Kancah Musik Eksperimental Asia Tenggara Makin Bertaji
VICE Indonesia

6 days ago

Kancah Musik Eksperimental Asia Tenggara Makin Bertaji

Singapura mungkin bukan tempat yang tepat melahirkan musik underground, mengingat jumlah populasinya relatif sedikit dan peraturan negara super ketat. Padahal, Singapura punya band avant-rock The Observatory yang hampir 20 tahun berkarya meski formasinya sempat beberapa kali berubah. Selain itu, ada juga label rekaman Ujikaji Records yang mendukung musisi independen melalui eksperimen suara yang mereka tempuh.

Dalam formasi terbaru The Observatory, Yuen Chee Wai & Dharma Shan memegang gitar sedangkan Cheryl Ong memainkan drum. Elektronik juga menjadi urusan Ong dan Yuen. The Observatory bereksperimen dengan gitar dan sendok, palu kayu dan busur biola pada konser mereka baru-baru ini. Foto milik Blackkajixtra - Nusasonic.

Tak bisa dipungkiri musik eksperimental semakin berkembang di negara kota ini. Siapa sangka ‘Singapura yang tentram’ juga mengambil bagian dalam gerakan yang berkembang di seluruh wilayah Asia Tenggara .

Seiring dengan pertumbuhan internet, musisi tak sepantasnya dikotak-kotakkan dalam kancah dan disiplin tertentu. Mereka kini mudah dikenal banyak orang berkat internet. Apa yang dulunya disebut underground juga bisa tenar.

Blackkajixtra - Nusasonic menarik penonton dengan pilihan musisi eksperimental yang bergerak maju. Foto milik Blackkajixtra - Nusasonic.

Walaupun jarang diadakan, konser BlackKajiXtra – Nusasonic memicu perbincangan regional dan kesempatan kolaborasi. Misalnya, ingar-bingar Gabber Modus Operandi dari Bali yang dipadukan dengan Amazon Sun garapan seorang voguer Thailand.

Atau seperti musik trance modern Setabuhan yang dimainkan selama pertunjukan silat intens dari Singapura. Lalu, ada juga tekno-punk Horizon99 yang berkolaborasi bareng drag queen Nuh Peace dari Bangkok dalam perayaan masuknya budaya queer ke dunia kelab malam.

Lagi pula, musik eksperimental menggambarkan koneksi yang dibangun kembali — baik itu dengan sesama maupun sejarah.

Kasimyn dari Gabber Modus Operandi sedang unjuk kebolehan. Foto milik Blackkajixtra - Nusasonic.

Kita mendengarnya dalam musik yang disilangkan dengan kebisingan suara kelab.

Semakin banyak musik eksperimental yang diciptakan dan dimainkan demi kepentingan ajojing. Musik klub juga makin disusupi elemen heavy dalam beberapa tahun terakhir. Musik eksperimental kini berkaitan erat dengan semangat budaya party underground yang mengedepankan keterbukaan, penerimaan dan kebebasan.

Musik trance modern Setabuhan dimainkan selama pertunjukan klub silat Singapura. Foto milik Blackkajixtra - Nusasonic.

Kita mendengarnya dalam musik yang kental akan budaya yang bersemangat dan konsisten.

Terinspirasi dari balia —ritual penyembuhan tradisional dari Palu, Sulawesi—Setabuhan memainkan perkusi yang mampu memicu reaksi dalam tubuh. Lewat pertunjukan semacam itu, kita merasa seolah menjadi bagian dari ritual dan dihadapkan dengan kekuatan getaran musik.

Anggota Gabber Modus Operandi, Ican, memamerkan vokalnya yang kuat dan penampilan yang kental masa-masa punknya dulu. Foto milik Blackkajixtra - Nusasonic.

Gabber Modus Operandi mampu memasuki kancah eksperimental Singapura dengan menciptakan musik rave hardcore yang mengusung energi jathilan dan didukung suara gendang ala dangdut koplo dan gamelan. Mereka baru merilis HOXXXYA di bawah naungan label Shanghai SVBKVLT , dan melakukan tur konser di Cina untuk merebut lebih banyak perhatian.

Mereka bahkan pernah tampil di Uganda dalam Festival Nyege Nyege tahun ini, bersama dengan sejumlah musisi Cina lain seperti 33EMYBW , Hyph11E dan Kilo Vee.

Produser Singapura FAUXE menambang musik folk dan pop Malaysia untuk albumnya berjudul “Ikhlas”. Foto milik Blackkajixtra - Nusasonic.

Mudahnya akses di zaman modern membuat pertukaran lintas budaya dan rekontekstualisasi semakin marak terjadi. Selama tinggal di Kuala Lumpur, produser Singapura FAUXE mencampurkan musik folk dan pop Malaysia untuk album Ikhlas . Dia memoles temuannya dengan sampel yang cocok dimainkan di lantai dansa.

Kita bisa melihat betapa musisi di sekitar kita kembali ke asalnya untuk menciptakan sesuatu yang hebat.

Alih-alih mendorong batasan sonik dan mempertanyakan “apa itu musik?”, musik eksperimental saat ini lebih memilih sisi organik musik elektronik. Ini bagaikan punk di era digital, yang mengajak siapapun untuk membentuk kolektif sebagai bentuk melawan kekecewaan terhadap struktur sosial-politik yang rusak. Ini tentang menemukan kebebasan melalui hubungan satu sama lain.

Rully Shabara melaksanakan Cari Padu, sebuah penampilan seni partisipatif yang melibatkan publik membentuk paduan suara mendadak yang diimprovisasi. Cari Padu mengajak kita menjelajahi peran suara dan harmoni dalam komunitas. Foto milik Blackkajixtra - Nusasonic.

Seperti yang dikatakan vokalis Setabuhan dan Senyawa Rully Shabara. "Semuanya kembali lagi pada seberapa besar kita memahami diri sendiri. Yang terpenting adalah bekerja sama, bukan soal uang atau dukungan pemerintah. [...] Ini tentang koneksi dan penyusupan budaya."

Sharon Shum adalah Content Manager VICE Asia yang percaya kalau musik memegang peranan penting dalam kehidupan.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.