Ciri-ciri Stres yang Bisa Muncul pada Penderita Kecanduan Obat
SehatQ.com

14 weeks ago

Ciri-ciri Stres yang Bisa Muncul pada Penderita Kecanduan Obat

Kondisi substance abuse disorder atau kecanduan obat-obatan, erat kaitannya dengan gangguan mental seperti stres. Stres bisa membuat orang yang sebelumnya punya riwayat kecanduan, kembali ingin menyentuh kebiasaan buruk tersebut.

Stres juga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami ketergantungan terhadap obat atau alkohol. Lalu, bagaimana hubungan antara keduanya, dan bagaimana ciri yang bisa terlihat? Berikut ini penjelasannya.

Hubungan stres dan substance abuse disorder

Substance abuse disorder adalah kondisi kecanduan obat-obatan. Tidak hanya berlaku pada ketergantungan terhadap obat, ketergantungan terhadap alkohol dan nikotin dalam rokok, juga masuk ke dalam kondisi ini.

Bersama dengan stres, substance abuse disorder membentuk suatu siklus yang sulit diputus.

Penyalahgunaan obat-obatan, sering dilakukan sebagai cara untuk menghadapi stres yang dialami.

Padahal, rasa lega yang muncul dengan penggunaan obat-obatan tersebut, hanyalah solusi sementara untuk mengatasi stres. Akibatnya, para pecandu terus menambah konsumsi obat-obatannya, guna memperpanjang efek pereda stres yang ditimbulkan.

Sebaliknya, konsumsi obat-obatan berlebih, juga akan menimbulkan stres di tubuh. Stres biasanya timbul bersamaan dengan withdrawal symptoms atau yang biasa disebut dengan sakau, saat efek dari obat mulai hilang.

Stres yang muncul akibat sakau tersebut, kemudian akan diatasi secara instan dengan penggunaan obat-obatan, sehingga siklus terus berulang.

[[artikel-terkait]]

Stres membuat orang lebih rentan menjadi pecandu

Semakin banyak stres yang dialami, maka akan semakin rentan juga orang tersebut terhadap substance abuse disorder. Tingginya tingkat stres, umumnya datang dari perilaku kekerasan yang diterima saat kecil , baik itu kekerasan fisik, emosional, maupun seksual.

Karena itu, riwayat sebagai korban kekerasan semasa kecil, erat hubungannya dengan perilaku kecanduan obat terlarang ketika dewasa. Perilaku kekerasan tersebut membuat anak mengalami stres berat, yang dapat berlanjut hingga dewasa.

Orang dewasa yang pernah menjadi korban kekerasan saat kecil, umumnya akan lebih kesulitan membangun suatu hubungan baik dengan orang lain, dan memiliki krisis kepercayaan diri. Kedua hal tersebut bisa menyebabkan timbulnya stres.

Namun perlu diingat, tidak semua korban kekerasan pasti akan menjadi pecandu, dan tidak semua pecandu memiliki riwayat sebagai korban kekerasan.

Ciri-ciri orang stres yang bisa muncul pada pecandu

Seperti yang telah disebutkan di atas, stres akan timbul pada pecandu saat efek obat tersebut telah hilang. Berikut ini ciri-ciri individu yang mengalami stres, yang bisa Anda amati.

• Lebih mudah marah.

• Terlihat cemas berlebih.

• Mengalami gangguan tidur.

• Perilakunya menjadi agresif.

• Merasa gundah dan tidak puas dengan hidupnya.

• Terlihat kesulitan untuk menahan keinginan mengonsumsi obat-obatan.

Semakin parah kecanduan yang dialaminya, maka akan semakin parah juga gejala yang muncul. Hal ini juga akan memengaruhi kemungkinan keberhasilan perawatan yang akan dijalani.

Tidak hanya secara psikologis, ciri-ciri individu yang mengalami stres juga bisa timbul secara fisik, berupa:

• Nyeri pada tubuh .

• Diare maupun sembelit yang sering.

• Mual dan pusing.

• Detak jantung yang tidak beraturan dan cepat.

• Kehilangan gairah seksual.

• Sering mengalami flu.

Mengenali ciri-ciri orang stres di atas, dapat membantu Anda untuk mengenali kondisi stres, maupun kecanduan yang dialami, agar penanganan yang tepat, bisa segera dilakukan.

Cara sehat untuk mengatasi stres dan substance abuse disorder

Karena stres bisa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pecandu, perawatan untuk menghilangkan kecanduan juga perlu melibatkan terapi, untuk mengatasi stres. Berikut ini cara untuk mengatasi stres, yang berkaitan dengan substance abuse disorder .

1. Olahraga secara teratur

Olahraga secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kecemasan seseorang. Saat berolahraga, tubuh akan memproduksi endorfin, yang bisa berfungsi sebagai pereda nyeri alami.

Endorfin juga dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik, serta meningkatkan kualitas tidur . Semua manfaat endorfin tersebut dapat membantu mengatasi stres.

Pada saat bersamaan, zat-zat kimia yang keluar dari tubuh saat olahraga, juga akan membantu mengatur keinginan untuk kembali mengonsumsi obat-obatan tersebut. Sehingga, hal ini dapat membantu mengatasi kecanduan dan mencegah kambuhnya perilaku tersebut.

2. Meditasi

Meditasi bisa membantu menurunkan kadar kecemasan, depresi, stres, dan nyeri yang timbul di tubuh. Pada saat bersamaan, meditasi juga akan membantu pecandu untuk lebih tenang, saat berhadapan dengan hal yang dapat memicu kekambuhan.

3. Terapi perilaku

Terapi perilaku yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres sekaligus kecanduan adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini akan membantu pecandu mengenali alur perilakunya selama ini, dan kemudian belajar untuk mengubahnya. Terapi ini biasanya diakukan oleh psikolog atau psikiater.

4. Bergabung dengan komunitas

Bergabung dengan support group atau komunitas penyembuhan untuk pecandu, bisa membantu pecandu mendapatkan dukungan secara emosional dari sesama pecandu, yang juga ingin sembuh.

Dukungan dari komunitas juga dianggap bisa menambah motivasi dan komitmen pecandu, untuk bisa mengubah perilakunya menjadi lebih baik, dan menghindari kekambuhan.

Semakin cepat perawatan dimulai, maka tingkat keberhasilannya pun akan semakin meningkat. Karena itu, baik ciri-ciri orang stres maupun kecanduan, perlu dikenali sedini mungkin.