Disayangkan, Festival Danau Toba Kurang Promosi
Beritasatu.com

4 years ago

Disayangkan, Festival Danau Toba Kurang Promosi

Tobasa, Sumatera Utara - Kemeriahan Festival Danau Toba 2015 yang diselenggarakan di dua kota berbeda yakni di kabupaten Karo dan Toba Samosir (Tobasa) pada 19 - 22 November 2015 kemarin telah berakhir.

Namun sayang, kemeriahan pesta rakyat yang diselenggarakan untuk memajukan wisata daerah-daerah di seputaran Danau Toba itu masih jauh dari ekspektasi sempurna seperti yang diharapkan pihak Kementerian Pariwisata dan juga masyarakat.

Pasalnya, koordinasi antar daerah-daerah yang mengelilingi danau terbesar di Indonesia itu dengan pemerintah provinsi Sumatera Utara sebagai pihak penyelenggara FDT 2015 masih dirasakan sangat kurang. Hasilnya, FDT 2015 yang diharapkan mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegera ternyata tidak terwujud.

Dalam perhelatan FDT 2015 ini, potensi Danau Toba sebagai destinasi utama di provinsi Sumatera Utara ini kurang tergali dengan baik. Pihak Kadispar Toba Samosir, Ultri Simangusong, mengatakan kurangnya sosialisi dan koordinasi antara pihak Dinas Pariwisata Provinsi Utara dan Dinas Pariwisata kabupaten-kabupaten penyelenggara FDT 2015 menjadi penghambat terbesar event pariwisata nasional ini.

"Yang pasti pihak pemerintah kabupaten Tobasa (Toba Samosir) sangat bersyukur dengan penyelenggaraan FDT 2015 di sini, namun akibat keterbatasan pemda dan kurangnya koordinasi pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dengan kami sebagai penyelenggara mengakibatkan FDT 2015 ini kurang diminati masyarakat karena masyarakat baru tahu penyelenggaraan FDT ini dua minggu belakangan," kata Ultri.

"Ke depan pihak kami akan terus membenahi kekurangan-kekurangan ini agar penyelenggaraan FDT ditahun-tahun selanjutnya dapat berjalan dengan baik dan bisa mendatangkan wisatawan baik dari dalam maupun dari luar negeri," ujarnya saat ditemui di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara akhir minggu kemarin.

Fitambahkan Ultri, sebagian masyarakat berharap penyeleggaraan FDT di tahun-tahun selanjutnya akan mampu menonjolkan kearifan dan budaya lokal khas warga Tobasa sehingga akar dan nilai-nilai budaya yang ada dimasyarakat Tobasa bisa terus terlestarikan lewat ajang FDT.

"Yang pasti kita berharap nilai-nilai lokal dan budaya lokal Tobasa khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya dapat tergali dengan baik di FDT tahun-tahun selanjutnya. Karena masyarakat dari luar yang datang dapat melihat kearifan masyarakat di sini sehingga apa yang kami tampilkan di sini dapat jadi nilai hiburan buat para wisatawan," lanjutnya.

Kekecewaan penyelenggaraan FDT 2015 yang diselenggarakan di kabupaten Karo dan Kabupaten Tobasa tak hanya di rasakan pihak pemerintah Kabupaten penyelenggaranya saja, namun masyarakat yang berada di pesisir Danau Toba juga merasakan hal yang sama. Pasalnya sosialisi yang kurang dari pihak penyelenggara membuat pesta rakyat yang diselenggarakan itu tidak mampu menghibur masyarakat didaerah tersebut.

"Kita ini baru tahu akan diselenggarakan FDT di sini (Tobasa) baru dua hari lalu saat panitia masang Umbul-umbul. Sebelumnya, kita enggak tahu akan ada event nasional seperti ini karena sebelumnya enggak pernah ada sosialisasi tentang penyelenggaraannya kepada masyarakat. Hasilnya ya seperti ini, peserta festival hanya bebeapa kelompok saja dan pengunjung pun yang datang tidak terlalu banyak. Harusnya pemerintah daerah mensosialisasi penyelenggaraannya jauh-jauh hari agar masyarakat mempersiapkan daerahnya menyambut pesta rakyat ini," jelas Hendra Batubara saat datang ke lokasi FDT 2015 di kabupaten Tobasa, Sumatera Utara.

Chairul Fikri/HA

BeritaSatu.com