Terpilih Jadi Ketua BPK, Ini Segudang Prestasi Agung Firman Sampurna
Moneysmart.id

4 weeks ago

Terpilih Jadi Ketua BPK, Ini Segudang Prestasi Agung Firman Sampurna

Sidang Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memutuskan Agung Firman Sampurna sebagai ketua lembaga auditor negara itu. Sidang juga menetapkan Agus Joko Pramono sebagai wakil ketua BPK.

Agung Firman Sampurna sebelumnya menjabat sebagai anggota I BPK. Ia telah menjabat sebagai anggota BPK sejak 2012. Sementara Agus Joko Pramono sebelumnya menjabat sebagai anggota II BPK dan telah menjabat sebagai anggota BPK sejak 2013.

Agung Firman Sampurna adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan periode 2019 – 2022. Agung terpilih secara aklamasi oleh sembilan anggota BPK menggantikan Moermahadi Soerja Djanegara yang memasuki masa purnatugas .

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Anggota I BPK-RI periode 2014 – 2019 , Anggota III periode 2012 – 2013, dan Anggota V periode 2013 – 2014. Agung Firman Sampurna pernah memimpin Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) III (2012 – 2013), AKN V (2013 – 2014), dan AKN I (2014 – 2019)

Penerima Bintang Mahaputra Nararya ini pula turut aktif untuk meningkatkan serta mendorong mahasiswa agar meningkatkan produktivitas tulis karya ilmiah. Sebab, Menurut komisioner asal palembang ini menilai karya tulis ilmiah akademika Indonesia masih sangat rendah .

Oleh karena itu, Agung Firman Sampurna banyak terlibat dalam kegiatan pelatihan, riset, seminar dan berbagai forum lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri . Berikut adalah riwayat pendidikan, karir dan penghargaan yang pernah diterima Agung Firman Sampurna.

Pendidikan

• SD Negeri 65 Palembang (1985)

• SMP Negeri 1 Palembang (1987)

• SMA Negeri 1 Palembang (1990)

• Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya – Inderalaya (1996)

• Pasca Sarjana Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia (1998)

• Pasca Sarjana (S3) Program Studi Administrasi dan Kebijakan Publik, Univesitas Indonesia (2011)

Karier

• Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia 2014 Sekarang

• Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, 2013-2014

• Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, 2012-2013

• Fungsional Umum pada pusat kajian Manajemen Kebijakan LAN- RI

• Fungsional Umum pada Pusat Kajian Sumber Daya Aparatur LAN-RI

• Kepala Sub Bagian Program Sekretariat KPUD Sumatera Selatan, 2004-2005

• Staf. Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin

• Plh. Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Musi Banyuasin

• Staf bagian Organisasi dan Tata Laksana Setwilda Tk.II Kabupaten Musi Banyuasin, 1998-1999

Penghargaan

• Bintang Mahaputra Nararya 2014

• Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang IPS Tingkat Provinsi Sumatra Selatan, 1994

• Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Bidang IPS Tingkat Wilayah A (Sumatra-DKI). 1994

Buku

• Utang Luar Negeri Indonesia: Argumen, Relevansi dan Implikasinya bagi Pembangunan, Penerbit Djambatan, 1999

Pembagian Tugas dan Kewenangan

Posisi ketua sebelumnnya diduduki oleh Moermahadi Soerja Djanegara yang telah habis masa jabatannya. Sedangkan posisi wakil ketua sebelumnya dijabat oleh Baharullah Akbar.

Berdasarkan keterangan resmi BPK seperti dikutip dari Katadata.co.id, sidang berlangsung pada Senin (21/10) di Kantor Pusat BPK. Penetapan ketua dan wakil ketua BPK dilakukan berdasarkan musyawarah dan mufakat.

Selain menetapkan ketua dan wakil ketua, sidang tersebut juga memutuskan pembagian tugas dan wewenang Anggota BPK. Secara rinci, Hendra Susanto ditetapkan menjadi anggota I.

Kemudian Pius Lustrilanang ditetapkan sebagai anggota II BPK, dan Achsanul Qosasi sebagai Anggota III BPK. Lalu Isma Yatun sebagai Anggota IV, Bahrullah Akbar sebagai Anggota V, Harry Azhar Azis sebagai Anggota VI, dan Daniel Lumban Tobing sebagai Anggota VII BPK.

Pemilihan ketua dan wakil ketua BPK serta pembagian tugas dan wewenang anggota BPK dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 15 UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang lembaga tersebut. Selanjutnya, sesuai dengan Pasal 16 ayat (2) UU tersebut, ketua dan wakil ketua BPK terpilih akan melakukan pengucapan sumpah atau janji yang dipandu oleh ketua Mahkamah Agung (MA).

BPK Rasa Politisi

Sebelumnya, MA telah melantik lima anggota baru BPK periode 2019-2024. Kelima anggota tersebut, yakni Pius Lustrilanang, Daniel Lumbantobing, Hendra Susanto, Achsanul Qosasi, dan Harry Azhar Azis. Mereka menggantikan anggota BPK yang habis masa jabatannya yaitu Moermahadi Soerja Djanegara (Ketua merangkap Anggota BPK), Rizal Djalil, dan Eddy Mulyadi Soepardi.

Sementara, Achsanul Qosasi dan Harry Azhar Azis terpilih kembali dan memasuki periode jabatan ke-2 sebagai Anggota BPK. Kelima Anggota BPK tersebut terlebih dahulu ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR pada 26 September 2019.

Mereka terpilih melalui Keputusan DPR RI No. 26/DPR RI/I/2019-2020 tentang Persetujuan DPR RI terhadap Anggota BPK RI periode 2019-2024. Sebelum ditetapkan, pada 25 September 2019, Komisi XI DPR melakukan pemilihan melalui voting terhadap 55 calon Anggota BPK dan kemudian memilih lima Anggota BPK.

Saat voting, Pius mengantongi suara terbanyak yakni 43 suara. Kemudian, disusul oleh Daniel dan Hendra 41 suara, Achsanul 31 suara, serta Harry dengan 29 suara