Kelainan pada Otot yang Memicu Terjadinya Distrofi Otot
SehatQ.com

17 weeks ago

Kelainan pada Otot yang Memicu Terjadinya Distrofi Otot

Otot memiliki peranan penting untuk mengatur pergerakan anggota tubuh. Bila terjadi kelainan pada otot, tidak mustahil aktivitas sehari-hari penderita pun akan terganggu.

Salah satu gangguan otot yang bisa terjadi adalah distrofi otot. Kelainan otot ini memiliki banyak jenis, dan menyebabkan kelemahan pada otot maupun berkurangnya massa otot. Tidak hanya otot yang penting untuk kemampuan mobilitas, distrofi otot bahkan bisa memengaruhi jantung dan sistem pernapasan, sehingga membahayakan penderitanya.

Distrofi otot biasanya mulai dapat dirasakan oleh penderita sejak masih anak-anak. Kondisi ini juga lebih rentan menyerang laki-laki daripada perempuan. Untuk lebih jelasnya, mari kenali jenis-jenisnya di bawah ini.

Mengenal 9 jenis distrofi otot yang mungkin terjadi

Distrofi otot memiliki banyak jenis, namun mayoritas terbagi dalam sembilan jenis berikut ini:

Miotonik

Jenis distrofi otot ini paling umum terjadi pada orang dewasa, namun pula bisa menyerang tanpa kenal usia maupun jenis kelamin. Salah satu gejalanya adalah kejang atau rasa kaku pada otot untuk waktu cukup lama setelah otot digunakan.

Gejala distrofi miotonik umumnya bertambah parah pada cuaca dingin. Di samping pelemahan otot, distrofi juga bisa memengaruhi jantung, mata, saluran pencernaan, kelenjar penghasil hormon, serta sistem saraf, sehingga dapat menurunkan angka harapan hidup pada penderitanya.

Duchenne

Distrofi otot Duchenne paling sering menimpa anak-anak, namun hanya pada anak laki-laki. Distrofi otot ini terjadi sangat dini, yaitu antara usia dua hingga enam tahun, dan penderita umumnya harus menggunakan kursi roda ketika berusia 12 tahun.

Jenis distrofi otot ini menyebabkan otot mengecil dan melemah. Tapi sebaliknya, ukuran otot justru tampak lebih besar. Tangan, kaki, dan tulang punggung penderita akan berubah bentuk seiring perkembangan penyakit ini. Penurunan kemampuan kognitif juga bisa terjadi.

Sulit untuk bernapas dan munculnya masalah pada jantung merupakan tanda bahwa distrofi otot Duchenne telah memasuki tahap lanjut pada penderitanya.

Becker

Meski serupa dan hanya menyerang laki-laki seperti jenis Duchenne, distrofi otot Becker tidak separah Duchenne. Pasalnya, gejala distrofi otot Becker berkembang dengan lambat, namun dapat menimbulkan masalah pada jantung.

Distrofi otot ini umumnya terjadi pada anak-anak dengan rentang usia 2-16 tahun, atau selambat-lambatnya pada usia 25 tahun.

Facioscapulohumeral

Sesuai namanya, distrofi otot ini memengaruhi otot facioscapulohumeral , yang berfungsi menggerakkan wajah, tulang belikat, dan tulang lengan atas. Karena itu, kemampuan mengunyah, menelan, dan berbicara akan terganggu seiring perkembangan penyakit. Berjalan juga bisa menjadi sulit di kemudian hari.

Remaja dan kalangan dewasa muda berpotensi untuk terserang penyakit ini. Selain itu, meski berkembang dengan lambat, ada periode-periode singkat, di mana otot akan melemah dan rusak dengan cepat.

Limb-girdle

Penyakit ini tidak mengenal jenis kelamin, dan dapat muncul saat penderita memasuki masa remaja dan awal kedewasaan. Secara umum, distrofi otot ini mulai menyerang pinggul dan perlahan-lahan merambat ke bagian bahu, lengan, dan kaki.

Dalam kurun waktu 20 tahun, penderita distrofi otot Limb-girdle kemungkinan akan menjadi sulit untuk berjalan atau bahkan menjadi lumpuh.

