Usai Lulus Tahap Administrasi, Capim KPK Hadapi Ujian Kompetensi
IDN Times

14 weeks ago

Usai Lulus Tahap Administrasi, Capim KPK Hadapi Ujian Kompetensi

Jakarta, IDN Times - Tahap pertama seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya berhasil dilalui. Hasilnya dari 376 pendaftar, hanya 192 orang yang lolos ke tahap selanjutnya. Hal itu diumumkan oleh ketua pansel Yenti Garnasih di kantor pansel di Sekretariat Negara pada Kamis (11/7).

Yenti menjelaskan dari 192 orang, paling banyak yang lolos dari latar belakang akademisi/dosen yakni 40 orang. Lalu, disusul advokat atau konsultan hukum sebanyak 39 orang. Ada pula dari latar belakang kepolisian 13 orang, sedangkan jaksa/hakim 18 orang. Sementara, pegawai internal KPK yang lolos dari tahap seleksi administrasi jumlahnya mengimbangi Polri, yakni 13 orang. Di dalam 13 orang itu, termasuk 3 komisioner aktif KPK.

Ada pula pelamar dari latar belakang korporasi 17 orang, auditor 9 orang, dan pendaftar dengan latar belakang lainnya mencapai 43 orang.

Menurut Yenti, tahapan selanjutnya yang akan dihadapi oleh capim KPK yakni ujian kompetensi. Rencananya uji kompetensi itu akan digelar di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara di Cilandak, Jakarta Selatan.

Nah, kira-kira saja materi yang harus dikuasai oleh para capim KPK di tahap selanjutnya?

1. Para peserta harus menguasai tugas dan wewenang KPK

Anggota pansel KPK Harkristuti Harkrisnowo menyampaikan bagi para peserta capim KPK tentu harus menguasai materi untuk uji kompetensi. Materi-materi tersebut antara lain seperti kewenangan dan tugas KPK.

"Selain itu, mereka juga harus menguasai semua hal yang berkaitan dengan korupsi itu sendiri, jadi tindak pidana, ruang lingkupnya, mulai penindakan, pencegahan, supervisi dan koordinasi," kata Harkristuti di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/7).

2. Untuk menjaga transparansi, maka pansel akan bekerja sama dengan media

Untuk menjaga transparansi, Harkristuti mengungkapkan pansel capim KPK akan bekerja sama dengan media. Sehingga, masyarakat bisa melihat bagaimana proses seleksi capim KPK.

"Itu ide dari media untuk transparansi sebanyak mungkin. Kami berikan supaya bisa dilakukan, formatnya tergantung media tapi kami beri rambu-rambu dari kita bahwa ini selection bukan election ," jelas dia.

3. Pansel capim KPK tengah lakukan komunikasi dengan DPR RI untuk uji kepatutan dan kelayakan

Sementara, terkait proses uji kepatutan dan kelayakan di DPR, perempuan yang akrab disapa Tuti itu mengaku belum tahu. Namun, ia tak membantah antara pansel capim KPK dengan DPR memang sedang berkomunikasi untuk proses uji kepatutan dan kelayakan.

"Karena pada pansel lalu, 'jangan datang ke kami dong, nanti dianggap intervensi'. Tapi sebagian mengatakan 'dateng dong, karena kami yang melakukan fit and proper test'. Jadi belum tahu akan datang ke DPR atau tidak, kami sedang melakukan komunikasi, kami siap-siap saja," ungkap Tuti.

4. 192 pendaftar dinyatakan lolos tahap pertama

Sebelumnya, pansel capim KPK merilis para kandidat yang lolos pada seleksi tahap pertama, yakni administrasi. Dari 376 pendaftar, rupanya hanya 192 yang berhasil lolos tahap pertama seleksi.

Ketua Pansel KPK Yenti Garnasih menyampaikan, 192 yang lolos, terdiri dari 180 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.

"Laki-laki 349 orang, lulus 180 orang. Perempuan 27 orang, lulus 12 orang," kata Yenti di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).

