8 Fakta Raden Wijaya, Pendiri dan Raja Pertama Kerajaan Majapahit
IDN Times

17 weeks ago

8 Fakta Raden Wijaya, Pendiri dan Raja Pertama Kerajaan Majapahit

Sekitar abad ke-4, Indonesia memiliki sejarah yang panjang tentang kerajaan Hindu dan Buddha di Nusantara. Pada saat itu, agama Hindu dan Buddha menyebar dan berkembang ke seluruh pelosok Indonesia hingga abad ke-15.

Kerajaan Majapahit termasuk kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Indonesia. Menurut Kitab Nagarakretagama , kekuasaannya terbentang dari Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur.

Raden Wijaya adalah pendiri dari kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, yang pernah berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Untuk mengenang dan mengenal lebih jauh, berikut beberapa fakta Raden Wijaya di bawah ini!

1. Nama asli pendiri Raden Wijaya

Raden Wijaya adalah nama yang biasa digunakan oleh para sejarawan untuk menyebut pendiri Kerajaan Majapahit. Dalam Kitab Pararaton , nama Raden Wijaya ditulis secara lengkap menjadi Raden Harsawijaya. Padahal menurut bukti-bukti dari prasasti, pada abad ke-13 atau abad ke-14 pemakaian gelar "raden" belum terlalu populer.

Menurut Nagarakretagama yang ditulis pada pertengahan abad ke-14 menyebut pendiri Kerajaan Majapahit bernama Dyah Wijaya, karena gelar "dyah" merupakan gelar kebangsawanan yang populer saat itu. Tetapi, siapa sebenarnya nama asli dari Raden Wijaya ini?

Nama asli pendiri Majapahit yang paling tepat adalah Nararya Sanggramawijaya, karena nama ini terdapat dalam prasasti Kudadu yang dikeluarkan oleh Raden Wijaya sendiri pada tahun 1294. Gelar "nararya" merupakan gelar kebangsawanan, meskipun gelar Dyah lebih sering digunakan.

2. Raden Wijaya adalah anggota Wangsa Rajasa

Dalam prasasti Balawi tahun 1305, Raden Wijaya menyatakan diri sebagai anggota Wangsa Rajasa, keluarga yang berkuasa di kerajaan Singhasari. Menurut Nagarakretagama , Raden Wijaya adalah putra Dyah Lembu Tal, putra Narasinghamurti alias Mahisa Campaka.

Bahkan Mahisa Campaka pernah menjadi pangeran di Kerajaan Singhasari. Mahisa Campaka adalah putra Mahisa Wonga Teleng, putra Ken Arok, pendiri Wangsa Rajasa. Menurut Pararaton , tidak menutup kemungkinan Raden Wijaya dibesarkan di lingkungan Kerajaan Singhasari.

3. Raden Wijaya berhasil lolos dari pasukan Gelang-Gelang

Menurut Prasasti Kudadu, pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang, bupati Gelang-Gelang, terhadap kekuasaan Kerajaan Singhasari.

Saat itu, Raden Wijaya ditunjuk Kertanegara untuk menumpas pasukan Gelang-Gelang yang menyerang dari arah utara Singhasari. Raden Wijaya berhasil memukul mundur musuh, tetapi pasukan pemberontak yang lebih besar datang dari arah selatan dan menewaskan Kertanagara.

Raden Wijaya berhasil melarikan diri dan berlindung ke Terung di sebelah utara Singhasari, tetapi dia kemudian memilih pergi ke arah timur karena terus-menerus dikejar oleh musuh. Dengan bantuan kepala desa Kudadu, dia menyeberangi Selat Madura untuk bertemu Arya Wiraraja, penguasa Sumenep.

4. Raden Wijaya mendapatkan bantuan dari penguasa Sumenep

Dengan bantuan Arya Wiraraja, Raden Wijaya merencanakan siasat untuk merebut kembali takhta dari Jayakatwang. Raden Wijaya berjanji, jika dia berhasil mengalahkan Jayakatwang, maka daerah kekuasaan akan dibagi dua, untuk dirinya dan Arya Wiraraja.

Arya Wiraraja mulai menyampaikan berita kepada Jayakatwang bahwa Raden Wijaya menyatakan kalah. Jayakatwang yang telah membangun kembali Kerajaan Kadiri pun menerima dengan sangat senang hati. Jayakatwang segera mengirim utusan untuk menjemput Raden Wijaya di pelabuhan Jungbiru.

