Setelah taksi online, kini pasien protes aturan ganjil-genap
Beritagar.id

1 week ago

Setelah taksi online, kini pasien protes aturan ganjil-genap

Belum selesai urusan aturan ganjil-genap dengan taksi online, kini mulai muncul masalah baru. Masyarakat yang hendak ke rumah sakit terhalangi dengan aturan ini. Menurut Rita, warga jalan Kayu Manis 4 Baru, Matraman Jakarta Pusat, sehari-harinya melewati Jalan Pramuka untuk aktivitas.

Nah, persoalannya dalam waktu dekat, ibu tiga anak ini harus mengantarkan anak bungsunya, salah satu pasien, operasi penyakit tiroid di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Jalan Pramuka jadi akses tercepat menuju ke RSCM.

Dengan penerapan ganjil-genap, ia akan kesulitan mengantarkan anaknya ke RSCM untuk operasi. Ia berharap jika memang ingin menerapkan perubahan lalu-lintas, sebaiknya bukan jalan yang menjadi akses ke rumah sakit.

"Sebenarnya kalau untuk menuju-menuju rumah sakit sebaiknya jangan lah ya. Soalnya kalau misalnya ada apa-apa, gimana? Sulit, sulit banget. Lebih baik dibebasin lah," kata dia seperti dipetik dari detik health, Senin (12/8/2019).

Protes yang sama pernah dilontarkan publik pada penerapan ganjil-genap jelang Asian Games, tahun lalu. Penerapan ganjil-genap di Jalan Ahmad Yani , menurut publik menghalangi akses mereka ke RS Dharmais dan RS Pertamina.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan penerapan perluasan ganjil genap masih dalam tahap uji coba. Pada tahap ini, Pemerintah akan memikirkan masyarakat yang menemui masalah karena ganjil-genap. "Kepentingan masyarakat yang harus dipertimbangkan, misalnya ada 1 ruas jalan yang di situ ada 3 rumah sakit nasional itu kami akan pikirkan," ucap Anies, di Balai Kota DKI Jakartaseperti dikutip dari detikcom , Selasa (13/8/2019).

Pemerintah DKI Jakarta akan mengevaluasi selama masa uji coba ganjil-genap dari 12 Agustus hingga 6 September 2019. "Itu mengapa peraturan gubernur sebelum dikeluarkan, karena pada fase ini adalah fase uji coba, tapi kalau tidak diselenggarakan uji coba, maka tidak akan mulai. Jadi, kami akan bicara dengan semua pihak. Setelah itu selesai, kami akan teruskan," kata Anies. Setelah uji coba berakhir baru akan dibuat peraturan utuh berdasarkan evaluasi.

Pemerintah DKI Jakarta melebarkan jalanan yang diatur dengan kebijakan ganjil-genap. Kini, ada 25 jalan yang tak boleh dilintasi mobil dengan nomor pelat yang tak sesuai tanggalnya. Pada 9 September 2019, aturannya akan diundangkan dan berlaku efektif.

Pembatasan ini membuat akses pasien ke rumah sakit jadi sulit. Apalagi, mobil pribadi yang dipakai untuk mengantar mereka, tak dikecualikan.

Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang menyarankan, aturan ganjil-genap harusnya diberlakukan tanpa ada pengecualian.

"Sebenarnya kalau buat aturan yang tegas, jadi tanpa ada pengecualian," kata Deddy kepada Antaranews.com , Selasa (13/8/2019). Termasuk sepeda motor, mobil, taksi dan bajaj, tanpa ada kecuali semuanya dilarang. Dengan tanpa pengcualian, maka ribut-ribut taksi online juga bisa mereda.

Deddy menyarankan, sebagai dasarnya, pemerinah bisa merujuk Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan .

Jika mengacu aturan itu, pasal yang bisa dipakai adalah pasal 133 dan 134. Pasal 133 memberikan kewenangan Menteri Perhubungan untuk merekayasa lalu lintas pada jalan tertentu dan waktu tertentu sesuai kebutuhan.

Sedangkan pasal 134 menjelaskan, kendaraan yang diperkenankan memperoleh hak utama. Mereka adalah kendaraan pemadam kebakaran, ambulans, kendaraan yang dipakai untuk menolong korban, mobil jenazah, mobil pejabat/tamu negara, dan konvoi yang sesuai pertimbangan polisi.

Nah, mobil pribadi yang digunakan untuk mengantar pasien, bisa dimasukkan sebagai kendaraan yang dipakai untuk menolong korban.

]]>