Ciri-ciri Paru-paru Basah dan Sederet Penyakit di Baliknya
SehatQ.com

1 week ago

Ciri-ciri Paru-paru Basah dan Sederet Penyakit di Baliknya

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa paru-paru basah sama dengan pneumonia. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat. Paru-paru basah memang bisa disebabkan oleh pneumonia, namun ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menjadi pemicunya.

Kadangkala, ciri-ciri paru-paru basah tidak nampak walau seseorang sebenarnya sedang mengidapnya. Kondisi ini umumnya baru terdeteksi saat orang tersebut melakukan pemeriksaan rontgen dada untuk keperluan lain, misalnya saat tes kesehatan kerja.

Apa itu paru-paru basah?

Paru-paru basah terjadi ketika terdapat cairan berlebihan pada area di antara paru-paru dan rongga dada. Di situ terdapat sebuah membran tipis bernama pleura.

Membran pleura menyelubungi bagian luar paru-paru dan bagian dalam rongga dada. Sejatinya, selalu ada sedikit cairan pada pleura untuk melumasi paru-paru yang mengembang dan mengempis dalam rongga dada saat manusia bernapas.

Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan penumpukan cairan berlebihan pada pleura atau disebut efusi pleura. Inilah yang kenal secara awan dengan istilah paru-paru basah.

Paru-paru basah termasuk kondisi yang serius karena dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Sekitar 15% dari pasien yang dirawat di rumah sakit akibat kondisi ini akhirnya meninggal dalam jangka waktu 30 hari.

Ciri-ciri paru-paru basah dan jenisnya

Ketika seseorang mengidap paru-paru basah dan menunjukkan gejala, ciri-ciri paru-paru basah yang muncul dapat meliputi:

• Ada rasa sakit di dada.

• Demam.

Sesak napas terutama saat berbaring.

• Napas pendek atau sulit mengambil napas dalam-dalam.

• Sering cegukan.

• Kurang kuat untuk melakukan aktivitas fisik.

Sementara itu, jenis paru-paru basah bisa dikelompokkan dalam dua kategori berikut ini:

Transudatif

Jenis transudatif terjadi ketika kelebihan cairan berupa cairan yang normalnya ada di rongga pleura. Kondisi ini biasanya tidak perlu dikeluarkan, kecuali memang kelebihannya sangat banyak. Kondisi paru-paru basah transudatif umumnya disebabkan oleh gagal jantung kongestif.

Eksudatif

Paru-paru basah eksudatif muncul saat kelebihan cairan berupa cairan ekstra yang terbentuk dari protein, darah, sel-sel terinfeksi, dan bakteri yang merembes dari pembuluh darah rusak ke pleura. Penyebab kondisi ini umumnya adalah pneumonia dan kanker paru-paru.

Kelebihan cairan eksudatif biasanya mesti dikeluarkan. Namun perlu atau tidaknya juga tergantung pada jumlah cairan dan parahnya peradangan.

Kenapa paru-paru basah bisa terjadi?

Pleura pada paru-paru akan memproduksi terlalu banyak cairan saat mengalami iritasi, terkena infeksi, atau mengalami peradangan. Kelebihan cairan ini akan menumpuk di bagian luar paru-paru di rongga pleura.

Kondisi paru-paru basah bisa disebabkan oleh banyak hal. Beberapa gangguan medis yang paling umum sebagai pemicu efusi pleura meliputi:

Ada kebocoran dari organ lain. Contohnya karena menderita gagal jantung kongestif, di mana otot jantung tak kuat lagi memompa darah ke seluruh tubuh. Penderita penyakit liver, seperti sirosis dan penyakit ginjal, juga bisa mengalami paru-paru basah saat ada penumpukan cairan di tubuh, yang kemudian merembes ke rongga pleural.

Kanker. Tentunya, kanker paru-paru bisa menjadi penyebab paru-paru basah. Tapi kanker jenis lain yang sudah menyebar sampai ke paru-paru atau pleura juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Infeksi bakteri. Beberapa jenis infeksi yang menyerang paru-paru, seperti pneumonia atau tuberkulosis, pun dapat menimbulkan gejala berupa paru-paru basah.

Penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang paru-paru hingga menyebabkan gangguan dengan gejala paru-paru basah.

Proses diagnosis dan cara mengobati paru-paru basah

Untuk memastikan diagnosis paru-paru basah, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan medis di bawah ini:

X-raydada. Pada hasil rontgen dada, adanya cairan pada paru-paru akan terlihat sebagai warna putih seperti kabut. Sedangkan rongga berisi udara akan terlihat sebagai warna hitam.

CT scan. Pencitraan ini mengambil fotox-raydengan sangat cepat dalam jumlah yang banyak, untuk kemudian digabungkan dan menampakkan gambaran lebih jelas dari kondisi paru-paru dibandingx-ray.

USG. Pemeriksaan ini digunakan dokter untuk menemukan lokasi tepat dari penumpukan cairan di paru-paru, sehingga bisa sampel diambil untuk tes lebih lanjut.

Setelah diagnosis paru-paru basah telah ditegakkan dan penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan pengobatan yang sesuai. Oleh sebab itu, jenis penanganan yang akan dijalani tiap penderita penyakit ini bisa saja berlainan berdasarkan pemicunya.

Jika disebabkan oleh infeksi akibat bakteri (seperti pneumonia atau tuberkulosis), dokter akan memberikan obat antibiotik pada penderita. Sementara pada paru-paru basah akibat gagal jantung kongestif, dokter biasanya akan memberikan obat diuretik.

Kondisi paru-paru basah dengan penumpukan banyak cairan dan terinfeksi, seringkali harus dikeringkan agar penderita merasa lebih nyaman bernapas. Langkah ini juga sekaligus mampu mencegah komplikasi lain.

Beberapa prosedur untuk mengeringkan cairan akibat paru-paru basah bisa berupa pemasangan selang dada ( chest tube ) atau pemasangan kateter dada. Namun pemasangan kateter dada lebih diperuntukkan bagi penderita dengan paru-paru basah yang sering kambuh.

Ciri-ciri paru-paru basah umumnya merupakan komplikasi dari penyakit lain yang menyebabkannya. Karena itu, penanganannya pun akan ditentukan berdasarkan penyebabnya.

Demikian pula dengan pencegahan paru-paru basah. Jalan terbaik untuk menghindari penumpukan cairan pada paru-paru ini adalah dengan mencegah kondisi-kondisi yang berpotensi memicunya.