Yenti kemudian merinci lebih dalam, dari 192 orang, ternyata pendaftar paling banyak berasal dari DKI Jakarta sebanyak 64 orang. Lalu, disusul Jawa Barat 50 orang, Banten 23 orang, Sumatera Barat 1 orang, Lampung 3 orang, Maluku 4 orang, Riau 1 orang, Sulawesi Selatan 5 orang, Sumatera Utara 3 orang, Jawa Tengah 5 orang, Jawa Timur 11 orang, Sumatera Selatan 5 orang, Kalimantan Timur 2 orang, Papua 2 orang, Bali 1 orang, Yogyakarta 6 orang, NTB 1 orang, Sulawesi Tenggara 2 orang, Kalimantan Tengah 1 orang, Sulawesi Tengah 1 orang, dan Gorontalo 1 orang.

5. Daftar 192 nama yang lolos seleksi capim KPK di tahap pertama

Berdasarkan data dari pansel, tiga Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) aktif yang lolos seleksi administrasi yakni, Alexander Marwata, Basaria Panjaitan, dan Laode Muhammad Syarif. Sementara, untuk capim KPK yang lolos dan berlatarbelakang profesi sebagai jaksa, antara lain Johanis Tanak,

Muhammad Rum, Ranu Mihardja, Sugeng Purnomo, dan Supardi. Kelima jaksa tersebut adalah rekomendasi dari Jaksa Agung, M Prasetyo.

Sedangkan dari latar belakang Polri yang lolos yakni Wakabareskrim Polri Irjen Pol Antam Novambar, Deputi bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Irjen Pol Dharma Pongrekun, Karosunluhukum Divisi Hukum Polri Brigjen Pol Agung Makbul. Lalu, ada Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Brigjen Pol Bambang Sri Herwanto, Analis Kebijakan Utama Bidang Bindiklat Lemdiklat Polri Brigjen Pol Juansih, dan Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Sri Handayani.

Berikut daftar lengkap 192 nama capim KPK yang lolos di tahap pertama:

