Dua Jurus Jitu Tekan Defisit BPJS Kesehatan
Medcom.id

17 weeks ago

Dua Jurus Jitu Tekan Defisit BPJS Kesehatan

Jakarta : Pakar Teknologi Pangan Universitas Sahid Giyatmi Irianto menekankan langkah strategis yang wajib dilakukan pemerintah dalam menekan defisit BPJS Kesehatan harus komprehensif. Faktor kuncinya adalah menyosialisasikan pola hidup sehat dan mengendalikan kualitas bahan pangan.

Menurutnya langkah ini akan membantu pemerintah menekan defisit BPJS Kesehatan secara jangka panjang. Sejauh ini upaya memangkas defisit seakan hanya mengurangi risiko jangka pendek. Apalagi defisit BPJS Kesehatan terus meningkat setiap tahunnya, dan diprediksi mencapai Rp28 triliun tahun ini.

"Hal ini harus jadi pekerjaan rumah yang serius digarap pemerintah, terutama berkaitan dengan kabinet baru ke depan," kata Giyatmi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengampanyekan pola hidup sehat, seperti olahraga rutin merupakan program lawas yang mulai ditinggalkan. Dirinya menambahkan dulu ada program senam pagi, olahraga sehat, yang hampir semuanya digerakkan sehingga kini perlu dihidupkan kembali.

Tak hanya itu, perlu sosialisasi terkait bahan pangan dan pola konsumsi masyarakat, karena ini merupakan perkara awal bersarangnya penyakit kronis. Penyakit jantung, misalnya, lebih banyak dipicu konsumsi berlebih garam dan lemak tak sehat, serta gula.

"Misal untuk tanaman buah dan sayur, selama ini tak terhindar dari kandungan pestisida yang disinyalir sebagai pemicu kanker. Harus lebih banyak produksi bahan organik dibandingkan kimia, kalau terus tercemar zat kimia seperti pestisida, kanker akan jadi momok bagi masyarakat," jelas dia.

Sayangnya, kemampuan produksi pangan berkualitas domestik masih terbatas sehingga harga buah dan sayuran organik jauh lebih mahal. Untuk itu, pemerintah perlu memanfaatkan pengembangan serta hasil penelitian dari pusat riset pangan di dalam negeri, untuk mendongkrak produksi tersebut.

Salah satu pusat penelitian dan pengembangan pangan yaitu Pusat Teknologi Pertanian Inagro. Inagro sukses memproduksi bahan pangan sarat gizi, antara lain pupuk micoriza dan bubuk pelet tinggi protein maggot, hingga pengembangan bibit unggul seperti durian, pepaya, sawo kecik, kentang unggul.

"Upaya memassalkan pola hidup sehat dan menjaga kualitas pangan itu sejalan dengan Nawacita Jilid II, yaitu pembangunan SDM berkualitas. Dengan asupan lebih sehat dan pembiasaan pola hidup sehat seperti olahraga rutin, maka risiko penyakit bagi masyarakat berkurang. Ini upaya jangka panjang mengurangi beban BPJS Kesehatan," pungkasnya.