Mengenal Lebih Dekat Laksamana Maeda, Perwira Jepang yang Amat Berjasa
IDN Times

17 weeks ago

Mengenal Lebih Dekat Laksamana Maeda, Perwira Jepang yang Amat Berjasa

Momen kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus menjadi salah satu agenda penting setiap tahunnya. Saat 17 Agustus tiba kilas balik kisah bersejarah menunjukan betapa banyaknya perjuangan yang telah terjadi kala mempertaruhkan kemerdekaan NKRI tercinta.

Bukan hanya pribumi yang rela mempertaruhkan nyawa demi Indonesia, namun ada beberapa warga asing yang dengan suka rela membantu mewujudkan cita-cita untuk segera merdeka.

Laksamana Muda Maeda yang bernama lengkap Laksamana Muda Tadashi Maeda adalah salah satunya, beliau merupakan sosok perwira tinggi Angkatan Laut Jepang yang menyediakan tempat dirumuskan naskah proklamasi kala itu.

Memegang peranan penting atas kemerdekaan Indonesia, yuk kenali lebih dekat informasi tentang Laksamana Maeda.

1. Memiliki hubungan akrab dengan tokoh-tokoh penting Indonesia

Laksamana Muda Maeda pernah menjalani dinas di Belanda sebelum pada tahun 1942 dipindah-tugaskan ke Indonesia. Pada saat masa dinasnya di Belanda, ia bertemu dengan Moh. Hatta dan menteri luar negeri, Ahmad Subardjo.

Sejak saat itu ia mengamati seberapa kerasnya perjuangan para tokoh nasional membela Indonesia demi terlepas dari penjajahan Belanda. Laksamana Muda Maeda yang telah menaruh hati pada Indonesia kemudian datang untuk bertugas ke NKRI seiring dengan kemunculan Jepang.

2. Mendirikan Asrama Indonesia Merdeka untuk pendidikan para pemuda

Dilansir dari jakarta.go.id, Asrama Indonesia Merdeka merupakan sarana pendidikan politik bagi para pemuda yang didirikan pada tahun 1944 oleh Laksmana Muda Maeda. Hal ini menjadi bentuk kepeduliannya terhadap rakyat Indonesia untuk bisa memperjuangkan kemerdekaan dengan membekali diri dengan ilmu pengetahuan.

Asrama ini dibangun tepatnya pada bulan Oktober 1944 di Kebon Sirih 80, Jakarta dan memiliki pengajar yang terdiri dari beberapa tokoh intelektual Indonesia, seperti Soekarno, Moh. Hatta, Ahmad Subarjo, Sjahrir dan Sanoesi Pane. Tidak lama kemudian dibentuk cabang baru di Surabaya yang diketuai oleh Ahmad Subardjo dengan dibantu oleh Wikono.

Masa belajar yang dijalani oleh para pemuda terpilih di Asrama Indonesia Merdeka ialah kurang lebih 6 bulan lamanya. Setelah lulus sebagian dari pemuda yang berhasil menamatkan kursus singkatnya di asrama ini menjadi anggota Barisan Pelopor Istimewa.

3. Keinginan untuk menyumbang jasa bagi kemerdekaan Indonesia

Laksamana Muda Maeda telah memiliki keinginan untuk bisa menyumbangkan jasanya bagi Indonesia. Beliau melakukan segenap kemampuannya untuk mengorbankan diri demi kemerdekaan Indonesia yang ia ketahui menjadi cita-cita para leluhur sejak dulu kala.

Dengan menyediakan rumah sebagai tempat berkumpulnya tokoh-tokoh bangsa, Maeda siap mengamankan tempat itu dan memastikan teks proklamasi dapat dirumuskan dengan tenang agar dapat segera dibacakan pada momen kemerdekaan Indonesia.

Sebelumnya Laksamana Muda Maeda sudah dua kali meminta pihak Jepang memberi kemerdekaan bagi Indonesia. Namun, tak kunjung ada respon dari pihak Jepang yang membuat Laksamana Muda Maeda memberanikan diri untuk bertindak cepat selama kekosongan kekuasaan pada saat itu.

Hal ini juga ia lakukan selaras dengan sebuah prinsip yang pernah dikemukakan oleh Presiden Amerika Serikat, Wilson, yaitu setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri.

4. Pernah mendapat perlakuan tidak adil di berbagai tempat

Jasa berharga dari Laksamana Muda Maeda tidak dapat diapresiasi baik oleh lingkungan luar termasuk negara asalnya sendiri. Setahun setelah kemerdekaan Indonesia Laksamana Muda Maeda menerima penahanan atas tuduhan telah membantu kemerdekaan Indonesia.

Namun, beliau berhasil membantah bahwa ia tak mungkin bisa menggerakkan seluruh rakyat Indonesia untuk menyatakan kemerdekaan dan itu membuatnya dibebaskan serta diperbolehkan pulang ke kampung halamannya.

5. Akhir kisah hidup Laksamana Muda Maeda yang menyedihkan

Tetapi penderitaan Laksamana Muda Maeda tidak berhenti sampai disitu, setibanya di Jepang ia kembali menjalani sidang dan mendapat perlakuan tidak baik karena dianggap telah mencoreng harga diri Jepang.

Akhirnya Laksamana Muda Maeda mundur dari politik dan jabatannya. Menjadi rakyat biasa di sisa hidupnya tidak membuat Laksamana Muda Maeda dapat hidup damai dan tenang, pasalnya ia dan keluarga masuk daftar hitam yang membuat tidak ada fasilitas negara yang bisa digunakan. Hingga akhirnya kisah hidupnya ditutup kala Laksamana Muda Maeda pada tahun 1977 meninggal dunia.

Itu tadi sepenggal kisah tentang Laksamana Muda Maeda yang memiliki peran besar atas terwujudnya kemerdekaan NKRI. Jasa-jasa beliau akan selalu terkenang bagi rakyat Indonesia.