Ini Kenapa Orang Indonesia Suka Beli Mobil Walau Gak Punya Garasi
Moneysmart.id

1 week ago

Ini Kenapa Orang Indonesia Suka Beli Mobil Walau Gak Punya Garasi

Fenomena protes sosial terhadap sebagian orang yang memarkirkan mobil di bahu jalan kian menuai sorotan negatif. Selain mengambil hak orang lain terhadap jalan umur, parkir mobil di bahu jalan atau depan rumah juga mengganggu arus lalu lintas.

Bahkan di jalan-jalan sempit kerap ditemukan kendaraan parkir di bahu jalan yang membuat arus lalu lintas tersendat dan menuai gesekan antar tetangga atau pengguna jalan.

Protes sosial melalui media sosial kian menggema, spanduk-spanduk yang dengan nada sindiran seperti “siapkan garasinya dulu sebelum beli mobil” mulai bertebaran.

Namun demikian apakah yang membuat fenomena ini mencuat?

1. Gengsi Sosial Ekonomi

Salah satu faktor penyebabnya adalah gaya hidup. Sebab, memiliki kendaraan mobil memiliki arti dan pandangan di masyarakat sebagai kemapanan taraf ekonomi dan sosial.

Dengan begitu, pemilik kendaraan akan mengesampingkan fungsi dan utilitas kendaraan itu sendiri. Tidak masalah belum punya garasi yang penting sudah punya mobil jadi bisa dianggap orang sukses.

Bahkan tidak memiliki sarana garasi mobil yang memadai bukan menjadi halangan membeli mobil. Sebab masih bisa memarkirkan kendaraan itu di depan rumah dan bahu jalan.

2. Kredit Mobil Murah

Kemudian faktor kedua adalah kredit kendaraan mobil saat ini terbilang murah. Sebab dengan biaya download payment yang tidak begitu besar sudah dapat membeli mobil walaupun hanya dengan cicilan dan tenor yang panjang hingga tujuh tahun.

Terlebih saat ini terdapat varian mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC) dengan harga miring dibawah Rp 150 jutaan.

3. Terjebak Promosi Kredit

Penawaran Kredit Kepemilikan Mobil (KPM) sering kali menghampiri ketika ada pameran otomotif atau bahkan jelang akhir tahun, hari raya keagamaan, dan juga tahun baru.

Hal ini tidak masalah membeli kendaraan dengan skema kredit jika hal itu memang sangat diperlukan dan bisa menunjang aktivitas pekerjaan atau bisnis.

Akan tetapi yang jadi masalah adalah terjebak dengan skema kredit yang memberi penawaran down payment murah, ada potongan cicilan, hingga cashback atau mendapatkan undian berhadiah.

Sebab, biasanya akan terjerumus pada pilihan kredit dengan down payment murah tetapi membebani finansial dalam jangka waktu yang panjang. Karena setiap bulan harus membayarkan cicilan mobil hingga bertahun-tahun.

Sementara itu, agar tidak terjebak dengan fenomena punya kendaraan tapi tak punya garasi sebaiknya mengukur skala prioritas. Apakah dengan membeli mobil memberikan dampak negatif atau positif pada keuangan.

Beli Mobil Sesuai Kebutuhan

Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho mengatakan, dalam membeli atau mengganti kendaraan sebaiknya lebih mempertimbangkan sisi kebutuhan dibandingkan keinginan atau hobi semata.

“Akan sangat baik sekali bila membelinya sesuai kebutuhan. Karena bila menuruti keinginan atau hobi, kita akan terjebak pada aktivitas gonta-ganti kendaraan. Padahal meski baru keluar dari dealer, sebuah kendaraan baru akan langsung turun harganya bila dijual lagi, sehingga kita akan terus merugi karenanya,” kata Andi.

Selain itu, Andi menyarankan, konsumen untuk membeli secara cash bilamana dana sudah tercukupi.

“Bila dana yang tersedia mencukupi, tentunya akan lebih menguntungkan untuk beli kendaraan dengan cara cash dibandingkan kredit. Karena jumlah yang kita bayarkan tentu lebih sedikit dibandingkan beli dengan cara kredit,” ucapnya.

Akan tetapi, jika membeli kendaraan secara cash memang dana yang harus disiapkan cukup besar dibandingkan kredit yang hanya menyiapkan DP dan cicilan pertama. Tetapi secara menyeluruh lebih murah secara cash.

“Bila dana yang tersedia dan kemampuan membayarnya terbatas, pilihan yang memungkinkan memang dengan cara kredit. Kekurangan dengan cara kredit adalah total pembayaran yang kita bayarkan nanti sampai lunas akan jauh lebih besar dibandingkan beli dengan cara cash,” kata Andi.

Kredit Pilih Tenor Pendek

Kemudian, jika membeli kendaraan secara kredit ada baiknya memilih masa waktu kredit atau tenor yang paling pendek.

“Alasannya semakin pendek tenor maka total uang yang dibayarkan juga akan semakin kecil. Apalagi kendaraan bermotor adalah barang konsumtif yang harganya akan semakin menurun seiring waktu. Konsekuensi tenor pendek adalah jumlah yang dibayarkan tiap bulannya akan semakin mahal dibandingkan tenor yang panjang,” jelasnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah