Ammar Zoni Menangis Saat Mengingat Mimpi Tentang Anak Kembarnya
Kumparan.com

1 week ago

Ammar Zoni Menangis Saat Mengingat Mimpi Tentang Anak Kembarnya

Ammar Zoni sangat terpukul atas kepergian bayi kembarnya pada Minggu (6/10) lalu. Pemain sinetron 'Cinta Suci' itu masih tak bisa menahan tangis ketika membicarakan mendiang anak kembarnya.

ADVERTISEMENT

Termasuk saat ia bercerita soal mimpi tentang anak kembarnya. Aktor berusia 26 tahun ini mengatakan, ia sempat bermimpi berjumpa dengan bayi kembarnya.

"Satu hari sebelum kejadian, saya sudah ketemu dua bayi itu (dalam mimpi). Itu sudah seperti tanda kalau mereka mau pergi," ucap Ammar Zoni sambil menangis di kediamannya di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/10).

Ammar Zoni dan Irish Bella di kediamannya di Cinere, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/10). Foto: D.N Mustika Sari/kumparan

Selama ini, Ammar memang selalu membayangkan bagaimana wajah anak kembarnya yang berjenis kelamin perempuan itu. Dia sangat yakin kalau Aiora dan Aiona memiliki paras yang mirip dengan sang ibu.

"Saya selalu berharap, selalu berimajinasi gimana wajah anak saya. Saya tahu anak saya perempuan. Pasti cantik sekali mirip Irish," ujarnya.

Hati Ammar pun sangat hancur saat harus melihat bayi kembarnya yang lahir di dunia ini dalam keadaan tak bernyawa. Dia bahkan sempat tak sadarkan diri sesaat setelah melihat jasad kedua anaknya.

ADVERTISEMENT

"Saat saya lihat anak saya, dia sudah jadi bayi 7 bulan. Hati saya hancur, rasanya kaki enggak bisa napak lagi. Saya lihat wajahnya mirip sekali dengan saya dan Irish," kata Ammar yang isak tangisnya semakin kuat terdengar.

Pesinetron Ammar Zoni dan Irish Bella saat konferensi pers terkait keguguran kandungan di kediamannya di kawasan Cinere, Depok, (10/10). Foto: Dok. Ronny

Saat itu, Ammar mengaku tak mengizinkan Irish melihat jasad bayi kembarnya. Dia hanya memperbolehkan sang istri melihat jasad Aiona dan Aiora lewat sebuah foto.

"Saya kasih lihat foto ke Irish. Hampir sobek lagi ininya (jahitannya)," tutur pemain sinetron 'Anak Jalanan' ini.

Ammar kemudian bercerita tentang dirinya yang banyak ditinggalkan orang-orang terkasih sejak kecil. Sang ibu meninggal dunia ketika ia berusia 12 tahun, sementara adik perempuannya meninggal ketika dia berumur 5 tahun.

"Terlalu banyak yang ninggalin saya, terutama perempuan. Saya mohon agar kami bisa tabah menjalani semua ini. Semoga kami bisa menerima betul dan kembali seperti semula," tutup Ammar Zoni.

ADVERTISEMENT