Penelitian: Sering Minum Teh Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak
Merahputih.com

4 weeks ago

Penelitian: Sering Minum Teh Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak

TEH merupakan salah satu minuman yang paling familiar di masyarakat Indonesia. Teh biasanya dinikmati pada pagi hari, siang hari maupun malam hari. Tapi tak hanya enak, teh juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

Sebuah studi baru-baru ini, dipimpin oleh para peneliti dari National University of Singapore (NUS), mengungkapkan bahwa para peminum teh reguler memiliki struktur otak yang lebih baik.

Hal itu terkait dengan fungsi kognitif yang sehat, dibanding dengan peminum non-teh. Tim peneliti dari NUS membuat penemuan itu usai memeriksa data neuroimaging dari 36 orang dewasa, seperti yang dilansir dari laman Sciencedaily.

"Hasil kami memperlihatkan bukti pertama dari kontribusi positif meminum teh untuk struktur otak, dan menyarankan jika minum teh secara teratur, bisa memiliki efek perlindungan terhadap penurunan, terkait usai dalam organisasi otak," ujar Yong Loo Lin, ketua tim Asisten PRofesor Feng Lei dari Departemen Kedokteran Psikologi di NUS.

Peneliti menemukan banyak manfaat yang terkandung pada teh (Foto: pixabay/up-free)

Penelitian itu dilakukan bersama kolaborator dari University of Essex dan University of Cambridge. Temuan tersebut diterbitkan pada jurnal Ilmiah Aging, 14 Juni 2019.

Pada studi sebelumnya, telah menunjukan jika asupan teh sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia dan efek positif, termasuk peningkatan suasana hati serta pencegahan penyakit kardiovaskular.

Bahkan, hasil studi longitudinal yang dipimpin oleh Asisten Prof Feng pada 2017 menunjukan konsumsi teh setiap hari bisa mengurangi risiko penurunan kognitif pada orang tua, sebesar 50%.

Usai penemuan tersebut, Asst Prof Feng dan timnya lebih jauh mengeksplorasi efek langsung teh pada jaringan otak.

Tim peneliti itu merekrut 36 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas, dan mengumpulkan data tentang kesehatan mereka, gaya hidup, serta kesejahteraan psikologis mereka. Para lansia itu juga harus menjalani tes neuropsikologis dan magnetic resonance imaging (MRI), pada penelitian yang dilakukan dari tahun 2015-2018.

Tim peneliti dari NUS memulai penelitiannya tentang teh sejak tahun 2015 (Foto: pixabay/terric)

Usai menganalisis kinerja kognitif dan hasil pencitraan peserta. Tim peneliti pun menemukan individu yang mengkonsumsi teh hijau, teh oolong, atau teh hitam setidaknya empat kali seminggu sekitar 25 tahun, memiliki daerah otak yang saling berhubungan dengan cara yang lebih efisien.

"Ambil analogi lalu lintas jalan sebagai contoh-pertimbangkan wilayah otak sebagai tujuan, sedangkan koneksi antarwilayah otak adalah jalan. Ketika sistem jalan lebih terorganisir, pergerakan kendaraan dan penumpang lebih efisien dan menggunakan lebih sedikit sumber daya. Demikian pula ketika koneksi antar daerah otak lebih terstruktur, pemrosesan informasi dapat dilakukan lebih efisien," ucap Assisten Prof Feng.

Selain itu, dia juga menambahkan, tim peneliti telah menunjukan dalam penelitian sebelumnya, peminum teh memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibandingkan dengan peminum non-teh. Hasil penelitian saat ini yang berkaitan dengan jaringan otak, secara tka langsung mendukung temuan kami sebelumnya. Dengan menunjukan bahwa efek positif dari minum teh secara teratur ialah hasil peningkatkan organisasi otak yang disebabkan oleh mencegah gangguan pada koneksi antar wilayah.

Penelitian tentang teh akan terus dilanjutkan (Foto: pixabay/thougtcatalog)

Melihat kinerja kognitif dan pengorganisasian otak saling terkait, dibutuhkan lebih banyak penelitian. Guna lebih memahami bagaimana fungsi seperti memori muncul dari sirkuit otak, dan kemungkinan intervensi untuk lebih menjaga kognitif selama proses penuaan. Assisten Prof Feng dan timnya juga berencana untuk memeriksa efek teh serta senyawa bioaktif dalam teh terhadap penurunan kognitif. (Ryn)