Langkah nyata Unilever mengatasi permasalahan sampah plastik
Beritagar.id

17 weeks ago

Langkah nyata Unilever mengatasi permasalahan sampah plastik

Jumlah angka sampah plastik di Indonesia dibandingkan negara lain bisa dikatakan tergolong tinggi. Menurut data yang dihimpun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) , sampah plastik Indonesia dalam satu dekade sebelumnya meningkat dari 11 persen menjadi 16 persen.

Jika tidak ada perbaikan dalam berperilaku, KLHK memprediksi kenaikan sampah plastik bisa mencapai 40 persen pada 2050. Tingginya angka sampah plastik ini menyita perhatian masyarakat, pemerintah, dan para produsen pemegang merek.

Tidak sedikit masyarakat yang mulai sadar akan gaya hidup ramah lingkungan. Sementara di sisi produsen pemegang merek pun mulai berbenah dengan mengembangkan solusi dari hulu ke hilir untuk menekan sampah plastik, seperti yang dilakukan oleh Unilever.

Untuk menumbuhkan bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan (ramah lingkungan dan memberikan manfaat sosial pada masyarakat sekitar), Unilever secara global menerapkan prinsip-prinsip yang tertuang dalam strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP). Salah satu fokus USLP adalah mengurangi jejak lingkungan yang dihasilkan.

Salah satu upaya nyatanya adalah dalam hal kemasan plastik, Unilever mengembangkan penggunaan kemasan plastik secara optimal dengan mengurangi berat plastik yang digunakan. Tentunya langkah ini ditempuh demi mencapai target pada 2025, yakni menghasilkan 100 persen sampah plastik yang dapat didaur ulang atau dijadikan kompos.

Semangat untuk menekan jumlah angka plastik tersebut diturunkan Unilever ke merek-merek yang berada di bawah naungannya, salah satunya adalah Rinso. Rinso mencatat pencapaian penurunan sampah plastik yang patut mendapat perhatian melalui langkah optimalisasi penggunaan kemasan sachet .

Pada 2018 saja, untuk kemasan sachet , Rinso berhasil mengurangi hingga 120 ton sampah plastik. Sementara untuk kemasan botol, Rinso menggunakan teknologi Chemical Foam Agent untuk botol Rinso Cair yang berdampak pada pengurangan penggunaan plastik sebanyak 2 ton/tahun.

Yang juga menarik, tidak hanya berhenti pada melakukan inovasi kemasan plastik, Unilever juga rutin mengedukasi komunitas dan sekolah-sekolah mengenai sampah plastik sebagai langkah untuk menciptakan dampak sosial yang memiliki nilai ekonomi. Sejak 2008 hingga saat ini tercatat telah membina 2.816 unit bank sampah di seluruh Indonesia yang berhasil mengurangi sebanyak 7.779 ton sampah non-organik.

Untuk menggenapi langkah mereka dalam mengurangi sampah plastik, Unilever mengembangkan model bisnis baru yang mendukung ekonomi sirkular, yaitu pemanfaatan kembali kemasan yang sudah dipakai dengan mengubah sampah menjadi sumber bahan baku. Salah satunya melalui inovasi Teknologi CreaSolv® –teknologi pertama di dunia yang bisa mendaur ulang kemasan plastik berlapis-lapis menjadi kemasan baru sehingga tidak ada kemasan plastik yang berakhir di tempat sampah.

Ke depan, beroperasinya teknologi ini diharapkan dapat mengurangi dampak CO2 hingga 7.800 ton per tahun yang setara dengan 8.200-ton plastik fleksibel.

Untuk dapat berpartisipasi dalam menekan angka sampah plastik, sebagai konsumen Anda juga dapat ambil bagian langsung dengan memilih produk yang bijak plastik, serta memilah sampah plastik di rumah dan mengirimkannya ke bank sampah binaan Unilever terdekat.

Upaya Berkesinambungan Unilever Dalam Menangani Sampah Plastik

]]>