Pendiri Go-Jek bocorkan rencana besar pengubah semua sektor
Lokadata.id

4 years ago

Pendiri Go-Jek bocorkan rencana besar pengubah semua sektor

Layanan ojek sepeda motor Go-Jek

CEO sekaligus pendiri Go-Jek, Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa perusahaannya berencana untuk terus melakukan inovasi.

Seperti disampaikan oleh Nadiem dalam acara "Tech in Asia Jakarta 2015" di Balai Kartini Jakarta, Kamis 12 November 2015, Go-Jek tidak akan puas hanya dengan mempunyai layanan seperti sekarang.

"Awal tahun depan kami akan meluncurkan layanan baru yang bisa menjadi "game changer" untuk semua sektor," kata Nadiem.

Nadiem berada di Main Stage #tiajkt2015 untuk berbagi bagaimana @gojekindonesia menyelesaikan masalah di Indonesia! pic.twitter.com/OuaCAlR2no

?" Tech in Asia ID (@TechinAsia_ID) November 12, 2015

Meskipun tidak banyak yang dibocorkan oleh Nadiem mengenai rencana bisnisnya itu di masa yang akan datang, namun ia memastikan produk barunya itu tidak lagi berpusat pada transportasi yang untuk menjadi kekuatan perusahaannya.

"Produk baru kami konsepnya bukan transportasi, tetapi on-demand. Kami menyadari, transportasi adalah salah satu elemen on-demand. Ini adalah tema kami. Menurut kami, Indonesia suka memesan apa saja. Itu aspirasinya," tandas Nadiem.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Nadiem juga mengungkap alasan perusahaannya menurunkan tarif per kilometer yang pada layanan Go-Jek. Nadiem menyebut kenaikan itu itu dilakukan untuk 'merasionalkan' tarif.

Nadiem mengatakan, pihaknya tidak mungkin menghilangkan subsidi ke penumpang untuk saat ini. Perusahaan memilih untuk merasionalkan tarif agar menguntungkan bagi penumpang dan pengemudi.

"Jika kami menurunkan subsidi untuk pengguna, itu akan merugikan bagi pengguna dan pengemudi. Menurunkan tarif (untuk sopir Gojek) adalah pilihan agar pengemudi terus bisa menerima order," kata Nadiem.

"Mengurangi tarif per km lebih baik bagi pengemudi dari pada mendapat sedikit pesanan karena itu akan lebih mengurangi pendapatan mereka," papar Nadiem.

Seperti diketahui diketahui, beberapa waktu yang lalu Go-Jek melakukan perubahan soal tarif dan bonus bagi pengemudi ojeknya. Per 2 November, tarif yang sebelumnya Rp4 ribu menjadi Rp3 ribu per kilometernya.

Begitu juga soal bonus. Go-Jek mengambil kebijakan dengan menaikkan poin untuk mendapatkan bonus Rp50 ribu per hari. Dari sebelumnya lima poin menjadi delapan poin yang harus dikumpulkan sekitar 200 ribu mitra pengemudinya.

Nadiem menyebutkan bahwa tantangan terbesarnya dalam mengelola Go-Jek adalah pertumbuhan tak terkendali dalam layanan transportasi menggunakan sepeda motor ini. Nadiem menyebutkan sekarang sudah ada sekitar 200.000 pengemudi Go-Jek di seluruh Indonesia.

"Pengemudi Go-Jek bukanlah karyawan yang digaji, mereka adalah micropreuner mandiri untuk diri mereka sendiri," ujar Nadiem.

Nadiem mengatakan bahwa dengan adanya Go-Jek tingkat pengangguran di Jakarta menurun di tengah lesunya perekonomian.