Dalam Dua Pekan, Maluku Diguncang 1.334 Kali Gempa Susulan
Kompas.com

1 week ago

Dalam Dua Pekan, Maluku Diguncang 1.334 Kali Gempa Susulan

|

AMBON,KOMPAS.com -Dua pekan setelah gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya, hingga Kamis (10/10/2019) petang gempa susulan masih terus terjadi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon mencatat, hingga Kamis malam pukul 20.00 WIT, gempa susulan yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya telah mencapai 1.334 kali.

“Sampai dengan pukul 20.00 Wit malam ini sudah sebanyak 1.006 kali gempa susulan yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya,”kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Ambon via telepon seluler, Jumat.

Menurut Andi, dari 1.334 kali gempa susulan tersebut, sebanyak 154 kali gempa dirasakan getarannya di Pulau Ambon dan sekitarnya, sedangkan sisanya tidak dirasakan.

Adapun gempa susulan dengan magnitudo paling besar yakni 5,6 dan yang terkecil 1,6.

Gempa susulan yang terjadi pada Kamis siang tadi berkekuatan 5,2 magnitudo dengan getaran gempa yang sangat kuat dirasakan warga di Pulau Ambon dan sekitarnya.

Adapun gempa tersebut ikut berdampak pada rusaknya rumah warga, kantor pemerintahan, kampus dan juga sejumlah fasiltas lainnya.

Gempa susulan 5,2 magnitudo itu juga menyebabkan seorang siswa SMP meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya luka-luka.

Sebelumnya, Andi menyebut gempa susulan di Maluku masih terus terjadi karena masih ada energi yang tersisa di zona patahan yang terus dikeluarkan secara perlahan untuk mencapai kestabilan.

“Jadi energi tersisa itu dikeluarkan secara perlahan sehingga kondisi patahan itu bisa mencapai kestabilan kembali, jadi ini kondisinya normal,”katanya.

Menurutnya meski banyak gempa susulan yang terjadi namun skalanya relatif lebih kecil dari gempa utama 6,8 magnitudo.

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo sebelumnya mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) tsekira pukul 08.46 Wit.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 lintang selatan,128.43 bujur timur atau berjarak 40 km timur laut Ambon- Maluku dan 9 kilometer Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 Km.

Akibat gempa tersebut tercatat 50 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami kuka-luka.

Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rimah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya.