Wimbledon: Kejutan Sudah Habis, Serena Tantang Halep di Final
Kumparan.com

1 week ago

Wimbledon: Kejutan Sudah Habis, Serena Tantang Halep di Final

Habis sudah kejutan di Wimbledon 2019 nomor tunggal putri. Tak ada lagi Coco Gauff, tak ada lagi Barbora Strycova. Kini, yang tersisa hanyalah Simona Halep dan Serena Williams . Mereka berdua akan saling tikam pada partai final yang diselenggarakan Sabtu (13/7/2019) malam WIB mendatang.

Bagi Halep maupun Serena, final Wimbledon 2019 ini punya arti yang besar. Serena, sejak melakukan comeback pasca-melahirkan tahun lalu, belum bisa benar-benar menemukan maginya. Karena beragam alasan, petenis 37 tahun itu selalu gagal meraih gelar Grand Slam yang ke-24.

Di Wimbledon yang merupakan turnamen kesayangannya itu, Serena akhirnya kembali. Nomor unggulan yang menunjukkan angka 11 sama sekali tak ada artinya bagi sosok yang telah memiliki tujuh gelar Wimbledon itu. Ini adalah rumahnya dan Serena memastikan bahwa tak ada orang lain yang boleh masuk sembarangan.

Serena Williams bertanding menghadapi Barbora Strycova. Foto: Reuters/Carl Recine

Perjalanan Serena sendiri boleh dibilang cukup mulus tahun ini. Sedari awal dia tidak pernah bertemu lawan yang betul-betul menakutkan. Kendati demikian, bukan berarti dia tidak pernah menghadapi perlawanan hebat. Di babak kedua dan perempat final, misalnya, adik Venus Williams ini dipaksa bermain rubber set .

Namun, pada babak semifinal Serena tidak menemui kesulitan berarti. Menghadapi Strycova, Kamis (11/7/2019), Serena cuma butuh waktu 59 menit untuk mengunci kemenangan. Di set pertama, lewat dua kali keberhasilan mematahkan serve , Serena menang 6-1. Lalu, di set kedua dia menang 6-2.

Dengan demikian, Serena pun kembali ke khitahnya. Final Sabtu nanti adalah finalnya yang ke-11 sepanjang sejarah dan dia pun merasa bahagia. "Senang rasanya bisa kembali ke final," ucap Serena yang pada tahun lalu harus puas jadi runner-up usai dikalahkan Angelique Kerber.

Sementara itu, kasus Halep sedikit berbeda. Tahun lalu dia adalah petenis nomor satu dunia dan itu dibuktikannya dengan trofi Grand Slam perdana di Roland Garros. Namun, gelar itu justru membuat performanya di lapangan sedikit menurun.

Simona Halep merayakan kemenangan atas Elena Svitolina. Foto: Reuters/Hannah McKay

Ada alasan kuat di balik penurunan itu. Kepada The New Yorker , petenis Rumania itu mengaku ingin mengubah targetnya kala bertanding. Halep yang dulunya begitu serius dan kerap meledak itu tidak lagi nyaman dengan pendekatan bertandingnya yang lama. Fokus pun dia alihkan. Dia hanya ingin bertanding dengan lebih tenang.

Berbagai cara dilakukan Halep untuk menjadi sosok yang baru itu, termasuk menceraikan pelatihnya, Darren Cahill. Bagi wanita 27 tahun itu pun segalanya sempat terasa sulit. Di Australia Terbuka dia tersingkir pada babak kedua, lalu di Prancis Terbuka dia terhenti pada babak perempat final. Namun, kini semuanya sudah berjalan lebih mudah.

Halep sukses menembus final Wimbledon untuk kali pertama sepanjang karier. Hal ini dia raih usai mengalahkan Elina Svitolina di semifinal dengan skor 6-1 dan 6-3. Halep sendiri menjejak semifinal usai menundukkan petenis-petenis macam Viktoria Azarenka serta sang sensasi remaja, Gauff.

Seusai pertandingan melawan Svitolina, Halep berkata bahwa dia akan menikmati babak final nanti. "Aku sangat bersemangat menyambut final tetapi juga gugup karena ini adalah yang pertama bagiku. Ini adalah salah satu momen terbaik dalam hidupku sehingga nanti aku bakal menikmatinya sebisa mungkin. Aku akan bermain dengan gembira karena aku bisa menembus babak final," ujar Halep.

}