Kenali 8 Kondisi yang Jadi Penyebab Kolesterol Tinggi
SehatQ.com

1 week ago

Kenali 8 Kondisi yang Jadi Penyebab Kolesterol Tinggi

Anda tentu sudah tahu, kadar kolesterol yang tinggi, buruk untuk kesehatan tubuh. Namun, sudahkah Anda mengenali penyebab kolesterol tinggi?

Tingginya kadar kolesterol di tubuh bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit berbahaya, seperti penyakit jantung dan stroke. Dengan mengenali penyebab kolesterol tinggi, maka Anda diharapkan bisa lebih waspada, agar terhindar dari risiko tersebut.

Kondisi penyebab kolesterol tinggi

Tidak hanya soal pola makan, penyebab kolesterol tinggi lebih beragam dari itu. Faktor lain seperti kebiasaan merokok atau riwayat penyakit yang pernah diderita, juga bisa menjadi penyebab naiknya kadar kolesterol di tubuh.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kolesterol tinggi di tubuh.

1. Pola makan tidak sehat

Ada dua jenis lemak pada makanan, yang bisa menjadi penyebab kolesterol tinggi , yaitu lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh umumnya terdapat pada makanan yang bersumber dari hewan seperti keju, susu, mentega, dan steak.

Sementara itu, lemak trans dapat ditemukan pada margarin dan keripik kentang. Lemak trans lebih buruk untuk kesehatan, dibandingkan dengan lemak jenuh.

Pasalnya, tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh, lemak trans juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik.

2. Riwayat penyakit yang pernah diderita

Beberapa penyakit dapat memengaruhi kadar kolesterol di tubuh. Berikut ini beberapa jenis penyakti yang bisa menjadi penyebab kolesterol tinggi.

• Diabetes

• Hipotiroidisme

• Sindrom metabolik

• Sindrom cushing

• Penyakit ginjal

3. Kurang olahraga

Kurang berolahraga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh Anda. Di sisi lain, jika olahraga rutin dilakukan, maka kadar kolesterol baik di tubuh dapat terus meningkat.

4. Faktor keturunan

Tidak banyak yang tahu, faktor genetik juga bisa menjadi penyebab kolesterol tinggi. Gen yang diturunkan dari ibu, ayah, atau kakek dan nenek, bisa membuat seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Kondisi ini disebut sebagai familial hypercholesterolemia .

5. Punya kebiasaan merokok

Merokok bisa merusak dinding pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah akan menjadi semakin mudah. Merokok juga akan menurunkan kadar kolesterol baik di tubuh.

6. Pengaruh konsumsi obat

Beberapa jenis obat disebut bisa meningkatkan kadar kolesterol di tubuh. Salah satu jenis obat yang dipercaya dapat memberikan efek ini adalah obat jenis diuretik.

7. Faktor usia

Perubahan di tubuh yang terjadi seiring bertambahnya usia, membuat risiko meningkatnya kadar kolesterol menjadi semakin besar. Sebagai contoh, pada usia tua, hati akan semakin sulit untuk menyingkirkan kolesterol jahat dari tubuh.

8. Obesitas

Seseorang dikatakan obesitas, apabila indeks massa tubuhnya menginjak angka lebih dari 30. Orang yang obesitas , berisiko lebih besar memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Perbedaan kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida

Selain oksigen dan sel-sel darah itu sendiri, aliran darah di tubuh juga membawa lemak atau lipid. Ada tiga jenis lipid yang dibawah oleh aliran darah, yaitu low-density lipoprotein (LDL), trigliserida, dan high-density lipoprotein (HDL).

LDL adalah komponen yang sering disebut sebagai kolesterol jahat, dan HDL merupakan komponen yang sering disebut sebagai kolesterol baik. Lebih jauh, berikut ini perbedaan jenis-jenis lipid yang ada di dalam darah.

