Romy Didakwa Terima Suap Ratusan Juta Rupiah
Beritasatu.com

4 days ago

Romy Didakwa Terima Suap Ratusan Juta Rupiah

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy menerima suap ratusan juta rupiah. Romy disebut menerima Rp 325 juta dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemag) Jawa Timur Haris Hasanudin dan sebesar Rp 91,4 juta dari Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.

Suap ini diberikan lantaran Romy telah membantu Haris dan Muafaq dalam proses seleksi jabatan di lingkungan Kemag yang diikuti keduanya. Jaksa menyebut perbuatan itu dilakukan Romy bersama-sama dengan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

"Terdakwa (Romy) mengetahui atau patut menduga uang tersebut diberikan karena terdakwa telah melakukan intervensi baik langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kanwil Kemag Jawa Timur yang bertentangan dengan kewajibannya," kata Jaksa KPK Wawan Yunarwanto saat membacakan surat dakwaan terhadap Romy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Jaksa membeberkan, perkara ini bermula saat Haris ingin menempati posisi Kakanwil Kemag Jatim yang saat itu tengah dibuka pendaftarannya pada 13 Desember 2018. Salah satu syaratnya, calon pendaftar tidak pernah dijatuhi sanksi hukuman disiplin pegawai negeri sipil (PNS) selama lima tahun terakhir. Namun, Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin PNS berupa penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun. Sanksi itu menjadi penghalang utama Haris untuk bisa menempati posisi strategis tersebut.

"Haris bermaksud meminta bantuan langsung kepada Menteri Lukman. Namun, karena terdakwa sulit menemuinya, Ketua DPP PPP Jawa Timur Musyaffa Noer menyarankan Haris bertemu dengan terdakwa. Mengingat Romy merupakan Ketum PPP yang punya kedekatan khusus dengan Menteri Lukman," papar Jaksa.

Saran tersebut dijalankan Haris dengan menemui Romy pada 17 Desember 2018. Kepada Romy, Haris meminta agar dia bisa menduduki Kepala Kanwil Kemag Jawa Timur disampaikan ke Menteri Lukman. Romy pun menyanggupi permintaan Haris tersebut.

Pada 26 Desember 2018, Romy menerima kabar bahwa Haris telah melakukan pendaftaran dan mengirim berkas ke Kementerian Agama terkait pencalonannya. Haris juga mendesak Romy untuk dapat diloloskan sebagai Kakanwil Kemag Jawa Timur.

"Karena ada beberapa orang yang tidak suka dengan Haris dan memengaruhi Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Mohamad Nur Kholis Setiawan untuk tidak mendukung pencalonan Haris," kata Wawan.

Selanjutnya, pada 27 Desember 2018, Haris dinyatakan tidak lolos seleksi tahap administrasi karena tidak memenuhi syarat. Namun karena ada perintah dari Romy kepada Menteri Lukman, Nur Kholis memerintahkan anggota panitia seleksi Ahmadi, menambah dua peserta yang lolos administrasi, salah satunya Haris.

Pada 6 Januari 2018, bertempat di kediaman Romy di Kramat Jati, Jakarta Timur, Romy menerima Rp 5 juta dari Haris sebagai kompensasi atas lolosnya Haris dalam tahap administrasi. Uang itu sekaligus sebagai komitmen awal dibantunya Haris dalam proses seleksi ini.

Namun pada 29 Januari 2019 Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) meminta Menag Lukman membatalkan pencalonan Haris. Romy pun berkoordinasi dengan Menag Lukman agar tetap mengangkat Haris. Permintaan itu disanggupi Menag Lukman.

Haris kemudian memberikan uanf sebesar Rp 250 juta kepada Romy pada 6 Februari 2019. Setelah proses seleksi, Haris kemudian diangkat sebagai Kakanwil Jatim pada 4 Maret 2019.

"Pada tanggal 4 Maret 2019 Menag Lukman mengangkat Haris sebagai Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : B.II/04118 dan dilantik pada tanggal 5 Maret 2019," kata Jaksa.

Tidak hanya Haris, Jaksa menyebut Romy turut membantu Muafaq Wirahadi untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik. Hal ini karena nama Muafaq tidak disodorkan untuk menjabat pada jabatan tersebut.

Muafaq kemudian menemui pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin untuk mendapat posisi itu. Hal yang sama disampaikan Muafaq kepada sepupu Romy, Abdul Rochim yang kemudian menyanggupi permintaan tersebut daan mengatur pertemuan Muafaq dengan Romy.

"Atas arahan Abdul Rochim, Muafaq pada pertengahan Oktober 2018 menemui terdakwa di sebuah hotel di Surabaya. Muafaq meminta untuk menjadikan dirinya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Atas permintaan itu Rommy pun menyanggupinya," urai Jaksa Wawan.

Untuk membantu Muafaq, Romy berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Mohamad Nur Kholis Setiawan untuk segera menunjuk Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik. Pada 31 Desember 2018, Muafaq diangkat berdasarkan Surat Keputusan Nomor: B.II/3/36927 yang ditandatangani Nur Kholis.

Atas bantuan tersebut, Muafaq memberikan uang secara bertahap kepada Romy. Terhitung sejak Januari hingga Februari 2019 melalui sepupu Romy, Abdul Wahab, total Rp41,4 juta. Kemudian pada 15 Maret 2019 sebesar Rp 50 juta dalam goodie bag berwarna hitam bertuliskan "Mandiri Syariah Priority" yang diterima Romy melalui stafnya, Amin Nuryadi di Hotel Bumi Surabaya.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Romy didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 KUHP Ayat (1) KUHP.

Sumber: Suara Pembaruan