Gubernur Bali: Semua Kegiatan Reklamasi Teluk Benoa Harus Dihentikan
Kumparan.com

1 week ago

Gubernur Bali: Semua Kegiatan Reklamasi Teluk Benoa Harus Dihentikan

By Aksi tolak reklamasi Teluk Benoa Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan

Kementerian Kelautan dan Perikanan di bawah komando Susi Pudjiastuti akhirnya membuat keputusan tegas dengan menjadikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Dengan keputusan ini, maka proyek reklamasi di sekitar Teluk Benoa harus dihentikan.

"Di luar itu tidak boleh ada apa-apa (semua kegiatan reklamasi) termasuk pengembangan marine di sana tidak diberikan, tidak dilaksanakan, kita sepakat," tegas Gubernur Bali I Wayan Koster di rumah dinas Gubernur, Denpasar, Bali, pada Kamis (10/10).

Adapun pembatalan reklamasi tersebut tertera dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 46/KEPMEN-KP/2019 tentang Konservasi Kawasan Maritim Teluk Benoa di Perairan Provinsi Bali, tanggal 4 Oktober 2019 yang ditandatangani oleh Susi Pudjiastuti.

Koster mengatakan, sejumlah aktivitas reklamasi yang dilakukan pihak swasta juga akan dihentikan terutama di kawasan mangrove. Tidak terkecuali penutupan sebuah area olahraga air dan restoran Jepang. Penutupan memang baru akan dilakukan pada tahun 2023 sesuai kontrak kerja sama.

“Untuk memastikan ini berjalan, kita bentuk tim pemantau untuk mengawal keputusan Gubernur Bali dan Pelindo (III),” terangnya.

By Kapal di pinggir pantai. Foto: Saiful Bahri/Antara

Sementara itu, area dumping I dan dumping II kawasan reklamasi Pelabuhan Benoa akan disulap jadi hutan kota, fasilitas pendukung perikanan, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dua area ini sempat jadi polemik karena sejumlah pohon mangrove mati dari pengerukan material reklmasi.

I Wayan menyatakan area dumping I memiliki luas 25 hektare. Di area ini akan dimanfaatkan untuk perkembangan perikanan bagi nelayan setempat Sedangkan yang 13 hektare dipakai untuk hutan kota.

Selanjutnya, area dumping II memiliki luas 45 hektare dimana 23 hektare akan digunakan untuk hutan kota.

“22 hektare dipakai untuk fasilitas pendukung Pelabuhan Benoa dan Aiport Ngurah Rai, yaitu untuk terminimal BBM dan gas,” ucap Koster.