Kemudian, Raden Wijaya meminta Hutan Tarik di sebelah timur Kadiri untuk dibangun sebagai kawasan wisata perburuan dengan mengaku ingin bermukim di sana.

Jayakatwang yang gemar berburu segera mengabulkan tanpa curiga. Arya Wiraraja pun mengirim orang-orang Sumenep untuk membantu Raden Wijaya membuka hutan tersebut.

5. Raden Wijaya mendirikan desa Majapahit

Saat diperintahkan Arya Wiraraja untuk membantu Raden Wijaya di Hutan Tarik di sebelah timur Kadiri, salah satu orang Sumenep menemukan sebuah buah. Menurut Kidung Panji Wijayakrama, salah seorang Madura menemukan buah maja yang rasanya pahit.

Maja adalah nama sejenis buah dari suku jeruk-jerukan dengan pohon yang dikenal tahan terhadap lingkungan keras atau liar. Oleh karena itu, di Hutan Tarik di sebelah timur Kadiri yang akan dibangun desa pemukiman oleh Raden Wijaya tersebut pun diberi nama Majapahit.

6. Raden Wijaya melanjutkan Kerajaan Singhasari

Menurut prasasti Balawi pada tahun 1305, Raden Wijaya tidak mendirikan wangsanya sendiri, tetapi tetap meneruskan wangsa Rajasa. Dia ingin melanjutkan Kerajaan Singhasari yang terputus karena ulah Jayakatwang pada tahun 1292.

Menurut Slamet Muljana, selama pemerintahan Raden Wijaya, Majapahit menerapkan doktrin politik konsolidasi dalam negeri yang diwujudkan dalam bentuk menyejajarkan posisi Kadiri dan Majapahit. Hal terbukti dari Prasasti Penanggungan, Kerajaan Kadiri mempunyai susunan pemerintahan sederajat dengan Kerajaan Majapahit.

7. Raden Wijaya berhasil mengalahkan Jayakatwang sekaligus mengusir Mongol dari Jawa

Menurut catatan Dinasti Yuan, pada tahun 1293 pasukan Mongol yang berjumlah 20.000 orang dipimpin Ike Mese mendarat di Jawa untuk menghukum Kertanagara, karena pada tahun 1289 Kertanagara telah melukai utusan yang dikirim Kubilai Khan, raja Mongol.

Raden Wijaya memanfaatkan kedatangan pasukan Mongol ini untuk menghancurkan Jayakatwang dengan mengajak Ike Mese untuk bekerja sama. Jayakatwang yang mendengar persekutuan Raden Wijaya dan Ike Mese pun segera mengirim pasukan Kadiri, tetapi berakhir kalah dan ditawan di kapal Mongol.

Setelah Jayakatwang dikalahkan, Raden Wijaya meminta izin untuk kembali ke Majapahit mempersiapkan penyerahan dirinya. Raden Wijaya berhasil membunuh para prajurit Mongol yang mengawalnya di Majapahit.

Dia kemudian memimpin serangan mendadak ke Daha yang membuat Ike Mese kehilangan banyak prajurit dan terpaksa menarik mundur pasukan meninggalkan Jawa.

8. Raden Wijaya adalah keponakan dan menantu Kertanagara

Menurut genealoginya, Raden Wijaya adalah keponakan Kertanagara, keturunan dari Anusapati, putra Ken Dedes dan Tunggul Ametung, serta raja besar sekaligus terakhir Kerajaan Singhasari. Kemudian, Raden Wijaya menjadi menantu dari Kertanagara.

Menurut kakawin Nagarakrtagama, Raden Wijaya menikahi empat putri Kertanagara, yaitu Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari, Sri Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita, Sri Jayendradewi Dyah Dewi Prajnaparamita, dan Sri Rajendradewi Dyah Dewi Gayatri.

Dengan Tribhuwana, Raden Wijaya dikaruniai seorang putra bernama Jayanagara. Dengan Gayatri, Raden Wijaya dikaruniai dua putri, Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddhani dan Rajadewi Maharajasa.

Itulah beberapa fakta tentang Raden Wijaya atau Nararya Sanggramawijaya yang menjadi pendiri dan raja pertama dari Kerajaan Majapahit. Raden Wijaya dikenang sebagai tokoh yang berhasil mengalahkan Jayakatwang sekaligus mengusir Mongol dari Jawa.