sang founder tersebut untuk meneruskan tampuk kepemimpinan Gojek selanjutnya.

“Ke depan, Gojek akan menghadirkan pemimpin baru. Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek akan berbagi tanggung jawab. Keduanya akan menjalankan perusahaan sebagai co-CEO, dengan fokus membawa perusahaan ke tahap selanjutnya,” ungkapnya.

Nila menegaskan, Gojek telah memiliki rencana yang matang ke depan dan akan mengumumkan lebih jauh mengenai arti pengumuman ini bagi perusahaan dalam beberapa hari ke depan.

“Gojek menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak akan memberikan komentar lebih jauh sebelum ada pemberitahuan resmi dari pihak Istana.”ujar Nila Marita, Chief Corporate Affairs.

Berdasarkan Data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) per Oktober 2018, Nadiem Makarim jadi salah satu pemegang saham terbesar Gojek. Nadiem memiliki saham seri D, E, dan I. Selain tentunya sebagai CEO Nadiem juga menjabat sebagai Dewan Komisaris bersama enam koleganya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah