Bupati Pandeglang: Penusukan Wiranto Coreng Banten, Pelaku Orang Luar
Kumparan.com

4 days ago

Bupati Pandeglang: Penusukan Wiranto Coreng Banten, Pelaku Orang Luar

By Bupati Pandeglang Irna Narulita di Kantor Bupati Pandeglang, Jumat (28/12). Foto: Darin Atiandina/kumparan

Insiden penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto saat kunjungan ke Menes, Pandeglang , Kamis (10/10), mengagetkan publik, termasuk Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

Irna yang berada dalam iring-iringan kunjungan Wiranto, menyebut tragedi itu merusak nama baik Pandeglang, umumnya Banten. Pasalnya, 2 orang pelaku bukanlah orang Banten.

"(Identitas pelaku) saya tahu dari Kapolda. Saya tidak paham (motif) karena dalam penyelidikan, tapi pelaku bukan orang Pandeglang. Baru dua bulan tinggal. Jadi ini sangat mencederai dan merusak (nama Banten)," ucap Irna kepada kumparan , Kamis (10/10).

By Wiranto saat diserang di Banten. Foto: Dok. Istimewa

Dua pelaku yang terdeteksi terafiliasi ISIS itu yaitu Syahril Alamsyah alias Abu Rara (13 tahun) warga Kota Medan, Sumatera Utara. Sementara istrinya, Fitri Andriana (21 tahun) warga Brebes. Keduanya mengontrak rumah di Menes, Pandeglang.

Politikus PPP itu menyebut tragedi ini terjadi di tengah upaya pemerintah pusat membangun Banten Selatan (Pandeglang, Lebak) yang masih tertinggal dari Banten Utara (Tangerang).

"Saya sangat menyesalkan, ini tindakan sangat keji karena sudah terpapar radikalisme, sementara pemerintah pusat sedang memberi perhatian pada Banten Selatan," tuturnya.

Irman lalu bercerita saat Wiranto disambut hangat warga Pandeglang, khususnya mahasiswa Mathla'ul Anwar, saat tiba di Alun-alun Menes pagi dengan helikopter.

Kemudian perjalanan darat sekitar 3 kilometer ke Universitas Mathla'ul Anwar. Di sana, Wiranto meresmikan gedung baru bantuan Presiden Jokowi. Sepulang dari sana hendak naik heli lagi ke Jakarta, terjadi insiden penusukan.

"Saya tidak melihat karena berada di mobil keempat. Mobil pertama Pak Wiranto dengan sopir saya, ajudan, dan pengurus Mathla'ul Anwar KH Irsyad. Mobil kedua Kapolda, mobil ketiga Kemenkopolhukam," bebernya.

"Kejadiannya sangat cepat. Setelah Pak Wiranto bersalaman dengan Kapolsek, lalu diserang," imbuh suami Dimyati Natakusumah itu.

Wiranto lalu dibawa ke RSUD Pandeglang untuk perawatan. Lalu Kemenkopolhukam memutuskan membawa Wiranto ke RSPAD untuk penanganan lebih lanjut.

Selain Wiranto, penyerangan itu juga melukai Kapolsek Menes, pengurus Mathla'ul Anwar, dan ajudan Danrem. Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI mengusut tuntas peristiwa ini.