Rusia: Robot Tidak Bisa Gantikan Astronot di Luar Angkasa
Kompas.com

5 days ago

Rusia: Robot Tidak Bisa Gantikan Astronot di Luar Angkasa

|

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia telah mengirimkan sebuah robot humanoid bernama Fedor untuk misi selama 10 hari ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Misi tersebut telah rampung dijalankan dan Rusia mencapai kesimpulan bahwa robot tersebut tidak dapat menggantikan peran kosmonot dalam misi perjalanan luar angkasa.

" Robot itu tidak akan diterbangkan lagi ke sana. Tidak ada lagi yang perlu dilakukannya di sana, dia sudah menyelesaikan misinya," kata Yevgeny Dudorov, direktur eksekutif pengembang robot Androidnaya Tekhnika, kepada kantor berita RIA Novosti, Rabu (11/9/2019).

Dudorov mengatakan bahwa robot berbentuk manusia itu tidak dapat memenuhi tugas yang diberikan yakni untuk menggantikan astronot manusia dalam perjalanan luar angkasa yang panjang dan berisiko.

Robot bernama "Fedor", yang merupakan singkatan dari Final Object Demonstration Research atau Riset Demonstrasi Objek Akhir, dengan nomor identifikasi Skybot F850 itu, semula dibangun untuk membantu para astronot di stasiun luar angkasa .

"Tetapi Fedor ternyata memiliki desain yang tidak bekerja dengan baik di luar angkasa. Memiliki tinggi 180 sentimeter, kaki panjangnya tidak berguna saat berjalan di luar angkasa," kata Dudorov.

Badan Antariksa Rusia mengatakan, kaki-kaki robot itu tidak dapat bergerak selama perjalanan di luar angkasa dan Fedor tidak diprogram untuk bergerak dengan menggengam pegangan tangan di stasiun luar angkasa dalam kondisi gravitasi mikro.

Dudorov mengatakan, para mengembang sedang membuat sketsa rencana untuk pengganti yang harus sesuai dengan tuntutan tugas bekerja di luar pesawat.

Robot Fedor diberangkatkan ke ISS pada 22 Agustus lalu dan memasuki stasiun luar angkasa yang mengorbit lima hari kemudian.

Di stasiun luar angkasa itu, robot tersebut sempat berfoto sambil memegang bendera Rusia bersama kosmonot yang ditugaskan untuk melatih robot itu sebelum dikirim kembali ke Bumi.

|

Dalam situs web salah satu pendukung proyek, Foundation of Advanced Research Projects, Fedor disebut berpotensi besar untuk dimanfaatkan di Bumi dalam pekerjaan di lingkungan berbahaya, seperti dengan radiasi tinggi, di penambangan, atau bahkan misi penyelamatan yang rumit.

Namun hasilnya ternyata tidak sesuai dengan harapan semula.

Fedor bukanlah robot berbentuk manusia pertama yang dikirim ke luar angkasa.

Pada 2011, NASA sempat mengirimkan Robonaut 2, sebuah robot berbentuk manusia yang dikembangkan bersama dengan General Motors dan bertujuan untuk menjalankan pekerjaan di lingkungan berisiko tinggi.

Robot tersebut telah dipulangkan ke Bumi pada 2018 lalu karena mengalami masalah teknis.

Pada 2013, Jepang juga sempat mengirimkan robot kecil bernama Kirobo, bersama dengan komandan ruang angkasa Jepang pertama ke ISS.

Robot Kirobo dikembangkan oleh produsen kendaraan terkenal, Toyota, dan telah mampu merespons percakapan, meski baru bisa dalam bahawa Jepang.