Waspadai 6 Penyebab Umum Bacterial Vaginosis yang Mengintai Wanita
IDN Times

4 days ago

Waspadai 6 Penyebab Umum Bacterial Vaginosis yang Mengintai Wanita

Organ intim termasuk bagian tubuh paling sensitif pada wanita. Di sekitarnya terdapat bakteri baik dalam kadar tertentu. Kondisinya yang terhimpit paha dan rentan lembap berpotensi mengganggu kestabilan pH dan kadar bakteri.

Saat kestabilan pH dan kadar bakteri terganggu, vagina rawan terkena infeksi yang disebut sebagai bacterial vaginosis (BV). Gangguan kesehatan ini bisa menimbulkan rasa gatal hingga peradangan di bagian dalam.

Agar bisa melakukan pencegahan sejak dini, berikut enam penyebab umum bacterial vaginosis yang mengintai wanita.

1. Kurang menjaga kebersihan area organ intim

Katanya, area organ intim adalah bagian paling rewel pada tubuh wanita. Mudah sekali lembap dan rentan terkena infeksi jamur serta bakteri.

Faktanya, kebersihan organ intim wanita memang sangat penting dijaga untuk meminimalisir potensi penyakit. Karena sebagian besar penyakit ganas yang menyerang kaum hawa bersumber di area organ intim seperti kanker serviks, kanker rahim, dan penyakit menular seksual (PMS).

Kurang menjaga kebersihan organ intim bisa mengakibatkan pertumbuhan jamur dan bakteri yang gak terkendali. Kelembapan yang tinggi juga mengganggu kestabilan pH di area tersebut.

2. Sering terpapar cuaca panas

Salah satu penyebab tingginya kelembapan di area organ intim yang sulit dihindari adalah cuaca panas. Mengingat suhu bumi yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan, cuaca memang terasa lebih panas di berbagai wilayah.

Apalagi jika banyak beraktivitas di luar ruangan, cuaca panas dan tubuh yang aktif bergerak memicu peningkatan kelembapan di area organ intim. Jika kamu termasuk orang yang padat aktivitasnya dan tinggal di area bercuaca panas, hindari menggunakan pakaian dalam serta celana ketat untuk memberi ruang bernapas bagi organ intim.

3. Kelebihan berat badan

Obesitas atau kelebihan berat badan juga memicu infeksi bacterial vaginosis pada wanita. Bahkan gak cuma penyakit di area organ intim, kelebihan berat badan mengancam kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Wanita dengan berat badan berlebih cenderung memiliki paha berukuran besar dan berlemak. Kondisi ini menyebabkan area organ intim jadi lebih mudah lembap.

4. Reaksi terhadap konsumsi antibiotik

Obat-obatan yang bersifat sebagai antibiotik biasanya diberikan saat pasien terpapar penyakit yang diakibatkan oleh virus, jamur, dan bakteri. Antibiotik berfungsi membunuh mikroorganisme target di dalam tubuh pasien, dengan kadar dan dosis yang sudah disesuaikan. Maka dari itu konsumsinya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Penggunaan antibiotik terlalu lama dan gak sesuai resep dokter bisa memicu penyakit lain. Mikroorganisme lain yang sifatnya baik dan dibutuhkan tubuh justru ikut terbunuh, seperti bakteri baik di area organ intim wanita.

5. Mengonsumsi obat-obatan steroid dalam waktu lama

Selain antibiotik, konsumsi obat-obatan steroid dalam waktu lama juga bisa memicu bacterial vaginosis pada organ intim wanita. Obat-obatan dari golongan steroid atau yang disebut juga dengan kortikosteroid berfungsi untuk meredakan peradangan dan menekan kinerja sistem kekebalan tubuh.

Jika dikonsumsi dalam waktu lama, kortikosteroid bisa memicu penyakit kulit, perubahan mood dan hormon, serta rentan terhadap infeksi. Jadi, selalu pastikan kamu mengonsumsi obat sesuai anjuran dan resep dokter, ya.

6. Melakukan hubungan seksual yang kurang aman

Bagi wanita yang sudah aktif secara seksual, penyebab lain bacterial vaginosis adalah melakukan hubungan seksual yang kurang aman. Bisa karena bergonta-ganti pasangan atau berhubungan intim dengan pengidap penyakit menular seksual (PMS).

Sebagai bentuk antisipasi, gunakan kondom saat berhubungan seksual dan rutin mengecek kesehatan organ intim secara berkala.

Yuk, lebih cermat lagi dalam menjaga kesehatan dan kebersihan organ intim!