TNI AD Putuskan Enzo Allie Tetap di Akademi Militer
Kompas.com

17 weeks ago

TNI AD Putuskan Enzo Allie Tetap di Akademi Militer

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa memastikan taruna akademi militer ( akmil ) Enzo Zenz Allie tetap lanjut berada dalam pendidikan militer yang saat ini sedang berlangsung.

Pihaknya telah memberikan tes tambahan dengan menggunakan alat ukur alternatif kepada Enzo dan seluruh taruna akademi militer yang sedang melakukan pendidikan di Akademi Militer Magelang tersebut.

"Kami memutuskan untuk mempertahankan Enzo dan semua taruna akademi militer yang kami terima beberapa waktu lalu," kata Andika dalam konferensi pers yang digelar di Markas Besar TNI Angkatan Darat, di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Andika menjelaskan, dalam proses rekrutmen, pihaknya memiliki beberapa alat ukur yang sudah diterapkan sejak lama.

Mulai dari akademik, kesehatan, jasmani, psikolog, hingga mentalitas ideologi.

Dari hasil alat ukur yang dilakukan, kata dia, pihaknya tidak ada keraguan lagi terhadap 364 taruna akademi militer yang telah diterima beberapa waktu lalu.

Keputusan bahwa Enzo tetap diterima di akademi militer tersebut dikarenakan dari alat ukur alternatif yang digunakan, memiliki akurasi dan validasi yang sudah digunakan selama 8 tahun.

"Kami lakukan pengukuran Sabtu-Minggu kemarin. Hasilnya dianalisis Senin (12/8/2019) kemarin. Kesimpulannya Enzo, dilihat dari indeks moderasi bernegara ternyata kalau dikonversi jadi persentase, 84 persen atau 5,9 dari maksimal 7. Indeks moderasi bernegaranya bagus," terang dia.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers soal Enzo Zenz Allie di Mabes TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Kendati demikian, kata dia, penilaian terhadap 364 calon perwira itu tetap dilakukan mengingat mereka belum menjadi anggota aktif TNI.

Halaman:

Tag:

Tahap penilaian terhadap para calon perwira selama masa pendidikan dan tahapannya akan berlangsung selama 4 tahun.

"Maka selama 4 tahun itu pula, penilaian berlaku dan memang tidak semuanya berhasil," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Enzo yang merupakan warga keturunan Prancis diterima sebagai taruna akademi militer.

Namun, dari media sosialnya diketahui bahwa yang bersangkutan adalah pendukung organisasi yang dilarang pemerintah dari akun media sosialnya.

Viralnya Enzo bermula dari video yang beredar di media sosial.

Di video tersebut Enzo terlihat sedang berdialog dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dengan menggunakan bahasa Prancis.

Setelah video itu viral, sebuah akun Facebook bernama Salman Farus mengunggah informasi mengenai latar belakang Enzo yang diduga simpatisan HTI.