1. LDL atau kolesterol jahat

LDL disebut sebagai kolesterol jahat karena komponen ini berperan pada penumpukan lemak di pembuluh darah arteri atau aterosklerosis. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah arteri semakin lama akan semakin menyempit. Beberapa penyakit yang berisiko muncul akibat penyempitan pembuluh darah di antaranya:

• Stroke

• Penyakit arteri perifer

2. HDL atau kolesterol baik

Karena didapuk sebagai kolesterol baik, maka semakin tinggi kadar HDL di tubuh, maka akan semakin baik. HDL berperan membawa LDL menjauhi pembuluh darah, dan kembali ke hati.

Di hati, LDL akan dilebur menjadi partikel-partikel kecil dan kemudian dikeluarkan dari tubuh. Kadar HDL yang baik, bisa membantu Anda terhindar dari risiko stroke dan serangan jantung.

3. Trigliserida

Istilah trigliserida mungkin tidak sepopuler kolesterol. Namun, komponen ini sebenarnya merupakan jenis lemak yang paling banyak terdapat di tubuh.

Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat Anda makan, tubuh akan mengubah kalori yang tidak perlu digunakan menjadi trigliserida. Trigliserida disimpan dalam sel-sel lema di tubuh sebagai cadangan energi.

Jika Anda lebih banyak makan banyak kalori daripada yang dibakar, terutama makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, maka Anda akan memiliki kadar trigliserida yang tinggi.

Tingginya kadar trigliserida, ditambah dengan kadar LDL yang tinggi dan HDL yang rendah, bisa menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di dinding pembuluh darah.

Kadar trigliserida tinggi juga bisa tingkatkan risiko penyakit

Kadar trigliserida yang tinggi, dapat menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah arteri atau arteriosclerosis. Kondisi ini membuat pembuluh darah menjadi kaku dan keras, sehingga meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, serta penyakit jantung.

Kadar trigliserida yang sangat tinggi juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan pada pankreas akut atau pankreatitis. Tidak hanya sampai di situ, kadar trigliserida yang tinggi juga seringkali menjadi tanda penyakit lain seperti:

• Sindrom metabolik sebagai kondisi gabungan antara tekanan darah tinggi, obesitas, dan gula darah tinggi

• Rendahnya kadar hormon tiroid atau hipotiroidisme

Cara menjaga kadar lemak di tubuh

Sebaiknya, kadar lemak jenuh tidak melebihi 6% dari seluruh konsumsi kalori harian. Anda juga disarankan untuk sebisa mungkin menghindari lemak jenuh, dengan memperbanyak konsumsi gandum utuh, buah, dan sayuran.

Selain itu, beberapa langkah di bawah ini bisa Anda lakukan untuk menjaga kadar lemak di tubuh.

• Jika mengonsumsi daging unggas seperti ayam atau bebek, jangan konsumsi kulitnya

• Saat mengonsumsi daging, pilih potongan dengan sedikit kandungan lemak

• Pilih susu yang rendah lemak atau tanpa lemak

• Konsumsi makanan yang mengandung lemak tak jenuh, seperti alpukat, minyak zaitun, ikan salmon, kacang-kacangan, dan biji-bijian

• Olahraga teratur, setidaknya selama 30 menit per hari, selama empat hari seminggu

• Hindari mengonsumsi makanan cepat saji dan daging olahan dalam kemasan.

• Lebih baik konsumsi makanan yang dipanggang atau dibakar, daripada digoreng

• Batasi konsumsi alkohol, karena alkohol bisa meningkatkan kadar trigliserida.

Mulai dari mengenali penyebab kolesterol tinggi, hingga cara mencegahnya, bisa membantu Anda mencapai kondisi tubuh yang senantiasa sehat. Jika saat ini Anda masih belum menjalani gaya hidup sehat, mulailah secara perlahan, agar perubahan dirasa lebih mudah.

Periksakan juga kondisi kesehatan Anda secara berkala ke dokter, sebagai langkah pencegahan awal, agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya yang mungkin menyerang.