1. Abdul Qadir Amir Hartono

2. Abdul Rahman

3. Abidin

4. Adhi Setyo Tamtomo

5. Adji Suratman

6. Agung Makbul

7. Agus Rawan

8. Agus Santoso

9. Agus Surono

10. Agustinus Adi Sri Tjahjono

11. Ahmad Drajad

12. Aidir Amin Daud

13. Akhmad Wiyagus

14. Aking Saputra

15. Alexander Abdullah

16. Alexander Marwata

17. Alpi Sahari

18. Amiziduhu Mendrofa

19. Amus Besan

20. Anang Iskandar

21. Anatomi Muliawan

22. Andrea Hynan Poeloengan

23. Andreas Dadang Sukmana

24. Antam Novambar

25. Anwar

26. Ariastiadi Saleh Herutjakra

27. Arung Lusika

28. Asep Rahmat Suwandha

29. Bambang Dayanto Sumarsono

30. Bambang Sri Herwanto

31. Bambang Usadi

32. Basaria Panjaitan

33. Benedictus Bambang Nurhadi

34. Benedictus Renny See

35. Budhi Kuswanto

36. Binsar Gultom

37. Binsar Manalu

38. Boy Salamuddin

39. Cahyo RE Wibowo

40. Cecep Suhardiman

41. Chairil Syah

42. Chandra Sulistio Reksoprodjo

43. Darius Singkuang

44. Darmawan Sutawijaya

45. Dede Farhan Aulawi

46. Dedi Haryadi

47. Dedy Irwansyah Arruanpitu

48. Denny Suriandhi

49. Dewi Puspaningtyas Faeni

50. Dharma Pongrekun

51. Djindar Rohani

52. Domu P Sihite

53. Eddie Kusuma

54. Eddy Hary Susanto

55. Eduard Luntungan

56. Eko Yulianto

57. Endang Kiswara

58. Ferdinand T Andi Lolo

59. Feri Antoni Surbakti

60. Firli Bahuri

61. Firman Zai

62. Fontian Munzil

63. Franky Ariyadi

64. Frans Paulus

65. Fredrik Jacob Pinakunary

66. Fridolin Berek

67. Giri Suprapdiono

68. Gunawan Tangkilisan

69. Gundi Sintara

70. HD Nixon

71. Haeruddin Masarro

72. Harun Al Rasyid

73. Hayidrali

74. Hendro Sunarno

75. Hendy Herijanto

76. Hengkie Kaluara

77. Heriyanto Serumpun

78. Herman Adrian Koedoeboen

79. Hermut Achmadi

80. Hernold Ferry Makawimbang

81. Horatio Nelson Sianressy

82. Hulman Siregar

83. I Ketut Puspa Adnyana

84. I Nyoman Wara

85. Ike Edwin

86. Imam Anshori Saleh

87. Imam Surono

88. Indra Utama

89. Irianto

90. Irwanto

91. Jimmy Muhamad Rifai Gani

92. Jogi Nainggolan

93. Johanis Leatemia

94. Johanis Tanak

95. Johnny Sirait

96. Joko Musdianto

97. Jonson Jacobus Amstrong

98. Juansih

99. Juit M Lumban Gaol

100. Kairo Silalahi

101. Kaspudin Nor

102. Kharles Simanjuntak

103. Kusnadi Notonegoro

104. Laode Muhammad Syarif

105. Laurel Heydir

106. Lie Stefanus Wiji Suratno

107. Lili Pintauli Siregar

108. Luthfi Jayadi Kurniawan

109. M Iswandi Hari

110. M Jasman Panjaitan

111. M Rum

112. M Y Ardhy

113. Marthen Napang

114. Maryogi

115. Michael Gatut Awantoro

116. Mochamad Bey Satriadi

117. Muchtazar

118. Muhamad Najib Wahito

119. Muhammad Imdadun Rahmat

120. Muhammad Mufti Mubarok

121. Muhammad Reviansyah

122. Muhammad Suhri Burhan

123. Mukdan Lubis

124. Mulyadi

125. Muslimin Budiman

126. N Simbolon

127. Nasrullah

128. Nawawi Pomolango

129. Nelson Ambarita

130. Neneng Euis Fatimah

131. Noor Ichwan Ichlas Ria Adha

132. Nur Solikin

133. Nurul Ghufron

134. Octo Iskandar

135. Ongguk Sitindaon

136. Pahala Nainggolan

137. Polman Paalus Ambarita

138. Purwo Atmojo

139. R Murjiyanto

140. RM Gatot Soemartono

141. Rachmat M Purba

142. Raden Roro Andy Nurvita

143. Ranu Mihardja

144. Rio Madison Amos

145. Rio Zakaria

146. Rizaldi Limpas

147. Roby Arya

148. Rohmatullah

149. Saipuddin Zahri

150. Santrawan Totone

151. Santun Marpaung

152. Saut Edward Rajagukguk

153. Sigit Danang Joyo

154. Sigit Herman Binaji

155. Sofi Suryasnia

156. Sri Handayani

157. St Laksanto Utomo

158. Sudiyono Atbar

159. Suedi Husein

160. Sugeng Nugroho

161. Sugeng Purnomo

162. Sugianto

163. Sujanarko

164. Sukriansyah S Latief

165. Supanto

166. Supardi

167. Suparman Marzuki

168. Suwhono

169. Suwito

170. Syafrizal

171. Syahrial Yuska

172. Syarief Hidayat

173. Tahir Musa Luthfi Yazid

174. Teguh Bambang Rustanto

175. Teuku Abdurahman

176. Tohadi

177. Torkis Parlaungan Siregar

178. Wandestarido

179. Wandi Subroto

180. Wawan Saeful Anwar

181. Wewe Anggreaningsih

182. Wiliyus Prayietno

183. Yohana Pong Parante

184. Yohanis Anthon Raharusun

185. Yosep Adi Prasetyo

186. Yosrizal

187. Yotje Mende

188. Yovianes Mahar

189. Yoyo Arif Ardhani

190. Yves S Palambang

191. Zairida

192. Zaki Sierrad