Facebook Resmi Luncurkan Fitur untuk Memfasilitasi Penggunanya Kencan
VICE Indonesia

6 weeks ago

Facebook Resmi Luncurkan Fitur untuk Memfasilitasi Penggunanya Kencan

Situs jejaring sosial Facebook baru saja merilis Facebook Dating di Amerika Serikat, setelah menguji fiturnya di Kolombia selama setahun. Facebook Dating nantinya akan mencocokkan pengguna dengan orang selain teman yang memiliki kesamaan. Usai membuat profil khusus kencan, pengguna fitur bisa menyukai profil temannya teman atau orang di luar jaringan mereka.

Fiturnya akan muncul sebagai tab di aplikasi ponsel, dan bekerja mirip Hinge atau Bumble. Ada pertanyaan berbasis kepribadian yang mesti dijawab. Setelah itu, pengguna bisa menyukai dan mengirim pesan ke profil yang menarik perhatian mereka. Facebook Dating akan memanfaatkan jaringan yang sudah ada sebelumnya, beserta “like” dan “acara” yang Facebook sebut sebagai “koneksi yang terlewat”.

Kalian pernah naksir teman Facebook? Tenang saja, ada fitur “Secret Crush” yang berguna untuk menyatakan ketertarikan pada mereka. Kalian bisa menyukai hingga sembilan orang, baik di Facebook maupun Instagram. Mereka baru akan mengetahuinya kalau mereka juga menyukaimu.

Facebook menekankan fitur kencannya aman dari kebocoran data privasi . Platform ini berjanji akan melindungi data pengguna. “Fiturnya tidak akan berhasil kalau pengguna Facebook tidak memercayainya,” kata Rob Sherman, wakil kepala pejabat privasi Facebook, kepada WKYT . “Kami membangun privasi dari bawah ke atas.” Iya, iya percaya datanya aman!

Facebook Dating berpotensi mengganggu ruang kencan online bagi target demografisnya, yaitu generasi tua yang boro-boro ngerti aplikasi semacam Tinder dan sebagainya. Fitur ini digadang-gadang bebas iklan, sehingga bisa membuat pengguna semakin terpaku pada platform dengan meningkatkan rasa kesepian mendalam yang sering dirasakan orang-orang di dunia kapitalis ini.

Wah, siapa tahu aku bisa ketemu sama pasangan ideal dari postingan meme minion yang sering aku like waktu masih sekolah dulu!

Follow John Paul Brammer di Twitter .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.