435 Juta Pasien Diabetes Dijumpai Pada 2030 Nanti
kalcare.co.id

3 years ago

435 Juta Pasien Diabetes Dijumpai Pada 2030 Nanti

International Diabetes Federation (IDF) mengemukakan bahwa pada tahun 2030 sebanyak 435 juta orang akan hidup dengan diabetes. Jumlah pasien diabetes tersebut, yang mencakup diabetes tipe 1 dan 2, sama dengan satu dari 10 orang dewasa.

Namun yang menjadikan jumlah ini mengkhawatirkan adalah jumlah penderita diabetes tipe 2, yang disebabkan oleh gaya hidup, mencapai 85-90% sementara 60% dari jumlah kasus tersebut sebenarnya dapat dicegah. Sayangnya, sekali didiagnosa, diabetes dapat menjadi penyakit yang sulit disembuhkan.

Seringkali pasien diabetes harus bertanggung jawab atas gaya hidupnya sendiri. Jadi bayangkan bagaimana mudahnya jumlah pasien diabetes meningkat apabila masyarakat tidak mendapatkan penyuluhan tentang pencegahan dan penanganan diabetes. Hal ini terjadi terutama di negara berkembang yang membentuk 70% dari jumlah pasien diabetes di seluruh dunia.

Di Asia Tenggara saja jumlah pasien diabetes diperkirakan akan meningkat menjadi 120,9 juta orang pada tahun 2030 dengan 36,2 juta tidak mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes.

Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Indonesia berada pada 5 besar jumlah pasien diabetes. Sekitar 9,1 juta orang mengidap penyakit ini. Kementrian Kesehatan RI menyebutkan bahwa pada tahun 2001, daerah perkotaan menyumbang lebih banyak pada jumlah total pasien diabetes dalam negeri. Namun, survey yang diadakan pada tahun 2013 menunjukkan bahwa desa dan kota menyumbang dengan porsi yang cukup adil. Survey yang sama menunjukkan bahwa sekitar 8 juta orang tidak paham atau pun mengetahui bahwa mereka menderita diabetes.

Diabetes adalah penyebab nomor 1 untuk kebutaan, gagal ginjal, sakit hati, serangan jantung, stroke dan amputasi. Selain itu, diabetes membunuh 4 juta orang di dunia setiap tahunnya. "Seluruh dunia perlu menyelidiki apa yang dapat menyembuhkan, mendiagnosa dan merawat setiap pasien, terutama untuk pola makan sehat dan olahraga yang tepat. Mengurangi berat badan berarti menurunkan risiko terkena obesitas dan terkena diabetes.

Untuk mengetahui lebih lanjut informasi kesehatan dan gaya hidup sehat terkait diabetes, kunjungi halaman artikel Berita Kesehatan KALCare lainnya. (RN)