Oculopharyngeal

Distrofi otot oculopharyngeal menyerang bagian mata dan tenggorokan. Penyakit ini menyebabkan otot mata dan wajah melemah, sehingga penderita kesulitan untuk menelan sehigga berisiko untuk tersedak.

Distrofi otot ini umumnya terjadi pada pria dan wanita dengan rentang usia 40-60 tahun, dan perkembangannya termasuk lamban.

Bawaan atau kongenital

Distrofi otot juga bisa muncul sejak lahir. Penyakit ini dapat terjadi pada pria maupun wanita, dan biasanya berkembang dengan lambat.

Distrofi otot kongenital ditandai dengan pelemahan otot saat bayi baru lahir atau pada beberapa bulan pertama bayi. Pengerutan otot juga bisa terjadi, sehingga sendi-sendi mengalami gangguan.

Terdapat dua jenis distrofi bawaan, yaitu distrofi otot Fukuyama dan distrofi otot akibat kekurangan miosin. Bentuk distrofi otot Fukuyama bisa menyebabkan kelainan pada otak dan dapat terjadi kejang.

Emery-Dreifuss

Jenis Emery-Dreifuss merupakan jenis distrofi otot yang sangat jarang terjadi. Penyakit ini menyebabkan otot menjadi melemah di bagian bahu, lengan atas, dan kaki bagian bawah.

Laki-laki pada usia anak-anak hingga remaja awal lebih rentan terkena penyakit ini ketimbang perempuan. Sementara pada perempuan, distrofi otot Emery-Dreifuss dapat terjadi jika kedua kromosom X mengalami kerusakan gen.

Distal

Merupakan distrofi otot yang juga jarang terjadi, distrofi otot distal dapat menimpa laki-laki maupun perempuan dewasa. Jenis distrofi otot ini menyebabkan kelemahan pada otot-otot distal lengan, tangan, dan kaki. Namun, distrofi otot distal tidak separah disbanding jenis lainnya, berkembang dengan lambat, dan memengaruhi lebih sedikit otot.

Apa distrofi otot bisa disembuhkan?

Sejauh ini, belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan distrofi otot. Tujuan perawatan adalah untuk memperlambat perkembangan gejala, sehingga kemampuan gerak penderita tidak menurun drastis.

Beberapa langkah penanganan maupun terapi yang bisa dianjurkan oleh dokter meliputi:

• Obat kortikosteroid. Selain memperlambat perkembangan distrofi otot, obat ini juga bisa meningkatkan kekuatan otot. Namun obat kortikosteroid sebaiknya tidak dipakai untuk jangka panjang karena dapat melemahkan tulang dan menambah berat badan.

• Obat penyakit jantung, seperti beta blockers dan angiotensin-converting enzyme (ACE) inibitors. Obat-obatan ini hanya diberikan untuk menangani jenis distrofi otot yang memengaruhi jantung.

• Alat bantu pernapasan, yang digunakan ketika terjadi penurunan pada kinerja otot-otot yang mengatur sistem pernapasan. Alat ini berfungsi membantu penderita agar bisa lebih leluasa untuk menghirup oksigen, terutama pada malam hari.

• Bantuan mobilitas, seperti tongkat dan kursi roda.

Seperti apa olahraga yang cocok jika saya menderita distrofi otot?

Apakah penderita distrofi otot tidak boleh berolahraga? Tentu saja boleh!

Penderita distrofi otot tetap memerlukan latihan otot di bawah bimbingan fisioterapis yang berlisensi dan berpengalaman. Jenis olahraga yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

Peregangan otot, untuk melatih otot agar tidak kaku dan kemampuan gerak penderita bisa bertahan lebih lama.

Latihan aerobik dengan intensitas rendah, contohnya berjalan kaki dan berenang. Olahraga ringan ini dapat membantu dalam memperlambat perkembangan distrofi otot.

Latihan kekuatan otot yang bertujuan memperlambat gejala pelemahan otot pada distrofi. Contohnya, angkat beban. Intensitas latihan ini dimulai dari yang paling ringan, kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Namun ingat, apapun jenis olahraga yang Anda pilih, Anda sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu sebelum melakukannya. Memulai latihan fisik juga harus dengan bimbingan fisioterapis profesional dan berpengalaman. Dengan ini, progam latihan untuk menangani kelainan pada otot pun bisa berjalan dengan lebih aman.