Utang Rp 1 Juta Tak Terbayar, Remaja Ini Dianiaya hingga Tewas
Kompas.com

1 week ago

Utang Rp 1 Juta Tak Terbayar, Remaja Ini Dianiaya hingga Tewas

MEDAN,KOMPAS.com - Hanya karena utang Rp 1.050.000 , seorang pemuda di Desa Sumber Jaya Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat tega menghabisi nyawa temannya.

Jasad korban dibuang ke dekat sumur tua dan baru ditemukan setelah lebih dua minggu.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP T. Fathir mengatakan, pelaku bernama DS (21). Sedangkan korban bernama RW (17). Keduanya tinggal di desa yang sama

" Ada masyarakat yang menemukan karena mencium bau kemudian dilaporkan ke Polsek dan anggota Polsek menemukan mayat tersebut. Kondisinya sumur ditutupi kain bekas goni oleh tersangka ," katanya, Selasa siang (13/8/2019).

Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan penemuan mayat yang ditutupi kain bekas goni pada Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dari situ, polisi kemudian melakukan penelusuran dan menangkap pelaku DS di rumahnya, Minggu (11/8/2019) pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pelaku, pada tanggal 2 April 2019, korban RW menelpon pelaku DS untuk meminjam uang sebesar Rp 950.000 dengan alasan untuk berobat orangtuanya.

Sampai di rumah pelaku di Telko Musam, Bahorok Kabupaten Langkat korban meminta tambahan pinjam sebesar Rp 1.050.000 .

Pelaku DS memberikan uang pinjaman tersebut dengan janji akan dikembalikan 1 bulan kemudian. Namun, setelah lewat 1 bulan, RW belum bisa membayar dan berjanji melunasi utangnya 1 minggu lagi.

Halaman:

Tag:

Ditunggu satu minggu, korban tidak kunjung membayarnya karena tidak memiliki uang sehingga membuat pelaku sakit hati.

"Pada hari Jumat tanggal 26 Juli 2019 sekitar pukul 15.00 wib pelaku menelpon korban agar datang di Parit Kelingking untuk menemui pelaku, karena pelaku yang saat itu membawa pisau dapur akan memancing," katanya.

Tak lama kemudian korban datang dan terjadi keributan. Pelaku dan korban baku hantam dan bergumul. Korban sempat menggigit telunjuk kiri pelaku.

P erkelahian berlanjut dan pelaku menusuk pinggang korban yang sebelumnya berdarah karena terbentur kelapa sawit

"Korban ini tak sadarkan diri setelah pinggangnya ditusuk. Pelaku kemudian menutupi tubuh korban dengan kain bekas goni," katanya.

Tak sampai di situ, pelaku mengambil cangkul dan menguruk korban dengan tanah yang dicangkulnya. Begitu juga dengan sepeda motor Scorpio milik korban, ditutupinya dengan pelepah sawit lalu pulang.

Pada Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 08.00 WIB pelaku datang ke TKP dengan membawa 3 cat pilok warna silver, merah dan hitam dop serta membawa kunci pas 10-11, 12-13 dan obeng.

Peralatan yang dibawanya digunakan untuk mencopoti sepeda motor korban dan mengecatnya. Sepeda motor itu dibawanya ke bengkel untuk diganti ban dan sarung stangnya.

"Sepeda motor tersebut digunakan oleh pelaku dan dibawa pulang digunakan keperluan pelaku sehari-hari sampai pelaku tertangkap," katanya.

Polisi terpaksa menembak kaki RS karena melawan.

Setelah itu, pelaku dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

"Pelaku dibawa ke Polres untuk pemeriksaan tersangka dan saksi," katanya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu unit sepeda motor warna hitam telah di cat warna silper, merah dan hitam dop, tiga cat pillok warna silver, merah dan hitam dop, cangkul, dan alat grenda.

"Kami ucapkan terima kasih atas bantuan masyarakat memberikan informasi, keamanan adalah kebutuhan kita bersama, segera laporkan apabila masyarakat mengetahui suatu kejahatan, atau menemukan hal-hal yang mencurigakan kepada anggota Polri di manapun berada," ujar Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan.

Halaman:

Tag: