Disebut Miskin Bos Taksi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dibanding Malaysia
Moneysmart.id

5 days ago

Disebut Miskin Bos Taksi, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Baik Dibanding Malaysia

Pernyataan Bos Big Blue Taxi asal Malaysia, Shamsubahrin Ismail, menuai kontroversi setelah menyebut Indonesia dan Jakarta sebagai negara miskin. Shamsubarin Ismail mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Indonesia sebagai negara miskin.

Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers di kantornya menanggapi keputusan kabinet Mahathir yang beri lampu hijau Gojek masuk Malaysia. Akan tetapi secara statistik ekonomi, nyatanya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga tersebut.

Direktur Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri), Panji Irawan mengatakan, meski menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu, pertumbuhan ekonomi nasional masih menggembirakan. Apalagi jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.

Tercatat pada kuartal II tahun 2019, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2019 sebesar 5,07 persen.

“Kita masih harus bersyukur karena pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara emerging markets lainnya,” kata Panji di Jakarta.

Panji mengatakan, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional dibawah harapan banyak pihak, akan tetapi perlu disyukuri. Sebab perekonomian nasional masih berjalan dengan baik dan mencatatkan pertumbuhan.

Ekonomi Malaysia Lebih Rendah Dibanding Indonesia

“Beberapa negara berkembang lainnya pada saat yang bersamaan juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan Indonesia. A ntara lain Malaysia yang tumbuh 4,9 persen, Thailand 3,7 persen, Brasil 1,01 persen, dan Rusia 0,9 persen,” ujarnya.

Selain itu, disamping pertumbuhan ekonomi yang masih positif, indikator ekonomi lainnya seperti laju inflasi, nilai tukar rupiah juga masih tetap terjaga.

“Tingkat harga-harga umum atau inflasi masih terkendali. Laju inflasi bulanan pada bulan Agustus tercatat sebesar 3,49 persen. Angka ini masih dalam rentang target Bank Indonesia yang sebesar 3,51 persen,” paparnya.

Sementara itu, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 mencapai 5,07 persen. Naik tipis dibanding kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen. Pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh belanja pemerintah.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, realisasi belanja pemerintah pada kuartal I 2019 mencapai Rp452,06 triliun. Jauh lebih bagus dibandingkan kuartal I 2018 yang hanya mencapai Rp419,44 triliun. Realisasi belanja terutama didorong oleh transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) serta belanja pemerintah.

“Ini (pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019) masih lebih bagus dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018 5,06 persen dan 2017 sebesar 5,01 persen,” paparnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah