Mengenang Tragedi Bom Atom di Nagasaki National Peace Memorial Hall
Kumparan.com

13 weeks ago

Mengenang Tragedi Bom Atom di Nagasaki National Peace Memorial Hall

Kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang dibom oleh Sekutu secara berturut-turut pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Kedua kota sontak luluh lantak, mendadak sepi seperti tak pernah ada, dan yang ada di sekitarnya hanyalah mayat bergelimpangan semata.

Bom nuklir yang menewaskan lebih dari 200 ribu penduduk itu memaksa Jepang untuk menyerah pada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Secara tidak langsung, bom plutonium yang diberi nama sebagai Fat Man tersebut juga menjadi pemicu Indonesia segera mengumumkan kemerdekaannya, tepat pada 17 Agustus 1945.

Suasana Kota Nagasaki usai dijatuhkan bom nuklir oleh serangan udara Amerika Serikat. Foto: AFP

Jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki membuat Jepang mengambil langkah untuk menjauhi perang dan segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan perang. Untuk mengenang setiap korban, Pemerintah Jepang bahkan membuat monumen dan bangunan khusus bernama Nagasaki National Peace Memorial Hall.

Nagasaki National Peace Memorial Hall adalah bangunan yang secara khusus didedikasikan bagi korban bom atom sebagai pengingat bagi bangsa Jepang akan pengorbanan rakyat mereka yang berharga. Bangunan ini juga berfungsi sebagai pengingat akan perdamaian yang abadi.

Aula yang berisi pameran baju para korban bom atom dan efek radiasi bom tersebut Foto: Shutter Stock

Di dalamnya kamu bisa menemukan pameran yang berisi memoar para korban, anggota keluarga, atau pun orang-orang lainnya yang terkena dampak bom atom di Jepang. Lalu ada pula tulisan tangan yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan ketika melakukan investigasi terhadap keadaan para korban pascabom.

Nama-nama korban tewas yang terdaftar oleh pemerintah beserta dengan foto diri mereka akan ditampilkan melalui LCD yang tersedia. Sementara itu, kamu yang ingin tahu lebih lanjut tentang bom atom, detail kejadian pengeboman oleh Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki, hingga dampak paparan radiasinya dapat meluncur ke bagian perpustakaan.

Ilustrasi bom atom Little Boy yang menghantam Nagasaki pada 9 Agustus 1945 silam dan berbagai informasi lainnya mengenai bom atom Foto: Shutter Stock

Dibuka pada Juli 2003, Nagasaki National Peace Memorial Hall secara khusus difungsikan untuk meratapi para korban pemboman, memberi ruang pada para korban dan pengunjung untuk mengheningkan cipta, dan berdoa bagi mereka. Oleh sebab itu, ketika memasuki bangunan ini, kamu akan disambut dengan suasana tenang dan khusyuk.

Rak kaca berisi nama-nama korban bom atom di Hiroshima dan Nagasaki Foto: Shutter Stock

Seakan menjadi wujud ekspresi duka penduduk Jepang dan pemerintahnya bagi korban bom atom, sekaligus untuk memperingatkan pengunjung akan dampak buruk dari bom atom yang sudah mereka rasakan sebelumnya. Pada bagian tengah, kamu akan menemukan area lounge yang berisi kolam dan dan air terjun.

Diterangi dengan 70 ribu lampu, kolam tersebut akan terlihat indah pada malam hari. Sementara itu, sebagai bentuk peringatan bagi para korban, pada bulan Mei, nama-nama korban bom atom akan disiarkan oleh pihak pengelola di bagian ini.

Kolam di Lounge Nagasaki National Peace Memorial Hall Foto: Shutter Stock

Kolam tersebut merupakan titik jatuhnya bom atom dan menewaskan 70 ribu korban yang teridentifikasi hingga Desember 1945. Tak sampai di situ saja, peringatan bagi para korban bom juga dilakukan dalam bentuk monumen pria dengan tangan kanan menunjuk ke langit dan tangan kiri terbentang.

Patung hasil rancangan seniman bernama Seibou Kitamura tersebut seakan memperingatkan pengunjung dan penduduk Nagasaki akan bahaya senjata nuklir, atau bom atom yang turun dari atas langit. Tangan kirinya melambangkan kedamaian abadi, matanya tertutup melambangkan doa bagi jiwa para korban.

Nagasaki Peace Statue dibangun pada April 1955 untuk mengenang korban bom atom Foto: Shutter Stock

Wajahnya tenang menggambarkan kedamaian, kaki kanannya terlipat seperti sedang bermeditasi. Kaki kirinya menjuntai panjang ke tanah sebagai simbol yang meminta kamu untuk berdiri dan membantu dunia. Setiap tahunnya, kamu akan melihat patung ini dihiasi ribuan kertas origami berbentuk burung oleh simpatisan dari seluruh dunia.

Tidak ingin ketinggalan, Pemerintah Jepang baru-baru ini juga melaksanakan upacara untuk memperingati jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang terjadi 74 tahun lalu di Nagasaki National Peace Memorial Hall.

Jika Jepang saja bisa mengenang kesedihannya dengan baik, bagaimana denganmu memaknai kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus nanti?