Ini 20 Besar Negara Terbaik Untuk Berbisnis, Indonesia Masuk Lho
Moneysmart.id

4 days ago

Ini 20 Besar Negara Terbaik Untuk Berbisnis, Indonesia Masuk Lho

Indonesia masuk dalam daftar 20 negara terbaik untuk berbisnis ( open for business ) sedunia. Menurut Menurut laporan US News and World Report dalam 2019 Best Countries , Indonesia berada di peringkat 19 dengan skor 5,9 dari skala 10.

Laporan tersebut mengungkapkan perusahaan akan melakukan analisis biaya dan manfaat ( cost benefit analysis ) untuk menentukan prioritas bisnis mereka. US News menghimpun negara-negara yang dianggap paling ramah untuk berbisnis. Disamping yang dianggap memiliki keseimbangan dan stabilitas dari biaya-manfaat tersebut.

Indikator yang digunakan adalah korupsi, lingkungan pajak yang menguntungkan, birokrasi, transparansi pemerintah, dan biaya produksi yang murah. Indikator yang mendongkrak dari peringkat berbisnis di Indonesia adalah biaya produksi yang murah dengan skor mendekati sempurna, yaitu 9,7.

Sementara itu, indikator terendah terdapat dari transparansi pemerintah dengan skor 0,4. Survei tersebut dilakukan terhadap 21 ribu responden yang tersebar di lima kawasan. Yaitu Amerika, Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Adapun negara yang menjadi objek survei sebanyak 80 negara di dunia.

Negara Terbaik Berbisnis di Dunia

Adapun negara terbaik untuk berbisnis di dunia dipegang oleh Luxembourg dengan nilai 10, atau sempurna. Nomor dua diikuti Swiss 9,1 dan Panama 8,6 melengkapi 3 besar terbaik. Dilanjutkan Swedia pada posisi keempat dengan nilai 8,1 dan Denmark dengan poin 8 diposisi kelima.

Pada peringkat enam sampai sepuluh dipegang berturut-turut oleh Singapura 7,9, Kanada 7,8, Norwegia dan Finlandia dengan nilai 7,7 serta Thailand 7,6. Selanjutnya Belanda dan Selandia Baru dengan nilai 7,5 diperingkat kesebelas dan dua belas.

Irlandia menguntit diposisi ketiga belas dengan 7,3, Australia 7,1 diperingkat keempat belas dan Belgia 6,8 diposisi kelima belas. Malaysia 6,7, Republik Dominika 6,7, Kosta Rika 6,2, Indonesia 5,9, Portugal 5,9 menyusul diperingkat keenam belas sampai dua puluh.

Primadona Investasi

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebelumnya menyampaikan selama kuartal I 2019 realisasi investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 195 triliun.

Jumlah tersebut alami peningkatan 5,3 persen dari periode yang sama tahun 2018 lalu. Perolehan investasi kuartal I ini juga mencapai 24,6 persen dari target invetasi sepanjang 2019 yang mencapai Rp 792 triliun.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengungkapkan, nilai investasi yang masuk terdiri dari dua sumber. Diantaranya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 87,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 107,9 triliun.

Lembong mengatakan, pertumbuhan 5,3 persen dibandingkan periode yang sama dampak dari perbaikan iklim investasi dari tahun lalu yang alami pelemahan.

“Data PBB menunjukkan FDI (Foreign Direct Investment) di seluruh dunia pada 2018 minus 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Indonesia tidak lepas dari anjloknya investasi internasional pada 2018,” kata Lembong di Jakarta.

Sementara itu, jika dibandingkan tahun 2018 lalu, perolehan PMDN pada kuartal I-2019 meningkat sebesar 14,1 persen. Dari Rp 76,4 triliun pada kuartal I-2018 menjadi Rp 87,2 triliun pada kuartal I-2019.

Sedangkan perolehan PMA pada kuartal I-2019 mengalami penurunan 0,9 persen dibanding kuartal I-2018 sebesar Rp 108,9 triliun menjadi Rp107,9 triliun pada kuartal I-2019.

“Kami melihat tren positif ini akan berlanjut pada masa mendatang. Apalagi didukung dengan tekad kuat pemerintah yang akan melanjutkan reformasi di bidang ekonomi. Pemanfaatan Online Single Submission (OSS) yang lebih baik,” jelasnya.

Pulau Jawa Dominasi Investasi

Berdasarkan lokasi sebaran proyek investasi yang berlangsung lada kuartal I-2019 ini Pulau Jawa masih mendominasi dengan 5 lokasi proyek terbesar.

Mulai dari Jawa Barat mencapai Rp 37,3 triliun atau 19,1 persen, DKI Jakarta mencapai Rp 24,7 triliun atau 12,7 persen. Jawa Tengah mencapai Rp 21,4 triliun atau sebesar 11,0 persen, Jawa Timur Rp 12,6 triliun atau 6,5 persen. Kemudian Banten mencapai Rp 12,5 triliun atau 6,4 persen.

“Capaian realisasi investasi ini sangat penting untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada 2019 dapat terealisasi,” kata Lembong.

Sedangkan, realisasi investasi PMDN dan PMA berdasarkan sektor usaha, terdapat lima sektor besar yang mendominasi. Mulai dari sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi mencapai Rp 37,3 triliun, Listrik, Gas, dan Air Rp 33,2 triliun, Konstruksi Rp 19,5 triliun.

Kemudian, Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp 18,8 triliun, dan Pertambangan mencapai Rp 15,1 triliun.