“Man Flu” dan Perbedaan Penyebab Flu pada Pria dan Wanita
SehatQ.com

14 weeks ago

“Man Flu” dan Perbedaan Penyebab Flu pada Pria dan Wanita

11 Jul 2019 | Oleh

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Rupanya ungkapan bahwa pria cenderung bereaksi berlebihan saat mengalami flu bukan hal yang dibuat-buat. Ada beberapa penelitian yang menyebut bahwa “man flu” benar-benar ada. Kali ini SehatQ akan mengajak Anda menganalisis penyebab flu pada pria.

Beberapa hasil penelitian menyebut bahwa yang membedakan flu pada pria dan wanita adalah kekebalan tubuh mereka. Mengapa demikian?

Sebelumnya, mari kita bedah definisi “man flu” terlebih dahulu.

Apa itu “man flu”?

Bahkan istilah “man flu” telah ada dalam kamus Oxford dan Cambridge. Oxford mendefinisikannya sebagai reaksi berlebihan pria terhadap gejala flu dan demam yang dialaminya.

Benarkah “man flu” hanya sekadar reaksi pria yang berlebihan? Kita akan mengulasnya berdasarkan hasil dari jurnal yang dirilis British Medical Journal pada Desember 2017 lalu berjudul “The Science Behind Man Flu” di bawah ini.

Hubungan testoteron dan flu pada pria

Memang penyebab flu baik pada pria dan wanita adalah sama, yaitu virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Pada pria, hormon testosteron disebut melemahkan respons kekebalan tubuh terhadap influenza .

Di sisi lain, hormon estrogen yang dimiliki wanita justru dapat membantu imun tubuh melawan virus influenza. Bagaimana hormon dapat memberikan reaksi berbeda terhadap virus ini juga semakin kuat lewat penelitian pada perempuan yang mengalami menopause .

Pria tidak langsung beristirahat

Hal yang juga menarik untuk dianalisis adalah bagaimana konstruksi sosial memposisikan pria sebagai orang yang tangguh dan sebaiknya tidak lemah melawan sakit ringan seperti flu.

Sebaliknya, wanita cenderung langsung menghentikan aktivitasnya dan beristirahat saat ada gejala sakit pernapasan atau flu ringan sekalipun.

Hal ini terkait dengan bagaimana pada zaman purba, pria perlu waktu lebih lama untuk beristirahat saat sedang sakit dan menghindari predator. Namun di era modern, hal tersebut telah jarang dilakukan.

Vaksin influenza

Masih dari hasil penelitian yang sama, ditemukan bahwa vaksinasi influenza cenderung memicu reaksi kekebalan tubuh yang lebih maksimal pada wanita. Hal ini lagi-lagi terkait dengan bagaimana pria dengan hormon testosteron tinggi memiliki respon imun yang rendah.

Jadi, masuk akal bahwa pria merespon penyebab flu lebih ‘parah’ karena reaksi vaksinasi tidak optimal pada pria..

Vaksin influenza mendapatkan respon lokal dan sistemik yang lebih baik pada kekebalan tubuh wanita ketimbang pria.

Pria lebih lama sembuh dari flu

Masih dari hasil penelitian yang dilakukan selama 6 tahun tersebut, ditemukan bahwa pria lebih lama sembuh dari flu dibandingkan dengan wanita. Pria memerlukan waktu 3 hari, dua kali lipat lebih lama ketimbang wanita yang hanya memerlukan 1,5 hari.

Selain itu, kecenderungan pria dirawat di rumah sakit karena flu juga lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Bahkan, hal ini juga berlanjut hingga ke komplikasi serta kematian.

Jangan sepelekan “man flu”

Tentu ke depannya masih akan ada banyak penelitian seputar masalah flu pada pria dan wanita ini. Apa penyebab flu dan bagaimana tubuh merespons merupakan hal yang bisa berbeda antara pria dan wanita. Sama seperti penyakit lainnya.

Hal lain yang bisa digarisbawahi adalah bahwa pria juga berhak untuk beristirahat secara optimal sama seperti bagaimana wanita langsung membatasi aktivitasnya saat terserang flu ringan.

Tak kalah penting, jadilah bagian dari orang yang mereduksi penyebaran flu. Tutup mulut saat bersin. Cuci tangan dengan air mengalir. Beristirahat ketika tubuh memberi alarm, termasuk ketika flu.