Kerap Main Tanpa Alas Kaki? Awas Cacingan pada Anak
SehatQ.com

14 weeks ago

Kerap Main Tanpa Alas Kaki? Awas Cacingan pada Anak

11 Jul 2019 | Oleh

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Rupanya, seruan orangtua agar anak-anak selalu menggunakan alas kaki saat bermain di tanah bukan tanpa alasan. Hal yang paling dikhawatirkan adalah terjadinya cacingan pada anak . Apalagi, larva parasit sangat mungkin masuk melalui lapisan kulit terutama telapak kaki.

Cacingan pada anak biasanya diakibatkan spesies cacing tambang berjenis Ancylostoma duodenale dan Necator americanus . Lebih jauh lagi, cacingan pada anak kerap ditemukan di negara-negara beriklim tropis.

Mengapa cacingan pada anak rentan terjadi?

Salah satu faktor yang menyebabkan cacingan pada anak kerap terjadi adalah karena mereka sering bermain tanpa alas kaki di tanah. Tidak menutup kemungkinan tanah yang mereka pijak telah terkontaminasi telur cacing tambang.

Pada permukaan tanah, telur cacing menetas dan berubah menjadi larva. Di tahap inilah larva bisa masuk ke kulit lewat telapak kaki dan ikut ke aliran darah.

Kemudian, aliran darah membawa larva ke paru-paru dan bisa memasuki kantung udara (alveoli). Ketika larva naik ke tenggorokan, larva akan tertelan dan masuk ke saluran pencernaan.

Di saluran pencernaan, larva akan tumbuh menjadi cacing dan bisa bertahan di usus halus selama sekitar satu tahun sebelum keluar lewat feses.

Itulah mengapa sangat penting menggunakan alas kaki untuk menghindari infeksi cacing tambang.

Gejala cacingan pada anak

Tidak ada gejala yang sangat jelas ketika anak terinfeksi cacing tambang. Namun pada jangka panjang, anak-anak dapat mengalami kurang zat besi dan anemia . Gejala lainnya adalah diare hingga kram perut.

Bila diperhatikan lebih jauh lagi, anak-anak yang terkena infeksi cacing tambang lewat telapak kaki, akan merasakan gatal di area kulit yang menjadi “pintu masuk” larva ke dalam tubuh.

Kemudian, beberapa pekan sejak larva masuk ke dalam tubuh, anak-anak akan merasa kehilangan nafsu makan hingga berat badan turun drastis. Infeksi cacingan pada anak yang kronis akan menyebabkan kekurangan nutrisi.

Berapa banyak kasus cacingan pada anak?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, infeksi cacing tambang dapat terjadi pada 576 hingga 740 juta orang di seluruh dunia terutama di negara berkembang. 156 juta di antaranya adalah anak-anak.

Sebuah penelitian pada anak-anak berusia 6 hingga 11 tahun yang menempuh pendidikan di 16 sekolah di Ghana diadakan pada tahun 2013 lalu. Hasilnya, 39,1 persen menderita cacingan pada anak. Di Indonesia sendiri, tercatat 28% anak menderita cacingan.

Salah satu faktor pemicunya adalah kebersihan sekolah dan lingkungan sekitar mereka. Selain itu, sebagian besar orangtua anak-anak yang menjadi sampel bekerja sebagai petani atau memelihara babi di rumah mereka.

Mencegah cacingan pada anak

Melihat faktor-faktor risiko terjadinya cacingan pada anak di atas, maka hal yang perlu dilakukan adalah:

• Menggunakan alas kaki saat bermain di pasir atau tanah

• Mengonsumsi air bersih

• Memastikan bahan makanan dicuci bersih

• Selalu cuci tangan dengan air bersih setelah beraktivitas

Langkah pencegahan ini sangat krusial terutama bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, atau mereka yang tinggal di area rawan terkontaminasi.